PT INKA Ekspor (Lagi) 22 Gerbong Kereta Api ke Bangladesh

oleh
PT INKA

PT INKA (Persero) memastikan pengiriman sebanyak 22 gerbong kereta api pesanan Bangladesh. Ini merupakan pengiriman Batch Kedua Ekspor Kereta Penumpang yang dilakukan melalui Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam proses pengiriman tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno turut hadir meninjau aktivitas ekspor PT INKA tersebut.

Menurut Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro ekspor ke Bangladesh adalah rangkaian usaha perseroan dalam upaya meningkatkan pasar ekspor setelah sebelumnya juga mengekspor kereta api ke Malaysia,Thailand, Filipina serta Australia.

“Pengiriman Batch kedua ini akan akan memerlukan waktu 11 hari untuk sampai di Chitagong Port,” ujarnya (11/9).

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan pengiriman pesanan dari Philiphine National Railway (PNR) yaitu berupa 2 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) konfigurasi 3 car dengan nilai kontrak mencapai Rp 480 miliar.

“Selain itu dari pihak PNR juga melakukan pemesanan berupa 4 trainset DMU konfigurasi 4 car dan 3 lokomotif serta 15 kereta penumpang dengan total nilai kontraknya yang mencapai Rp 800 miliar,” ujarnya.

Kontrak Pengadaan 250 kereta penumpang untuk Bangladesh Railway merupakan hasil tender yang dimenangkan oleh PT INKA pada tahun 2017 dengan nilai kontrak sebesar USD 100,89 juta.

PT INKA Ekspor sejak 2016 ke Bangladesh

Sebelumnya pada tahun 2016, PT INKA (Persero) juga telah mengekspor sebanyak 150 kereta dengan nilai kontrak sebesar USD 72,39 juta dan 50 kereta ke Bangladesh pada tahun 2006 dengan nilai kontrak sebesar USD 13,8 juta.

Sekitar 50 kereta tipe BG (broad gauge) telah dikirimkan pada Januari 2019 yang lalu dan PT INKA (Persero) kembali mengirimkan lagi 200 kereta untuk Bangladesh Railway yang proses pengapalan batch pertama sebanyak 26 kereta telah dimulai 19 Juli 2019 melalui Terminal Jamrud II, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 26 kereta tersebut telah dikirimkan 24 Juli 2019.

Adapun perbedaan kereta antara kereta tipe BG dan kereta tipe MG terletak pada lebar track (track gauge) yang digunakan. Untuk kereta tipe BG digunakan pada track dengan lebar 1.676 mm sedangkan kereta tipe MG digunakan pada track dengan lebar 1.000 mm.

Sementara itu dalam kunjungannya tersebut, Menteri Rini mengatakan rasa bangga terhadap PT INKA yang mengekspor komponen kereta api untuk kedua kalinya ke Bangladesh.
“Ini jadi bukti produk BUMN diakui dunia. Serta merupakan upaya BUMN dalam meningkatkan nilai ekspor di Tanah Air,” tutup Rini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *