Proyek TOD Halim Dilirik Enam Investor

oleh
Proyek TOD

MEDIABUMN.COM, JakartaProyek TOD (transit oriented development) diproyeksikan menjadi proyek properti yang sangat startegis seiring perkembangan transportasi perkeretaapian tanah air.

Adalah PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) merupakan pengembang dari proyek TOD yang menjadi satu paket dengan proyek jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Direktur TOD dan Legal KCIC Dwi Windarto mengatakan bahwa pihaknya menargetkan investasi ke properti terintegrasi kereta cepat bisa mulai mengalir di tahun depan.

“Untuk itu nantinya, masing-masing harus sudah jadi pemodal. Saat ini proesesnya akan terus kami jajaki,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk pengembangan proyek TOD yang umumnya meliputi apartemen dan pusat-pusat perbelanjaan nantinya akan berada di empat stasiun pemberhentian kereta cepat Jakarta-Bandung.

Jadi kata Dwi, kebutuhan total lahan yang akan digunakan kurang lebih seluas 1.862 hektare.

Sementara itu, untuk saat ini Dwi merincikan baru ada di Stasiun Halim (Jakarta) dan Stasiun Walini (Jawa Barat) yang sudah siap untuk dikerjakan.

Sedangkan untuk Stasiun Karawang dan Stasiun Tegalluar masih memerlukan pembebasan lahan.

“Jadi untuk Stasiun Halim yang hanya memiliki luasan 2,6 hektare saja sudah dilirik enam investor,” kata Dwi tanpa menyebutkan nama entitas.

Namun dirinya meyakini sebagian proyek TOD telah terbangun saat kereta cepat meluncur di tahun 2021.

Disampaikannya, untuk segala macam target kerja kereta cepat Jakarta – Bandung itulah yang sebelumnya telah menginisiasi pembentukan task force atau disebut dengan satuan tugas (stagas) khusus. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *