Connect with us
PERTAMINA

Industri

Proyek PT INTI Naik Hingga 80 Persen, Siapkan 5 Skenario New Normal

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Proyek PT INTI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek PT INTI atau Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) mengalami peningkatan signifikan di masa pandemi Covid-19. Jumlahya naik 80 persen atau hingga empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 20 persen.

Direktur Utama INTI Otong Iip mengatakan peningkatan proyek PT INTI terhitung hingga per Mei 2020 yang diklasifikasikan sebagai proyek positif.

“Peningkatan jumlah proyek mencapai 80 persen, atau meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Otong Iip, dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Otong menjelaskan, sejak pertengahan kuartal I tahun 2020, PT INTI memiliki sejumlah proyek berskala nasional yang sempat mengalami perlambatan akibat wabah corona.

Meski begitu, PT INTI justru mendapatkan berbagai proyek baru berskala nasional di bidang telekomunikasi yang mengubah komposisi jumlah proyek positif perusahaan.

Jumlah proyek PT INTI yang naik signifikan ini merupakan dampak dari bisnis perusahaan yang terus digentjot, terutama bidang rancangan sistem perakitan, manufaktur, dan manajemen pelayanan agar tidak berdampak pada perlambatan kinerja di saat perusahaan lain justru menahan aksi di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi di masa pandemi ini PT INTI justru kebanjiran orderan,” kata Otong.

Meningkatnya jumlah proyek di perusahaan BUMN ini, perseroan telah menyiapkan lima skenario bisnis di masa New Normal.

Sehingga perusahaan bisa bekerja cepat tapi tetap menerapkan protokol, prosedur kerja, dan skenario yang ketat.

PT INTI telah menerapkan protokol New Normal di seluruh unit kerja serta anak perusahaan sejak 23 Maret lalu.

“Penyusunan protokol New Normal ini merupakan arahan Menteri BUMN tentang dan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di perkantoran dan industri untuk mendukung keberlangsungan usaha di masa pandemic,” jelas Otong.

Direktur Bisnis PT INTI, Teguh Adi Suryandono menambahkan pihaknya menetapkan dua fokus utama dalam protokol New Normal.

Pertama aspek people yang mengharuskan adanya pengamanan terhadap orang, meliputi karyawan, mitra usaha, pelanggan, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kedua business continuity yang mewajibkan pengamanan terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan. Poin ini dilakukan dengan menggenjot peluang bisnis baru yang relevan terhadap perubahan pola kegiatan industry.

“Dua fokus utama ini siap dijalankan melalui lima fase skenario,” kata Teguh Adi.

Pembagian fase ini yaitu, di fase pertama adalah penyusunan protokol perlindungan karyawan, pelanggan hingga pemangku kepentingan lainnya.

Fase kedua proses bisnis yang kritikal terhadap kelangsungan usaha, mulai dari pemeliharaan dan perbaikan perangkat telekomunikasi, produksi, dan proyek.

Di fase ketiga, empat dan lima, PT INTI menerapkan secara penuh skema New Normal di seluruh proses bisnisnya diakhiri dengan evaluasi penerapan skenario tersebut. []

Transportasi

Dana Talangan Untuk PT KAI Butuh Rp3,5 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Dana talangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana talangan menjadi pilihan terakhir bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI agar tetap bisa melanjutkan operasional dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Untuk itu, PT KAI akan mengajukan dana talangan senilai Rp3,5 triliun kepada pemerintah, 36 persen dari dana itu atau senilai Rp1,25 triliun diperuntukkan bagi biaya pegawai.

Saat ini, PT KAI memiliki 46.000 pegawai yang terdiri dari 30.000 pegawai induk usaha dan 16.000 pegawai anak usaha.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartanto mengatakan pihaknya mengambil kebijakan untuk tidak merampingkan karyawan hingga tidak adanya pemangkasan pendapatan.

“Kami tidak akan melakukan pemotongan gaji dan melakukan PHK karyawan, sehingga kami memerlukan likuiditas Rp1,25 triliun untuk membiayai ini,” jelasnya, Rabu (8/7/2020).

