Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung: Pembebasan Lahan Sudah 99 Persen

oleh
Proyek Kereta Cepat

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dipastikan sudah hampir rampung dalam pembebasan lahan. PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menyatakan pembebasan lahan sudah mencapai 99 persen. Sehingga dipastikan pembebasan lahan secara total rampung paling lambat dua bulan ke depan.

Menurut Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra masih terdapat lahan sekitar 6 hektare (ha) yang belum terbebaskan. Adapun lahan tersebut berada di tiga titik yaitu Karawang, Bandung, dan Bekasi.

“Proyek Kereta Cepat untuk pembebasan lahan sudah hampir rampung mencapai 99 persen, masih ada 1 persen yang belum atau sekitar 6 ha saja,” pungkasnya (12/9).

Chandra mengaku jika pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat ini memakan waktu yang cukup lama. Namun, menurutnya hal ini dikarenakan proses keberatan yang diajukan oleh para pemilik lahan yang jumlahnya tidak sedikit.

“Hal ini sebelumnya tidak pernah kami duga,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa apabila pembebasan lahan selesai semuanya maka pihaknya berjanji akan mengebut proses konstruksi kereta cepat. Sebagai catatan bahwa per awal September, tingkat kemajuan proyek kereta cepat sudah mencapai 32,8 persen dan diharapkan bisa mencapai 55 persen di akhir tahun 2019.

“Kami telah memulai konstruksi empat stasiun yakni Halim Perdanakusumah, Karawang, Walini, dan Tegal Luar. Sehingga, proyek kereta sepanjang 142,3 kilometer (km) ini seluruhnya bisa rampung pada 2021,” beber Chandra.

Untuk mempercepat realisasi, lanjut Chandra, China Development Bank (CDB) sebagai pemberi pinjaman rencananya akan mencairkan dana pinjaman kembali senilai US$400 juta.

“Saat ini sudah masuk tahap pencairan,” tutup Chandra. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *