Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Proyek Minyak Dikaji, Pertamina Teken MoU dengan PT Nindya Karya dan Konsorsium Korea

MediaBUMN

Published

on

Proyek minyak

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek minyak dan gas yang digarap oleh PT Pertamina (Persero) dengan mitra strategis dikaji kembali dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU). Kedua mitra itu adalah PT Nindya Karya (Persero), dan konsorsium perusahaan Korea Selatan yang melakukan penandatanganan MoU secara virtual melalui konferensi video, Rabu (20/5/2020).

MoU ini ditandatangani oleh perwakilan masing-masing perusahaan yaitu PT Pertamina oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang; konsorsium Korea diwakili oleh Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung, dan PT Nindya Karya oleh Direktur Utama Haedar Karim.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan MoU ini untuk mengkaji peluang bisnis dan kerja sama dalam menggarap proyek minyak dan gas di Indonesia. Khususnya kegiatan Refinery Development Master Plan (RDMP) Unit Pengolahan II Dumai. Bahlil mengatakan kerja sama ini sudah dimulai sejak tahun 2019 lalu saat ia berrkunjungan ke Korea Selatan.

“Ini merupakan inisiatif yang kita bangun bersama sejak tahun lalu agar terjadi kesepakatan dalam pengelolaan proyek industri minyak. Meskipun saat ini pandemi Covid-19 terjadi di semua negara, ketiga pihak tersebut tetap komitmen melanjutkan rencana kerja sama itu,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2020).

Terkait penggarapan proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai, menurut Bahlil hal ini penting, karena proyek senilai US$ 1,5 miliar ini dapat meningkatkan kapasitas produksi minyak dalam negeri dan akan akan mengurangi ketergantungan impor minyak Indonesia. Karena itulah Proyek minyak ini menjadi satu dari beberapa RDMP prioritas PT. Pertamina.

“Langkah ini diharapkan mampu mengatasi defisit transaksi berjalan ke depannya. Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik serta dapat memberikan efek ganda dalam pemerataan pembangunan di Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurut Bahlil, penandatanganan MoU ini juga sejalan dengan upaya percepatan pelaksanaan megaproyek RDMP Dumai yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena itu Pemerintah akan hadir untuk membantu memfasilitasi proyek agar berjalan dengan aman.

“Kami juga akan melibatkan pengusaha nasional yang ada di daerah sehingga terjadi kolaborasi. Yang jelas BKPM akan bantu proyek ini,” tandasnya.

Dari pihak Pertamina yang diwakili Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang menyampaikan, proyek ini memang menjadi prioritas untuk cepat diselesaikan.

“Nindya Karya dan konsorsium Korea yang menjadi partner strategis Pertamina akan melakukan kajian upgrading Kilang Dumai. Dari hasil kerjasama ini ditargetkan pada Desember 2020 nanti ada milestone penting yang sudah tercapai,” ujar Ignatius.

Sementara Nindya Karya sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan investasi menyambut baik kerja sama ini. Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim mengatakan pihaknya berkomitmen akan melaksanakan tahapan megaproyek ini sesuai dengan target yang telah disepakati.

“Kami akan melaksanakan dengan mempersiapkan sumber daya terbaik dari perusahaan, sehingga proyek besar ini dapat berjalan sesuai harapan kita bersama. Karena ini merupakan proyek strategis dengan nilai investasi yang cukup besar yang disiapkan untuk mewujudkan program ketahanan energi,” ujar Karim.

Hal senada disampaikan Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung selaku perwakilan konsorsium perusahaan Korea. Ia mennyampaikan rasa syukur atas penandatangan MoU di antara tiga pihak di tengah banyak kesulitan akibat pandemi Covid-19. []

Energi & Tambang

Dewan Komisaris PLN Ditambah, Padahal Lagi Rugi Rp12 Triliun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Dewan Komisaris PLN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dewan Komisaris PLN ditambah jumlahnya oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mulai 16 Oktober 2020.

Dalam penambahan Dewan Komisaris PLN ini, Erick menunjuk mantan Deputi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo untuk menduduki jabatan tersebut.

Penambahan ini tetap dilakukan meski saat ini kondisi keuangan PT PLN (Persero) sedang terpuruk akibat dampak pandemi covid-19.

Tercatat kerugian bersih yang dialami perusahaan pelat merah ini mencapai Rp12,2 triliun sejak Januari hingga September 2020.

Hal ini berbanding terbalik dengan capaian PLN pada periode yang sama di tahun 2019, yang berhasil mencetak laba bersih Rp10,9 triliun.

Terkait penambahan jumlah Dewan Komisaris PLN, Sekretaris Perusahaan PLN telah menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Disebtukan dalam keterangan tertulisnya, bahwa pengangkatan satu Komisaris yang baru adalah Keputusan Menteri BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT PLN (Persero).

Namun karena kondisi PLN yang sedang rugi besar, penambahan dewan komisaris PLN ini dikhawatirkan akan menambah beban usaha perusahaan.

Pasalnya, pada akhir bulan Setember lalu, Kementerian BUMN juga menambah dua komisaris baru di perusahaan setrum negara ini, yakni M Rudy Salahuddin dan M Yusuf Ateh.

Dengan tambahan 3 komisaris baru ini membuat total jumlah dewan komisaris PLN menjadi 11 orang dari sebelumnya 8 orang.

Namun hingga September 2020, kondisi ‘besar pasak daripada tiang’ masih terjadi, dimana beban usaha PLN lebih besar ketimbang pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan PLN, jumlah beban usaha selama 9 terakhir mencapai Rp223,8 triliun, namun pendapatan usaha yang didapat lebih rendah, yaitu Rp212,2 triliun.

Sementara biaya kepegawaian hanya turun tipis dari Rp17,1 triliun menjadi Rp16,7 triliun.

Kemudian beban kepegawaian terdiri dari jasa produksi dan insentif prestasi kerja Rp4,1 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,3 triliun.

Berikut daftar jajaran Dewan Komisaris PLN :

1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Amien Sunaryadi

2. Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara

3. Komisaris Independen: Deden Juhara

4. Komisaris Independen: Murtaqi Syamsuddin

5. Komisaris: Ilya Avianti

6. Komisaris: Rida Mulyana

7. Komisaris: Mohamad Ikhsan

8. Komisaris: Dudy Purwagandhi

9. Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh

10. Komisaris: Mohammad Rudy Salahudin

11. Komisaris: Eko Sulistyo. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Program 12 Jam Kerja Diterapkan, Angka Kecelakaan Turun 85 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Program 12 Jam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program 12 Jam Kerja mulai diterapkan PT Elnusa Petrofin bagi Awak Mobil Tangki (AMT) di berbagai wilayah operasinya.

Penetapan jam kerja maksimal ini guna meningkatkan faktor keselamatan berkendara bagi para sopir.

Pasalnya faktor kelelahan menjadi salah satu faktor yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja, khususnya sopir yang bertugas untuk mengantarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina ke berbagai wilayah.

Department Head of HSSE & QM PT Elnusa Petrofin, Lisda Dwi Rahayu mengatakan, program 12 jam kerja ini sebagai tindak lanjut dari Gerakan Bersama Peningkatan Keselamatan Transportasi Mobil Tangki Pertamina yang ditetapkan pada Oktober 2019 lalu.

Program 12 Jam Kerja dibuat oleh pihak Pertamina lantaran melihat hasil analisa bahwa 56 persen insiden mobil tangki sepanjang tahun 2017 dan 2018 disebabkan karena faktor manusia.

“Sehingga dibuatkan program peningkatan keselamatan yang diterapkan oleh pengelola, termasuk PT Elnusa Petrofin,” jelas Lisda dalam siaran pers, Selasa (27/10/2020).

Beberapa poin utama yang ditetapkan dalam aturan ini di antaranya monitoring program 12 jam kerja AMT sesuai dengan ketentuan keamanan dan keselamatan kerja untuk penyalur jarak dekat.

Sejak Februari lalu, Elnusa Petrofin telah menerapkan program 12 jam kerja ini di sejumlah terminal Pertamina.

Seperti di Medan, Siak, Padang, Jambi, Kertapati, Bangka, Manggis, Sangaran, Makassar, Donggala, Bitung, Banjarmasin, Pontianak, Balikappan, Wayame, hingga Jayapura.

“Tahun ini hanya terjadi 1 insiden yang dialami mobil tangki, tahun lalu ada 5 kejadian. Jadi jumlah insiden yang dialami mobil tangki turun drastis dan tingkat keselamatan naik 85 persen,” ujarnya.

Lisda memaparkan, tingkat pelanggaran melebihi batas kecepatan (overspeed) juga mengalami penurunan drastis.

Begitu juga dengan perilaku berkendara lainnya yang dapat membahayakan, sepert berbelok dengan cepat, rem mendadak, dan akselerasi kecepatan yang tidak wajar.

Sementara Nur Kholis selaku Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin mengatakan, selain menerapkan program 12 jam kerja, pihaknya juga melakukan berbagai inovasi dalam operasional usaha.

Seperti pemanfaatan bidang teknologi informasi dan terobosan lainnya untuk meningkatkan faktor keselamatan baik bagi para sopir mobil tangki. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Nikmatnya Seruput Kopi Kang! di Tengah Habitat Kukang

MediaBUMN

Published

on

Kopi Kang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Berada di kawasan “ring of fire” gunung berapi, Indonesia memiliki banyak dataran tinggi. Salah satu keuntungannya, kontur tanah dan hawa di dataran tinggi sangat baik untuk kesuburan tanaman kopi. Tak heran, Indonesia menjadi negara produsen kopi yang digemari hingga ke mancanegara.

Kopi juga menjadi pintu bagi PT Pertamina (Persero) untuk mengupayakan pengembangan masyarakat di sekitar wilayah Desa Cipaganti, Cisurupan, Kab Garut.

Melalui kegiatan Corporate Social Responsibiliy (CSR) Fuel Terminal Bandung Group – Marketing Operation Region (MOR) III, Pertamina meresmikan Program CSR Kopi Kang!, dan simbolis penanaman bibit kopi di Desa Cipaganti, Garut, Selasa (27/10). Peresmian Kopi Kang diwakili oleh Community Development Officer Fuel Terminal Bandung Group Wahyu Eko Widodo bersama dengan Ahmad Jamil Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cipaganti.

“Saya mewakili kepala desa dan warga desa Cipaganti, Cisurupan, Garut, sangat berterima kasih kepada Pertamina yang telah membantu petani-petani kopi disini mulai dari pembibitan, pelatihan, pengolahan hingga pemasaran. Biasanya program pemberdayaan masyarakat yang paling sulit adalah bagian pemasaran, karena itu kami berharap agar nanti pemasaran pun dapat dibantu,” kata Ahmad.

Pada program Kopi Kang!, kebun kopi terletak berdeketan dengan wilayah konservasi hewan kukang. Para petani kopi sudah turun temurun menghasilkan biji kopi khas Garut, dapat hidup berdampingan dengan habitat kukang yang ternyata ikut berperan dalam proses penyerbukan tanaman kopi.

Kopi Kang

“Karena simbiosis mutualisme alamiah ini, kami mengembangkan program CSR yang semula hanya konservasi kukang, kini merambah ke pemberdayaan petani kopi di sekitar habitat kukang,” jelas Unit Manager Communication Relations MOR III Eko Kristiawan.

Eko menambahkan, program Kopi Kang! ini diharapkan bisa membantu petani untuk memproduksi biji kopi unggulan. Sehingga, pada akhirnya dapat menjual produk berkualitas dan memajukan perekonomian petani kopi dimana 10% profit yang dihasilkan dari penjualan kopi kang akan didonasikan untuk program pelestarian kukang.

Pemberdayaan Pertamina dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan, mulai dari saat proses penanaman bibit kopi hingga proses pengemasan produk. Selain itu, menyediakan alat pengolahan biji kopi, hingga mendukung strategi pemasaran.

Sebelumnya, Pertamina bersama Yayasan Muka Geni menjalankan program CSR keanekaragaman hayati konservasi kukang. Langkah ini menjadi salah satu upaya Pertamina yang wilayah operasinya tersebar di seluruh Indonesia, untuk turut serta melestarikan satwa yang nyaris punah.

Kukang Jawa merupakan satwa endemik yang dilindungi pemerintah melalui Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam beserta ekosistemnya.

Bahkan, badan konservasi dunia IUCN (International Union Conservation Nation) memasukkan primata beracun itu dalam kategori kritis atau terancam punah. Sedangkan menurut CITES (Convention On International Trade In Endagered species of Wild Fauna and Flora) memasukkan kukang dalam kategori apendix I, yang artinya dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!