Menurut Didiek, selain biaya pegawai, porsi terbesar dana talangan ini akan dimanfaatkan untuk perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian Rp680 miliar, bangunan di sepanjang lintasan kereta Rp740 miliar.

Sisanya untuk pembiayaan komponen biaya bahan bakar senilai Rp550 miliar dan dana pendukung operasional senilai Rp280 miliar.

Didiek menambahkan, selama pandemi corona, PT KAI telah melakukan beberapa langkah efesiensi untuk bisa survive.

Namun hal tersebut masih belum cukup untuk mendukung berbagai kegiatan operasional perseroan.

“Pengajuannya yang terbesar untuk biaya pegawai 36 persen, sedangkan 21 persen untuk perawatan prasarana termasuk bangunan, dan 19 persen untuk sarana perkeretaapian,” jelasnya.

Untuk merealisasikan dana talangan ini, perusahaan pelat merah ini akan menyampaikan surat permohonan kepada Kementerian BUMN.
Selanjutnya akan dilakukan pembahasan bersama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian keuangan, disusul pembahasan skema dengan lembaga keuangan dan non keuangan dan Kemenkeu.

Menurut Didiek, secara struktur kemenkeu akan menunjuk Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Penjaminan Indonesia sehingga terkumpul dana talangan senilai Rp3,5 triliun.

“Kami sudah melakukan RDP dengan DPR, dengan begitu paling lambat hingga Agustus 2020 telah menandatangani perjanjian pendanaan sekaligus pencairan pendanaan pada bulan yang sama,” jelasnya.

Anjok Dihantam Corona

Pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pendapatan perseroan yang anjlok.

Rinciannya, di bulan Januari 2020, pendapatan PT KAI cukup bagus yakni Rp2,3 triliun, namun pada Februari, pendapatan mulai turun menjadi Rp1,2 triliun saja.

Lalu di bulan Maret, pendapatan semakin anjlok hanya Rp890 miliar, dan turun lagi di bulan April yang hanya sebesar Rp684 miliar.

“Sementara perseroan harus tetap mengeluarkan biaya operasinal yang mana jumlahnya cukup tinggi. Seperti di bulan Maret Rp1,4 triliun, dan April Rp1,2 triliun, jadi dampak covid-19 ini langsung terasa dalam cash flow kami,” tutupnya. []

Continue Reading

Perbankan

BRI Buka Rekening Dilaunching, Target 1 Juta Rekening Baru

EKO PRASETYO

Published

on

BRI Buka Rekening

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BRI Buka Rekening resmi dilaunching PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada Rabu (8/7/2020). BRI Buka Rekening merupakan inovasi layanan dalam pembukaan rekening secara digital yang memudahkan nasabah tanpa harus bertatap muka dengan petugas bank.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengatakan, Platform BRI Buka Rekening ini dapat diakses melalui situs resmi BRI pada laman https://bukarekening.bri.co.id/digital-saving/.

Dengan platform terbaru ini, Handayani menyebut nasabah bisa melakukan pembukaan rekening dengan teknologi digital signature dan face recognition.

“Sebelumnya, pembukaan rekening tanpa bertatap muka hanya dapat dilakukan oleh nasabah eksisting BRI. Tapi dengan layanan ini, nasabah baru pun bisa membuka rekening digital tanpa datang secara fisik,” kata Handayani melalui keterangan resminya usai acara peluncuran BRI Buka Rekening.

Menurutnya, BRI selaku salah satu bank BUMN akan terus memberikan kemudahan layanan perbankan kepada masyarakat luas.

Handayani menyebut, inovasi digital saving BRI menjadi salah satu solusi pelayanan menabung yang lebih mudah, cepat, dan aman.

Keunggulan lain dari platform BRI Buka Rekening adalah konsep verifikasi nasabah yang dipilih tidak perlu tatap muka dengan agen bank, tapi melalui media video call, sehingga proses pembukaan rekening dapat lebih cepat dan mudah.

“Meski dilakukan secara daring, kami memastikan semua proses ini tetap aman, karena pembukaan rekening hanya dapat dilakukan apabila calon nasabah adalah pemilik NIK yang benar dan sesuai dengan yang didaftarkan,” jelasnya.

Dengan layanan ini, nasabah tidak hanya mendapatkan rekening Digital Saving, tapi juga otomatis teregistrasi sebagai user Internet Banking BRI, sehingga rekening yang dibuat dapat langsung digunakan untuk bertransaksi secara digital.

Handayani menambahkan, melalui strategi perluasan channel pembukaan rekening ini, perseroan menargetkan di tahun pertama ini akan ada 1 juta pembukaan rekening baru.

“BRI Buka Rekening ini nantinya akan kami tempatkan di berbagai aplikasi dan website Bank BRI, serta beberapa aplikasi atau website pihak ketiga yang bekerja sama denga BRI. Dengan begitu, masyarakat dapat semakin mudah mengakses platform BRI Buka Rekening,” tandasnya.

Untuk diketahui, BRI juga meluncurkan program Akuisisi Digital Saving melalui BRI Buka Rekening pada periode 7 Juli sampai dengan 31 Desember 2020 atau selama kuota tersedia.

Nasabah yang ikut program ini akan mendapatkan hadiah berupa voucher digital. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Produksi Pupuk Indonesia Capai 6,2 Juta Ton

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Produksi pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi pupuk yang dihasilkan PT Pupuk Indonesia (Persero) sepanjang semester I 2020 tercatat mencapai 6,2 juta ton. Jumlah itu setara 52 persen target produksi dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) PT Pupuk Indonesia tahun 2020 yaitu 11,9 juta ton.

Volume produksi pupuk tersebut terdiri dari 4 juta ton pupuk urea, 1,4 juta ton pupuk NPK, 264.864 ton pupuk SP-36, 415.820 ton pupuk ZA dan 4.560 ton pupuk ZK.

Menurut Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, angka produksi pupuk ini merupakan hasil kontribusi dari lima anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kaltim, dan PT Pupuk Kujang.

Dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu, angka produksi hingga pertengahan tahun ini tercatat tumbuh 6,92 persen.

“Peningkatan produksi pupuk ini tidak lepas dari kondisi pabrik yang saat ini sudah bisa beroperasi secara optimal sehingga produksi setiap tahunnya juga terus meningkat,” kata Aas, Rabu (8/7/2020).

Tidak hanya produk pupuk, perusahaan pelat merah ini juga membukukan volume produksi nonpupuk yang tercatat sebesar 3,58 juta ton.

Angka ini juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 3,29 juta ton.

Total produksi nonpupuk sepanjang semester I tahun 2020 terdiri dari 121.278 ton asam fosfat, 361.662 ton asam sulfat, dan 3,1 juta ton amoniak.

Selain meningkatkan produksi pupuk dan nonpupuk, BUMN ini juga terus berupaya menekan biaya produksi agar dapat melakukan efisiensi, dan membuahkan hasil positif.

Aas mencontohnya efisiensi pemakaian gas untuk produksi amoniak tahun 2019 sebesar 35,92 MMBTU/ton yang turun dari target 36,05 MMBTU/ton.

Kemudian rasio konsumsi gas untuk produksi urea sebesar 27,56 MMBTU/ton, lebih efisien dari rencana sebesar 28,28 MMBTU/ton.

“Langkah efisiensi ini penting untuk mengurangi beban pemerintah atas subsidi pupuk, termasuk untuk peningkatan daya saing produk. Dengan efisiensi, kami yakin biaya produksi tahun ini akan semakin menurun pemerintah telah menetapkan kebijakan penyesuaian harga gas bagi industri pupuk,” ungkapnya.

Penurunan harga gas ini, kata dia, akan berdampak positif bagi sektor industri, termasuk industri pupuk.

Penurunan harga gas dipastikan akan sangat berdampak pada penurunan biaya produksi karena penggunaan gas mencapai 70 persen dari struktur biaya produksi pupuk.

“Turunnya biaya produksi pupuk pada akhirnya akan mengurangi beban subsidi pupuk dari pemerintah karena biayanya sudah lebih murah,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!