Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

PT Adhi Karya Bicara Kinerja Keuangan Belum Sesuai Harapan

MediaBUMN

Published

on

PT Adhi Karya

Pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) masih di bawah ekspektasi analis pada sepanjang tahun 2018. Walaupun perseroan ini telah berhasil mencetak pertumbuhan keuntungan pesat di tengah peningkatan margin keuntungan.

PT Adhi Karya membukukan kenaikan laba bersih sejumlah Rp.644 miliar hingga akhir 2018, dibandingkan periode sama pada tahun lalu. Sedangkan pendapatan bertumbuh sebesar 3,3 persen menjadi Rp.15,65 triliun.

Pesatnya pertumbuhan laba bersih disokong oleh meningkatnya margin keuntungan kotor menjadi 16 persen dan margin laba bersih naik menjadi 4,1 persen. Peningkatan margin tersebut mendorong laba kotor perseroan bertumbuh sekitar 21,8 persen menjadi senilai Rp.2,51 triliun.

Baca juga: Kinerja WIKA Tumbuh Meyakinkan

“PT Adhi Karya berhasil mencetak pertumbuhan laba yang kuat di sepanjang tahun 2018. Namun realisasi kinerja tersebut masih di bawah ekspektasi kami dan konsensus analis,” tulis Maria Renata. Selaku Analisa Dana reksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Realisasi keuntungan PT Adhi Karya pada tahun lalu setara dengan 84,5 persen dari perkiraan Dana reksa Sekuritas sebelumnya. Namun pencapaian tersebut juga di bawah ekspektasi konsensus analis yang setara dengan 79,6 persen. Sementara pencapaian pendapatan hanya merefleksikan senilai 89,9 persen dari perkiraan Dana reksa Sekuritas dan di bawah perkiraan konsensus analis.

UPAYA STRATEGIS PT ADHI KARYA

Sebelumnya pada Februari PT Adhi Karya berencana merealisasikan sisa Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sejumlah Rp.2,1 triliun tahun ini. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi kekurangan biaya operasional dan investasi.

Laman: 1 2

HIGHLIGHT BUMN

Proyek Strategis Nasional Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

Alfian Setya Saputra

Published

on

Proyek strategis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek strategis nasional dipastikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap berjalan meskipun tengah dilanda pandemi virus corona (COVID-19). Salah satu Proyek strategis nasional yang tetap menjadi prioritas pemerintah untuk dilanjutkan adalah program listrik 35 ribu MW.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan saat ini kementerian tengah memilah proyek mana yang tetap menjadi prioritas di tengah pandemi virus corona. Saat ini pihaknya sedang melakukan mapping (pemetaan) berbagai proyek nasional. Namun ia memastikan semuanya proyek strategis nasional yang paling dibutuhkan akan tetap berjalan.

“Untuk melanjutkan berbagai proyek ini, tugas Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) untuk mengurus perizinan.Tapi pembuat keputusan tetap ada di kami karena pengelola,” kata Erick dalam video conference, Rabu (1/4/2020).

Dia juga memastikan untuk proyek 35 ribu MW yang menjadi salah satu Proyek strategis nasional akan terus dilanjutkan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat terutama usai corona berlalu. Menurut Erick, Indonesia jangan sampai terlena dalam menyiapkan infrastruktur kelistrikan. Karena kebutuhan listrik akan mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri.

“Proyek strategis nasional harus tetap berjalan untuk antisipasi. Jangan sampai ekonomi (negara) yang lain sudah kembali, kita masih stagnan karena terlambat melakukan antisipasi,” ucap Erick.

Pada kesempatan ini, Erick juga memeberikan arahan kepada seluruh perusahaan BUMN untuk melakukan konsolidasi, efisiensi, dan menjalankan proses bisnis yang tata kelola yang baik.

Untuk diketahui, mega proyek listrik yang sudah digagas sejak tahun 2015 ini progresnya belum begitu signifikan. Sampai tahun 2020 kapasitas yang terbangun baru ditargetkan 15.634 MW. Diperkirakan proyek ini baru akan rampung pada 2029 mendatang. Pembangunan proyek ini melambat karena asumsi makro yang dipakai sebelum proyek dijalankan lebih tinggi ketimbang dengan realisasi yang ada saat ini.

Sementara Pengamat BUMN, Toto Pranoto menilai langkah yang diambil Menteri BUMN Erick Thohir sudah tepat. Karena rencana pengadaan listrik 35 MW sebaiknya tetap dilanjutkan, agar daya saing industri nasional ke depannya bisa ditingkatkan. Sementara untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, menurut Toto bukan prioritas yang harus dikejar saat ini.

“Langkah Erick Thohir memetakan proyek BUMN ini sudah tepat, prioritas mana yang tetap harus bekerja dalam kecepatan tinggi, sedang, atau bahkan bisa ditunda dulu. Langkah ini menurut saya bisa mendorong roda ekonomi negara yang terus tertekan akibat pandemi virus ini,” kata Toto. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Usulan Pemberian Dana PMN Untuk BUMN Masih Dikaji

Alfian Setya Saputra

Published

on

PMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mengkaji usulan pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi perseroan milik negara yang terkena dampak virus corona atau Covid-19. Usulan ini dipertimbangkan sebagai antisipasi untuk menjaga kelangsungan semua BUMN.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Senin (30/3/2020). Pihaknya sedang melakukan analisis dan kajian terkait dengan kelangsungan usaha perusahaan negara yang mengalami kesulitan di masa pandemi ini.

“Pasti kami memikirkan kelangsungan semua BUMN. Hal itu sedang kami analisis,” tutur Arya.

Dia menjelaskan pada akhir 2019, Pemerintah telah merembuk alokasi dana PMN. Sepanjang 2020, besaran PMN dalam APBN Tahun 2020 dianggarkan senilai Rp17,73 triliun. Anggaran ini akan diberikan untuk beberapa perusahaan. Dua di antaranya ialah PT PLN (Persero) mendapatkan PMN terbanyak sebesar Rp5 triliun, dan PT Hutama Karya (HK) sebanyak Rp3,5 triliun.

Untuk penanganan wabah corona yang semakin meluas, Kementerian BUMN menggandeng seluruh platform telemedis untuk membantu pasien dalam melakukan isolasi mandiri. Salah satunya Good Doctor. Layanan dan teknologi yang dimiliki Good Doctor bisa memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam memerangi pandemi ini.

“Penggunaan teknologi ini kami harapkan bisa memfasilitasi pasien atau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan medis di rumah,” jelas Arya.

“Dalam situasi seperti ini, penting untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mempercepat penanganan Covid-19. Seperti Good Doctor dan Grab, meraka ini sudah memiliki teknologi yang mumpuni serta cakupan pengguna luas, yang bermanfaat demi percepatan penanganan Covid-19,” tandasnya.

Diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mendapat permintaan dari Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) terkait penggelontoran dana PNM di tengah pandemi virus corona. Kondisi yang telah mempengaruhi sisi pendapatan ini dikhawatirkan akan menggoncang bisnis emiten berkode GIAA tersebut. Bahkan, karyawan juga merasa was-was bila nantinya Garuda mengambil opsi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk membantu maskapai pelat merah ini dengan dana PMN agar kinerja tetap stabil di tengah krisis corona. Saat ini operasional Garuda diklaim berkurang pesat hingga mencapai 50 persen.

“Perasaan was-was itu wajar. Kami memahami kondisi perusahaan akibat merebaknya virus corona, tapi kami minta tak ada pengurangan karyawan,” kata Tomy beberapa waktu lalu. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Serukan Jaga Indonesia Dari Rumah

Alfian Setya Saputra

Published

on

erick

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berseru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga Indonesia dari rumah. Seruan ini adalah salah satu imbauan Erick kepada masyarakat untuk bersatu padu melawan wabah Covid-19 atau virus corona.

Menurut Erick di Jakarta, Minggu (29/03) masyarakat bisa menjaga dan mencintai Indonesia dari rumah masing-masing.

“Saat inilah waktunya kita bersama-sama melakukan yang mungkin kerap kita lupakan karena aktifitas yang padat. Perbanyak perbincangan dengan orang tua, mesra dalam cengrama antara suami istri dan anak-anak, serta jangan lupa bantu mereka yang tengah dalam kondisi yang sulit,” seru Erick.

Ditambahkannya, sudah saatnya sekarang ini seluruh elemen bangsa bersatu padu melawan corona dengan cara gotong-royong saling membantu dan memberikan solusi dan tentunya juga dengan jaga Indonesia dari rumah.

“Di rumah aja karena virus ini tentu membosankan. Hanya saja kita perlu ingat, jangan bosa mencintai Indonesia,” imbuhnya.

Erick juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh masyarakat yang aktifitas keluarganya telah dibatasi untuk membantu memperlambat penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Untuk itu, Erick Thohir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya ke seluruh para petugas kesehatan yang saat ini sedang berjibaku di garis terakhir di Puskesmas dan berbagai rumah sakit.

Tak lepas juga, Erick menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemuka agama yang turun secara langsung memastikan semua warga bisa mengikuti aturan pemerintah untuk tetap di rumah.

Demikian juga untuk para pemuka agama yang tak pernah bosan untuk bisa terus mendoakan dan terus berupaya mengingatkan semua masyarakat akan wabah yang tengah melanda negeri ini.

“Teruntuk masyarakat yang terbiasa sholat Jumat di Masjid, dan yang biasa di setiap hari Minggunya beribadah di gereja, ada yang biasa ke pura dan vihara, saya sampaikan terimakasih telah berkenan untuk beribadah di rumah. Insya Allah, kita dapat melewati semua ini bersama dan kita dapat kembali beribadah seperti biasanya,” kata Erick.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang saat ini akhirnya memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halaman.

Langkah ini menurutnya tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, sehingga tidak terjadi penyebaran.

Ia juga sampaikan terimakasih kepada para pengusaha, aktivis, donatur, komunitas dan dermawan yang saat ini terus bergerak membantu para petugas kesehatan dan mereka yang secara ekonomi terdampak.

“Mari terus bahu membahu membantu saudara kita dengan ikut berdonasi. Bantuan kita semua tentunya sangat membantu mengatasi wabah ini,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM