PT Antam Catat Kenaikan Penjualan Hingga 22 Persen

oleh
PT Antam

PT Antam / PT Aneka Tambang Tbk, mencatat kenaikan sebanyak 22 persen untuk penjualan bersihnya di semester I/2019 ini. Nilainya menjadi Rp14,43 triliun.

Perseroan tersebut melaporkan bahwa penjualan bersih yang tidak melalui proses audit sebanyak Rp14,43 triliun di semester I/2019 ini. Nilai itu tumbuh sekitar 22 persen dari periode yang sama di tahun lalu, tepatnya dari Rp11,82 triliun.

Emas PT Antam Mendominasi

Secara detailnya, perusahaan pertambangan milik negara ini melaporkan penjualan yang tidak diaudit adalah emas yang mencapai 15,741 kilogram di semester pertama. Realisasi itu tumbuh sampai 14 persen jika dibanding akhir Juni 2018 yang mencatat nilai 13.760 kilogram.

Emas merupakan komoditas yang berperan sebagai kontributor terbesar untuk nilai penjualan unaudited PT Antam di semester ini. Lini usaha tersebut menyumbang sampai Rp9,61 triliun atau sekitar 67 persen dari total penjualan bulan Januari-Juni 2019.
Sementara itu, PT Antam juga melapor penjualan unaudited feronikel yang mencapai 13.157 ton nikel dalam feronikel di semester pertama. Ini meningkat sampai 5 persen dibanding penjualan di periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 12.579 ton. Nilai ini juga meningkat 2 persen dari sisi produksi dengan volume mencapai 13.017 dari 12.811 ton di semester I/2018.

Dengan itu, feronikel menjadi komoditas pendapatan terbesar kedua setelah emas. Feronikel menyumbang sekitar Rp2,31 triliun atau 16 persen dari total penjualan unaudited ANTM di semester pertama ini. Sedangkan penjualan unaudited untuk biji nikel mencapai 3,90 juta wet ton (wmt). Nilai ini melonjak naik sampai 103 persen dari 1,92 juta wmt di semester yang sama tahun lalu.

Volume produksinya tercatat sampai 4,79 juta wmt di Januari-Juni 2019, yang lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yang hanya sekitar 3,77 juta wmt. Untuk biji nikel tersebut, pendapatan yang diraih PT Aneka Tambang tumbuh 107 persen yoy menjadi Rp1,76 triliun di semester I/2019.

Sementara, untuk komoditas bauksit mencapai Rp297 miliar atau tumbuh sampai 136 persen secara tahunan dibanding sebelumnya yang mencapai Rp126 miliar saja. Sedangkan untuk alumina, perseroan melapor bahwa volume penjualannya melonjak sampai 2.505 persen yoy menjadi 13.443 ton. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *