Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

Proyek Listrik EBT PLN akan Dibiayai Bank Mandiri

Published

on

Proyek listrik EBT

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek listrik EBT atau Energi Baru Terbarukan yan dikelola PT PLN (Persero) akan dibiayai oleh Bank Mandiri.

Hal ini sesuai dengan kerjasama kedua perusahaan pelat merah tersebut yaitu dalam Knowledge Sharing Ketenagalistrikan.

Bank Mandiri menyatakan siap mendukung proyek listrik EBT PLN guna mendukung pertumbuhan bisnis maupun ekosistem PLN.

Direktur Keuangan And Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Sinthya Roesly mengatakan, kerja sama pihanya dengan Bank Mandiri punya makna berbagi informasi yang sangat luas.

Tak hanya di sektor pembiayaan proyek infrastruktur, tapi juga dalam hal informasi pertumbuhan bisnis, dan target pasar.

Menurutnya, PLN sudah banyak belajar dari Bank Mandiri yang telah mendirikan Mandiri Institute.

“Dari situ, Bank Mandiri akan memberikan gambaran terkait informasi pasar, sektor keuangan, dan kondisi ekonomi terupdate. Gambaran ini yang akan dijadikan sumber untuk menentukan bisnis PLN selanjutnya,” ujar Sinthya Roesly dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).

Dukung Penuh Proyek Listrik EBT

Sementara Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Susana Indah Kris Indriati mengapresiasi kepercayaan PT PLN atas kerja sama ini.

Bank Mandiri akan terus mendukung pertumbuhan bisnis PLN, termasuk dalam penggarapan proyek listrik EBT.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis PLN saat ini meningkat drastis, yang tampak dari data transaksi forex melalui Bank Mandiri pada tahun 2020 yang mencapai USD3,3 miliar.

Kemudian nilai collection melalui Bank Mandiri per bulannya mencapai Rp8 triliun, atau sekitar 30 persen dari total collection PLN.

Ia pun berharap setelah MoU ini terjalin, Bank Mandiri dan PLN akan terus meningkatkan kerjasama yang lebih intensif.

Baik kerja sama dalam bentuk workshop, training, Forum Group Dsicussion dan kolaborasi lain.

Susana menyebut, Bank Mandiri dapat melihat lebih jelas dan detail terkait pertumbuhan industri listrik beserta supply chain yang terlibat di dalamnya.

Terkait strategi PLN mendorong proyek listrik EBT, Bank yang tergabung di Himbara ini juga siap memberikan dukungan terbaik.

“Kami sudah memiliki rancangan pembiayaan untuk pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga mikro hidro. Penyaluran pembiayaan untuk sektor kelistrikan dari Mandiri totalnya mencapai Rp800 triliun,” ungkapnya.

Ke depan, Bank Mandiri akan mendorong pembiayaan proyek listrik EBT sehingga bisa mencapai target nasional yaitu mendapat sumber listrik dari bauran EBT sebesar 23 persen di tahun 2025 mendatang. []

Perbankan

BTN Ajak Developer Pasarkan Kredit Agunan Rumah

Published

on

Kredit Agunan Rumah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menjelang tutup tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memacu penyaluran kreditnya dengan berbagai jurus. Salah satunya menawarkan program istimewa Kredit Agunan Rumah (KAR) kepada para developer atau pengembang properti. KAR bagi developer ini dibilang istimewa karena selain suku bunga kreditnya yang menarik, plafond KAR bisa menyentuh Rp 10 miliar. Program ini dijadikan andalan Bank BTN untuk mengejar pencapaian target KAR yang tahun ini dipatok dapat menembus Rp 1 triliun.

“Untuk mendorong pencapaian target tersebut, Kami menyasar para developer , khususnya developer yang masuk kategori developer prima yang loyal dengan Bank BTN, sebagai bentuk apresiasi dan menjawab kebutuhan mereka,” kata Kepala Kantor Wilayah V Bank BTN, Teguh Wahyudi saat acara Bincang Antar Mitra dengan Bank Tabungan Negara (Batara) di Makassar, Jumat (26/11).

Mitra pengembang yang menjadi developer prima, lanjut Teguh, adalah developer yang memiliki kinerja positif, berkomitmen terhadap kewajibannya dan senantiasa mendukung Bank BTN dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah. Adapun jumlah developer prima Bank BTN di Indonesia mencapai 148 developer. “Sementara di Makassar sendiri ada sekitar 21 developer yang aktif dan kami yakin Program KAR untuk developer ini akan mendapat sambutan baik,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan sosialisasi program KAR dalam acara “Batara” tidak hanya digelar di Makassar tapi di kota besar lainnya seperti Jakarta, Bogor, Surabaya dan Yogyakarta. Dalam program ini, Bank BTN memberikan sejumlah promo diantaranya 50 persen diskon biaya provisi dan administrasi serta biaya pra realisasi yang dapat dimasukkan dalam plafond kredit.

Selain developer prima, Bank BTN juga memberikan program KAR istimewa bagi para Notaris. “Peran notaris sangat penting untuk kelancaran bisnis Bank BTN, jadi kami juga berikan apresiasi yang sama layaknya developer prima , ” kata Teguh menambahkan

Sementara itu di tempat terpisah, Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar menjelaskan program istimewa ini merupakan salah satu upaya untuk mempererat hubungan Bank BTN dengan para mitra terutama developer dan Notaris. Program ini pun dipoles dengan beragam keistimewaan diantaranya suku bunga kredit yang menarik, dengan plafond kredit minimal Rp 2 miliar hingga maksimal Rp 10 miliar tergantung dari rating developer tersebut menurut penilaian Bank BTN. “Untuk syarat dan ketentuan tersebut, Kami memperhatikan cashflow pengembang, bagaimana loyalitas mereka, dan performa selama ini,” kata Suryanti menambahkan.

Suryanti berharap animo dari pengajuan KAR Mitra makin meningkat dengan banyaknya program promo. “Tahun depan kami menargetkan pencapaian KAR dua kali lipat dari tahun ini dengan penawaran suku bunga yang makin menarik, program bundling dan lain sebagainya,” kata Suryanti. []

Continue Reading

Perbankan

Sederet Aksi Penuhi Tingginya Permintaan Rumah MBR

Published

on

MBR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Para pemain di sektor perumahan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi permintaan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang diproyeksi melonjak pada tahun depan didukung perbaikan ekonomi karena suksesnya program vaksinasi Covid-19. Bank BTN pun siap memenuhi kebutuhan tersebut dengan kapasitas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi hingga 250 ribu per tahun.

Adapun, hingga kini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat kebutuhan rumah MBR dan pekerja informal masih mendominasi angkat backlog. PUPR mencatat dari 11,38 angka backlog, kebutuhan kepemilikan rumah MBR, masyarakat dengan penghasilan sedikit di atas MBR, dan pekerja informal mencapai 10,59 juta unit.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo mengatakan sejak meluncurkan KPR pertama kali pada 10 Desember 1976 hingga September 2021, perseroan telah merealisasikan kredit untuk 4,9 juta unit di seluruh Indonesia. Sebanyak 3,5 juta unit di antaranya, merupakan KPR Subsidi.

“Dengan keberhasilan pemerintah dalam penanganan Covid-19, keberlanjutan kemudahan kepemilikan rumah, hingga kepastian kuota dan anggaran subsidi perumahan akan semakin mendorong permintaan rumah segmen MBR pada 2022. Kami siap mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut dengan membiayai hingga 250 ribu unit rumah bagi MBR per tahun,” ujar Haru dalam Forum Group Discussion “Kelangsungan Hidup Rumah bagi MBR Tahun 2022” di Bandung, Kamis (25/11).

Untuk mendorong pembiayaan rumah MBR pada 2022, Bank BTN menyiapkan hampir 4 ribu jaringan kantor dan 11 ribu sumber daya manusia yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki ekosistem digital penyaluran KPR yang memangkas proses kredit menjadi hanya 5 hari.

Bank BTN juga terus mendongkrak dana murah sehingga dapat memberikan bunga yang lebih terjangkau bagi masyarakat khususnya MBR. “Kami juga terus bersinergi untuk mendukung terciptanya ekosistem perumahan di Indonesia yang dapat mengakselerasi pemenuhan kebutuhan hunian, terutama di masa pandemi ini,” kata Haru.

Sementara itu, hingga Oktober 2021, Bank BTN tercatat telah menyerap 99% dari jatah kuota KPR Subsidi baik berskema Subsidi Selisih Bunga (SSB) maupun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dari kuota sebesar 120 ribu unit, serapan Bank BTN mencapai 119 ribu unit.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan selain backlog dari sisi kepemilikan, masih banyak juga kalangan MBR yang belum tinggal di hunian yang layak baik secara menyewa maupun menumpang. PUPR mencatat ada 5,67 juta unit kebutuhan rumah layak huni bagi para wong cilik tersebut.

Pemerintah telah menganggarkan dana hingga Rp28,2 triliun untuk total target pembiayaan perumahan pada 2022 sebanyak 200 ribu unit. “Kami berharap tiap entitas dalam ekosistem perumahan dapat mendukung pembiayaan untuk rumah bagi MBR, apalagi rumah menjadi kebutuhan primer terutama sebagai tempat paling aman di masa pandemi,” tutur Herry.

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto mengatakan FLPP akan resmi masuk dalam kewenangan lembaga yang dipimpinnya pada 2 Desember 2021. Dengan resminya masuk dana tersebut, maka pada tahun depan, pihaknya siap menyalurkan pembiayaan melalui perbankan sebanyak 309 ribu unit rumah.

Adi merinci, sebanyak 109 ribu unit rumah akan menggunakan dana Tapera. Kemudian, sebanyak 200 ribu unit rumah akan berasal dari dana FLPP. “Kami akan terus mengoptimalisasi penyediaan akses pembiayaan perumahan terutama bagi MBR secara berkelanjutan,” tutur Adi.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) Royzani Sjachril mengatakan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi MBR juga bisa dilakukan dengan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja di sektor informal. Saat ini, REI tercatat memiliki 5.507 anggota yang berfokus di segmen MBR.

“Kami meyakini dengan ekosistem perumahan yang kuat terutama dalam mendukung pemenuhan kebutuhan hunian segmen MBR akan menjadi program padat karya pemerintah yang mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Royzani. []

Continue Reading

Perbankan

BTN Dorong Perumahan Ramah Lingkungan

Published

on

ramah lingkungan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong pembangunan perumahan yang ramah lingkungan atau green housing. Salah satunya bekerjasama dengan PT PLN (Persero) dalam menyediakan kompor induksi (listrik) bagi para debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN dan juga memberikan bantuan bibit pohon pada perumahan yang dibiayai oleh perseroan.

“Kami mendorong setiap pengembang agar dalam pembangunan perumahannya memperhatikan aspek lingkungan, sehingga kami berkomitmen untuk memberikan bantuan satu bibit pohon untuk satu rumah, agar lingkungan perumahan bisa hijau,” ujar Direktur Wholesale Risk and Asset Management Bank BTN Elisabeth Novie Riswanti dalam acara Akad Kredit Massal KPR BP2BT dan Akad Drive Thru di Perumahan Bellpark 2, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (22/11/2021).

Novie mengungkapkan, Bank BTN akan terus mendorong pembiayaan rumah berbasis ramah lingkungan dengan menggandeng berbagai pihak seperti PLN untuk kompor induksi. Hal ini untuk mendorong target dari pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan satu juta rumah dan satu juta kompor induksi yang merupakan pengalihan dari LPG agar bisa tercapai.

“Kami juga mendorong implementasi go green, sehingga dalam acara Akad Kredit Massal ini melakukan penanaman pohon sebanyak 1.000 unit. Nantinya Bank BTN berencana akan mensyaratkan atau meminta pengembang untuk mewajibkan menamam pohon di setiap unit rumahnya. Target kami bisa menanam 45.000 pohon dalam rangkian acara HUT KPR ke-45,” jelasnya.

Menurut Novie, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu pilihan untuk akad KPR massal kali ini karena potensi daerahnya masih sangat besar. Apalagi Presiden Joko Widodo telah meresmikan sirkuit Mandalika yang akan memicu juga pertumbuhan ekonomi di NTB, khususnya Lombok.

Keberadaan sirkuit Mandalika, lanjut dia, tidak hanya kebanggaan bagi masyarakat Lombok atau NTB saja, namun juga bangsa Indonesia. “Kita berharap adanya sirkuit kebanggan ini memberikan dampak ekonomi yang akan mendorong ekonomi bergerak termasuk sektor perumahan,” tegasnya.

Novie menegaskan, dalam mendukung pengembangan Mandalika, Bank BTN akan bekerjasama dengan para pengembang untuk membangun perumahan dan hotel. “Terkait pertumbuhan ekonomi, BTN harus memiliki peran di NTB, kalau ekonominya bergerak pasti sektor perumahan, infrastruktur pasti meningkat, potensinya masih cukup banyak dan sangat bagus,” jelasnya.

Terkait acara Akad Kredit Massal BP2BT di Lombol Barat, Novie menuturkan, ada sekitar 1.300 unit rumah yang dilakukan akad dengan debitur. Hal ini tentu akan mendukung target Bank BTN dalam menyalurkan KPR BP2BT sekitar 11.000 unit hingga akhir tahun 2021.
“Dalam rangkaian HUT KPR ke-45, kita memiliki target untuk BP2BT sebanyak 11 ribu unit. Tanggal 20 November lalu sudah mencapai sekitar 6.357 unit. Angka ini cukup luar biasa sehingga BTN optimistis hingga akhir tahun bisa mencapai 11 ribu,” katanya.

Sementara Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengapresiasi perhatian perbankan dan pengembang dalam memenuhi kepemilikan rumah di Lombok Barat. “Luas lokasi pembangunan perumahan ini (Bellpark 2) sekitar 22 hektare dan ini luar biasa, mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan masyarakat kita untuk mendapatkan perumahan yang layak,” papar Fauzan.

Menurut dia, mayoritas perumahan di NTB dibangun di wilayah Lombok Barat, untuk itu dirinya sangat mengapresiasi upaya Bank BTN dalam melakukan penanaman pohon pada perumahan yang dibangun.

“Dalam melakukan pembangunan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, yang kita lakukan sekarang itu hilirnya yang penting diperhatikan juga adalah hulunya. Ini tugas pemerintah daerah kabupaten, provinsi dan tentunya juga pemerintah pusat,” pungkasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!