Proyek LRT Dipastikan Beroperasi Penuh Pada Maret 2021

by
Proyek LRT

Proyek LRT (Light Rail Transit) Jabodetabek tahap I dipastikan sudah bisa beroperasi penuh pada bulan Maret tahun 2021. Hal tersebut dipastikan oleh Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Budi Harto.

Namun demikian terkait keberadaan proyek LRT tersebut Budi mengatakan jika idealnya jaringan LRT memiliki panjang 200 kilometer (Km). Hal ini, papar Budi dibutuhkan agar keberadaan proyek LRT dapat betul-betul mengurai kemacetan yang terjadi di Jakarta serta kota-kota penyanggahnya seperti Bekasi, Bogor dan Depok.

Baca Juga: Laba Bersih Adhi Karya Tumbuh 63,6 Persen

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa pembangunan jaringan LRT dengan panjang 200 Km memiliki pertimbangan yang sangat matang. Hal ini berlandaskan semakin pesatnya wilayah-wilayah di DKI Jakarta serta masyarakat yan tinggal kota-kota penyanggah Ibukota yang semakin tinggi mobilitasnya.

Adhi Karya akan membangun jaringan LRT Jabodebek sepanjang 82 km yang terdiri dari dua tahap. Saat ini masih kurang 50 Km lagi terdiri atas 44,5 Km untuk LRT Jabodetabek tahap I dan LRT Jakarta yaitu 5,8 Km,” ujar Budi.

Kebutuhan transportasi massal seperti proyek LRT menurutnya sudah sangat mendesak. Hal ini mengingat kerugian menjadi semakin besar akibat kemacetan yang semakin parah.

“Bayangkan uang yang mencapai Rp30 triliun setiap tahunnya dibakar akibat pemborosan BBM karena kemacetan. Jelas ini merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia,” pungkas Budi.

Adapun nilai kerugian tersebut sejatinya jauh lebih besar dibandingkan nilai investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun proyek LRT Jabodetabek yang hanya sebesar Rp27 triliun. dimana dengan adanya LRT tersebut akan mampu mengangkut sebanyak 500.000 orang setiap harinya.

“Tapi dalam mengerjakan proyek LRT ini bukannya pekerjaan mudah banyak tantangan disitu khususnya hal yang perlu dipertimbangkan di luar besaran nilai investasinya,” ujarnya.

Baca Juga: Kredit Infrastruktur BNI Diproyeksi Tumbuh Double Digit

Sebagai informasi bahwa seluruh proyek LRT yang digarap Adhi Karya pada tahap I telah mencapai progress sebesar 58,3 persen dengan biaya yang sudah dikeluarkan mencapai Rp22,8 triliun.

“Paling signifikan progresnya ada pada lintas Cawang-Cibubur yang sudah mencapai 78,5 persen. Hal ini dapat dilakukan karena tidak adanya hambatan dalam pembebasan lahan. Sementara untuk lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas progresnya 46,1 persen dan lintas Cawang-Bekasi Timur progresnya 52,8%,” paparnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *