Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Proyek Air Minum Rp1,7 triliun Siap digarap WIka

EKO PRASETYO

Published

on

Proyek air minum

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek air minum senilai Rp1,7 triliun akan digarap oleh beberapa perusahaan patungan yaitu PT Jaya konstruksi Manggala Pratama Tbk, PT Wijaya Karya Persero Tbk, dan PT Tirta Gemah Ripah.

Adapun masa kerja proyek air minum tersebut adalah selama 30 tahun, dimana 2,5 tahunnya merupakan masa konstruksi dan sisanya selama 27,5 tahun adalah masa operasi.

Dimulainya proyek ini ditandai dengan adanya penandatanganan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan badan usaha (KPBU) untuk pengelolaan Sitem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I.

Dimana konsorsium Wika Tirta Jaya Jatiluhur telah ditunjuk sebagai pemenang proyek.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, proyek air minum tersebut dirasakan sangat banyak memiliki manfaat baik untuk negara maupun masyarakat.

Dengan adanya pembiayaan secara konsorsium, maka negara tidak perlu lagi menggelontorkan biaya dari APBN.

“Jauh lebih transparan karena dari sisi pengelolaan dan pengawasannya nanti, karena banyak yang akan melakukan pengawasan,” pungkas Basuki.

Sementara adanya proyek ini tentunya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Karena mereka akan mendapat suplai air yang jauh lebih baik.

SPAM Jatiluhur I nantinya mampu melakukan produksi air minum sebanyak 4.750 liter per detik. Jumlah tersebut akan dirasakan manfaatnya ke 4 Wilayah di Jakarta dan Jawa Barat.

Keempat wilayah tersebut adalah DKI Jakarta sebesar 4.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 300 liter per detik. Kemudian untuk Kabupaten Bekasi juga bisa mendapat 100 liter per detik. Dan terakhir Kabupaten Karawang akan mendapatkan pasokan air bersih 350 liter per detik. []

Konstruksi & Properti

BUMN Waskita Karya Banyak Keuntungan Pasca SWF INA Beroperasi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Waskita Karya / PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dinilai memiliki banyak keuntungan setelah beroperasinya lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF).

Seperti diketahui bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah meresmikan dan menunjuk nama-nama dalam jajaran lembaga SDF yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) tersebut.

Ridha Wirakusumah sebagai sosok Direktur Utama INA yang terpilih mengatakan bahwa dalam periode awal beroperasi, INA akan memprioritaskan sinergi terhadap investor untuk menggelontorkan dananya dalam pembangunan jalan tol.

“Karena sektor jalan tol mempunyai multiplier effect yang sangat besar serta banyak membutuhkan biaya yang tinggi,” ujarnya.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Selvi Ocktaviani dengan mulai beroperasinya SWF diharapkan akan mampu mengambil alih aset-aset milik BUMN karya yang strategis seperti jalan tol.

“Investor asing yang menaruh minat investasi pada proyek-proyek infrastruktur juga bisa masuk,” ujar Selvi

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa setelah beroperasinya SWF salah satu saham yang diuntungkan adalah BUMN Waskita Karya yang memiliki banyak aset jalan tol.

Seperti diketahui bahwa BUMN Waskita Karya memiliki aset jalan tol sebanyak 17 ruas dimana 6 dari ruas tol tersebut sangat berpotensi mendapat pendanaan dari SWF.

Adapun 6 ruas jalan tol tersebut adalah Depok-Antasari sepanjang 27 km, Cibitung-Tanjung Priok sepanjang 25,4 km, Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km dan Pasuruan-Probolinggo sepanjang 44 km.

“Dengan adanya pendanaan SWF maka perseroan dapat melakukan recycle aset-asetnya kemudian menurunkan leverage dan mendapatkan keuntungan dari divestasi aset tersebut,” pungkas Selvi. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Bidik Kontrak Baru, Waskita Beton Gandeng TOA Jepang

EKO PRASETYO

Published

on

kontrak baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terus melakukan akselerasi bisnisnya dengan membidik sejumlah kontrak baru di tahun 2021.

Belum lama ini anak perusahaan BUMN PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerjasama dengan perusahaan asal Jepang TOA Corporation (09/02).

Kedua belah pihak bersepakat melakukan kerja sama dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO/JO) untuk melaksanakan proyek-proyek konstruksi, khususnya dalam bidang pelabuhan dan garis pantai, saluran limbah, pengerukan, reklamasi serta pelabuhan.

Adapun di tahun ini Waskita Beton Precast membidik kontrak baru sebesar US$563 juta atau setara Rp7,88 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Dalam kerasa tersebut juga akan memberikan dukungan dalam memasarkan Produk Waskita Beton Precast kepada cakupan pasar bisnis yang lebih luas.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk, Moch. Cholis Prihanto melalui penandatanganan tersebut perusahaan optimis dapat meraih proyek-proyek eksternal yang telah ditargetkan.

“Kerjasama ini menjadi langkah yang baik bagi perusahaan karena melalui kolaborasi ini, tentunya daya saing perusahaan akan semakin kuat khususnya dalam menangkap proyek-proyek eksternal di bidang keairan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/02).

Target kontrak baru Rp7,88 triliun tersebut, imbuhnya, terbagi menjadi 21 persen berasal dari proyek internal dan sisanya 79 persen dari eksternal.

Adapun proyek-proyek tersebut berasal dari proyek pemerintah, BUMN dan swasta. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Obligasi Komodo Bond, WIKA Lunasi Kewajiban!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Obligasi Komodo Bond

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Obligasi Komodo Bond senilai Rp5,4 triliun telah dilunasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk / WIKA.

Keberhasilan WIKA dalam melunasi kewajiban Komodo Bond tersebut tidak terlepas dari berbagai aspek penting antara lain adalah keuangan perseroan yang sehat, dukungan dari berbagai institusi finansial, dan tentunya kepercayaan dari publik.

“Perseroan memiliki kemampuan yang cukup terjaga dengan baik dalam menyelesaikan kewajiban melunasi obligasi Komodo Bond. Dengan didorong role business yang terintegrasi, WIKA dinilai sangat layak menjadi pilihan para investor, mitra kerja, owner proyek dan tentunya public,” jelas Direktur Keuangan WIKA, Ade Wahyu dalam keterangan resminya (2/2).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa keberhasilan perseroan dalam menyelesaikan kewajiban obligasi Komodo Bond tersebut diharapakan mampu menjadi motivasi bagi perusahaan pelat merah lainnya.

Seperti diketahui pada tahun 2018 silam, WIKA menerbitkan obligasi Komodo Bond (global) dengan denominasi rupiah di di London Stock Exchange’s International Securities Market (ISM).

Adapun pada waktu itu Komodo Bond WIKA mendapatkan permintaan sebesar 2,5x (oversubscribed).

Dimana hal tersebut menggambarkan kekuatan profil risiko BUMN di sektor konstruksi ini, dan minat para investor global dalam melakukan investasi pada sektor infrastruktur di tanah air.

Komodo Bond dengan tenor 3 tahun milik BUMN ini mampu meraup dana mencapai Rp5,4 triliun dengan kupon per tahun sebesar 77 persen.

Adapun peminat Komodo Bond WIKA berasal dari Asia sebesar 67 persen, Eropa timur dan tengan sebesar 13 persen, Amerika Serikat dan Investor Indonesia masing-masing sebesar 10 persen. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!