Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

PT Dahana dan Pupuk Kaltim Segera Wujudkan Mimpi Indonesia Bangun Pabrik AN

MediaBUMN

Published

on

PT Dahana

PT Dahana (Persero) bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melakukan kesepakatan kerjasama untuk membangun Pabrik Amonium Nitrat (AN). Langkah yang dilakukan kedua perusahaan pelat merah dalam membangun pabrik AN tersebut dinilai sebagai salah satu penunjang kemandirian ekonomi di sektor industri bahan peledak yang dikelola dan dimiliki secara mandiri.

Berbagai dinamika dalam mewujudkan mimpi selama 30 tahun dalam membangun pabrik AN tersebut pada akhirnya mampu direalisasikan pada tahun ini. Hal tersebut menyusul telah dilaksanakannya penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) atau perjanjian Usaha Patungan antara PT Dahana dan Pupuk Kaltim di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta (19/9).

Adapun penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan langsung oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN RI Heri Purnomo, jajaran komisaris dan direksi PT DAHANA (Persero), Direksi PT Pupuk Kalimantan Timur, Direksi PT Wijaya Karya, Direksi PT DAHANA Investama Corp., Direksi PT Kaltim Amonium Nitrat, Perwakilan Sedin Engineering Co. Ltd

PT Dahana Telah Lakukan Kajian

Dalam momentum tersebut, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono mengungkapkan jika Perseroan dan Pupuk Kaltim telah melakukan studi banding serta melakukan kajian menyangkut berbagai aspek strategis seperti pasar, teknologi, peraturan perundangan, ketersediaan bahan baku dan sebagainya yang dibantu oleh konsultan independen bereputasi internasional.

“Untuk mendapatkan teknologi proses produksi AN yang handal dan terbukti, PT Dahana dan Pupuk Kaltim telah menggandeng BPPT yang membantu perusahaan dalam menilai dan mengkaji berbagai aspek terkait pemilihan teknologi AN serta merekomendasikan teknologi yang tepat yang akan dipakai dalam pabrik AN yang akan dibangun tersebut,” ujar Budi.

Berdasar kajian yang dilakukan secara seksama, Pabrik Amonium Nitrat akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas hingga 75.000 ton AN pertahunnya. Ini diharapkan mampu menumbuh-kembangkan turunan industri lainnya, menghemat devisa dari impor AN, menciptakan nilai tambah produk dalam negeri, dan tentunya menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia utamanya masyarakat Bontang.

Heri Purnomo yang mewakili Kementerian BUMN RI menyatakan dukungan dan dorongannya agar Pabrik AN ini terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan, karena pabrik pembuat bahan peledak industri pertambangan ini sangat penting bagi Kementerian BUMN dan Republik Indonesia pada umumnya.

“Kita berharap agar pembangunan pabrik ini dapat terealisasi tepat waktu untuk mendorong kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan kita,” kata Asisten Deputi PISM tersebut pada sambutannya.

Rencananya, pembangunan Pabrik AN yang dimenangkan tendernya oleh Konsorsium PT Wijaya Karya-Sedin Engineering Co. Ltd ini akan memakan waktu 30 bulan dan akan dimulai pembangunannya pada tahun ini. Total investasi pembangunan pabrik AN mencapai lebih kurang Rp1,1 Triliun yang didapat dari kredit investasi BUMN Perbankan ekuitas masing-masing pemegang saham. []

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Ubah Konsep Super Holding Menjadi Subholding

EKO PRASETYO

Published

on

super holding

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya akan menghentikan rencana pembuatan super holding BUMN yang pernah diinisiasi oleh Menteri BUMN sebelumnya (Rini Soemarno).

Menurutnya pembentukan super holding tidak lantas akan membuat BUMN menjadi lebih efektif. Justru dengan mengubah kepada konsep klasterisasi pengelompokan BUMN atau subholding maka akan mempermudah pengawasan serta mendorong masing-masing klaster menjadi lebih baik.

“Super holding akan ditiadakan dan akan menjadi konsep subholding BUMN,” ujar Erick dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020, Jakarta, (26/2).

Karena jumlah perusahaan pelat merah yang begitu banyak, maka dengan adanya klasterisasi akan semakin mempermudah pengawasan oleh Kementerian BUMN.

Lebih lanjut Erick menyebut dirinya memiliki target membentuk 20 klaster pelat merah. Dimana klaster-klaster tersebut akan sepenuhnya dalam pengawasan 2 Wakil Menteri BUMN.

“Tidak mungkin wamen BUMN masing-masing mengawasi kegiatan usaha BUMN sejumlah 142 perusahaan. Dengan adanya klasterisasi maka masing-masing wamen akan mengawasi 7-8 subholding BUMN,” jelas Erick.

Nantinya, lanjut Erick, akan ada klaster dengan kategori dead weight dimana akan diisi oleh perusahaan pelat merah yang kondisi keuangannya sekarat.

“Dengan adanya klaster tersebut maka akan mempermudah monitoring perseroan yang terbelit persoalan finansial,” tambahnya.

Sebelumnya pembentukan super holding pernah diinisiasi Presiden Joko Widodo ketika melakukan kampanye Pilpres 2019 silam. Pada saat itu Presiden Jokowi mengatakan pembentukan super holding BUMN diperlukan untuk memudahkan perusahaan pelat merah berkembang. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Sekarat Bakal dilepas ke Swasta?

Alfian Setya Saputra

Published

on

BUMN sekarat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ramai menjadi perbincangan soal BUMN sekarat yang terus menggerogoti uang negara menjadi salah satu tugas berat bagi Kementerian BUMN.

Adapun Kementerian yang digawangi Erick Thohir tersebut telah memiliki solusi menangani persoalan BUMN sekarat tersebut. Salah satu opsinya adalah melepas perusahaan pelat merah berkategori dead-weight alias sekarat itu ke pihak swasta.

Dimana opsi tersebut menjadi opsi kedua setelah sebelumnya Kementerian BUMN menyebut BUMN sekarat akan dilakukan likuidasi (tutup) atau digabung (merger). Menurut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menuturkan, semua opsi yang ada untuk persoalan BUMN sekarat tersebut masih dalam kajian.

“Berbagai opsi yang ada masih terus dikaji kemnudian masih terus dikonsolidasikan jadi satu, bisa didivestasikan kalau sudah mungkin lebih cocok dijalankan oleh pihak lain di luar BUMN, atau bisa diholdingkan jadi anak perusahaan yang lain. Pengkajian tersebut yang masih terus dilakukan,” ujar mantan bos PT Inalum tersebut (25/2).

Menurutnya hal terpenting yaitu adanya langkah konkret yang akan dilakukan kepada perusahaan pelat merah berstatus sekarat tersebut.

“Struktur bisnisnya yang terpenting harus jelas dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa untuk dapat mengeksekusi BUMN sekarat tersebut, Kementerian BUMN tengah menunggu adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang berisi pengalihan kewenangan divestasi, merger, dan lainnya kepada Kementerian BUMN.

“Pak Erick tengah memprosesnya agar nantinya kewenangan dalam melakukan divestasi serta merger bisa dilakukan oleh pak Erick sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” tutup Budi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

130 Bos BUMN Belum Setor Rencana Bisnis ke Erick Thohir?

MediaBUMN

Published

on

rencana bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – sebanyak 130 pimpinan di perusahaan pelat merah dinilai masih banyak yang belum menyetorkan rencana bisnis 5 tahun ke depan. Artinya dari sejumlah 140 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada baru 10 yang sudah melapor soal rencana kerja perusahaaan.

Kepada media, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan baru ada beberapa perusahaan yang melaporkan rencana bisnis yang berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Masa minta rencana bisnis (bisnis plan) saja tidak bisa? Yang rajin itu dari BUMN perbankan, PLN bahkan Pertamina juga sudah setor,” ujar Erick.

Adapun rencana bisnis perusahaan merupakan dokumen berkala yang menjadi pedoman terkait rencana manajemen untuk menjalankan bisnis pada periode tertentu. Rencana bisnis disediakan oleh kepala perusahaan sebagai penjabaran strategi dalam mencapai tujuan.Selain itu, rencana bisnis juga dibuat dengan tujuan untuk menggaet investasi dari pihak luar.

Dalam kesempatan tersebut, bos Mahaka Media ini juga menyebut akan meleburkan perusahaan pelat merah yang kinerjanya terus merugi dalam satu subholding. Untuk memudahkan kerja sang Menteri, rencananya Kementerian BUMN akan membentuk sebanyak 15 subholding, dimana masing-masing Wakil Menteri BUMN akan bertanggung jawab memegang sekitar 7 subholding.

“Nantinya kami ingin setiap wakil menteri memegang setidaknya ada 7 subholding atau lebih. Tapi belum final, masih dalam pemetaan,” tambah Erick.

Adapun sebelumnya, Menteri Erick telah menyampaikan rencana merger BUMN lainnya yang terus merugi antara lain PT PANN Multi Finance (Persero). []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM