Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Program Mudik Gratis Pelindo IV Targetkan 3000 Penumpang

Published

on

Program Mudik Gratis

Program Mudik Gratis kembali diselenggarakan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Ditargetkan, ada sebanyak 3000 penumpang kapal yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Setidaknya, terdapat 21 pelabuhan yang telah dipersiapkan untuk program ini, yakni Pelabuhan Makassar, Bitung, Pantoloan, Kendari, Gorontalo, Parepare, Tolitoli, Manado, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Nunukan, Tanjung Redeb, Ambon, Ternate, Sorong, Jayapura, Biak, Manokwari, Merauke dan Fakfak.

Menurut Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang, Untuk Program Mudik Gratis ini telah disiapkan sebanyak 88 bus dan juga 27 kapal cepat. Pesertanya kebanyakan berasal dari penumpang kapal laut dan juga masyarakat sekitar pelabuhan.

Pada tahun lalu saja, yaitu pada Idul Fitri 1439 H/2018 M, Program Mudik Gratis terbanyak terdapat di wilayah Manado, Nunukan dan Kendari. Ketiga kota ini memang kota yang merupakan penyeberangan antar pulau, dengan total data yang terhitung tahun lalu saja berkisar 1.232 unit.

Adapun kegiatan keberangkatan, banyak terpusat pada Pelabuhan Makassar, Balikpapan, Ambon, Parepare, Kendari dan Nunukan, dengan data penumpang 386.619 orang. Dan untuk kedatangan sendiri, banyak terjadi di daerah Pelabuhan Makassar, Parepare, Balikpapan, Ambon dan Kendari, dengan jumlah yang terhitung sebanyak 324.657 orang.

Untuk puncak mudik Hari Raya sendiri, biasa terjadi pada H – 15 sampai dengan H + 15. Dan dalam setiap arus mudik selama ini, selalu saja ada permasalahan yang kerap timbul di sekitar area pelabuhan. Untuk itu, team penyelenggara Program Mudik Gratis telah menyiapkan posko-posko yang nantinya akan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Pihak PT Pelindo IV juga membentuk tim internal untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. Melakukan penambahan personil yang bekerja, terutama untuk melakukan pengaturan lalu lintas di area pelabuhan. Penambahan personil untuk pelayanan check in penumpang, dan juga perekrutan relawan.

Berbagai fasilitas telah dibenahi jauh-jauh hari untuk kenyamanan para penumpang, baik yang mengikuti Program Mudik Gratis ataupun tidak. Dari fasilitas utama, hingga fasilitas penunjangan keadaan di pelabuhan.

Pembagian Jumlah Peserta Program Mudik Gratis

Untuk peserta Program Mudik Gratis Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah ini, target Pelabuhan Makassar berjumlah 650 orang. Terdapat 300 pemudik tujuan Maros, Pangkep dan Parepare dengan menggunakan angkutan 18 unit bus. Sedangkan untuk 350 orangnya lagi akan berangkat menuju Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba, dengan pencanangan angkutan sebanyak 20 unit bus.

Dari pelabuhan Balikpapan, akan ditargetkan peserta yang mengikuti mudik gratis ini berjumlah 500 orang. Tujuannya adalah Samarinda, Bontang dan juga Tenggarong. Sedangkan di Pelabuhan Samarinda, terdapat jumlah peserta sebanyak 250 orang dengan tujuan Bontang dan Sangatta.

Di Pelabuhan Ambon, target peserta tercatat mencapai 400 peserta Program Mudik Gratis dengan tujuan Namlea. Pelabuhan Sorong, sebanyak 250 orang dengan tujuan Aimas dan Katapop.

Pelabuhan Kendari 350 orang dengan tujuan Raha, Baubau dan Wanci. Parepare 550 orang dengan tujuan Bulukumba, Toraja, Palopo, Enrekang-Bone, dan Pinrang-Sengkang-Polman. Dari Pelabuhan Tarakan berjumlah 150 orang pemudik dengan tujuan Tanjung Selor. []

HIGHLIGHT BUMN

Penggabungan PPI dan BGR Resmi Digelar, Kini Menjadi New PPI

Published

on

Penggabungan PPI dan BGR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penggabungan PPI dan BGR yang dilakukan Kementerian BUMN di tahun 2021 akhirnya rampung.

Bergabungnya dua perusahaan pelat merah ini ditandai dengan penandatanganan Akta Penggabungan Perusahaan Perseroan yang kini menjadi surviving entity.

PT Bhanda Ghara Reksa kini digabung ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pada Kamis (2/12/2021) di Kementerian BUMN Jakarta dan sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi.

Akta Penggabungan perusahaan ini diteken oleh Dirut PPI Nina Sulistyowati dan Dirut BGR, M Kuncoro Wibowo yang disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha Mansyuri dan Asdep Bidang Industri Pangan dan Pupuk, Zuryati Simbolon.

Penggabungan PPI dan BGR sebelumnya disahkan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2021.

Wakil Menteri I BUMN, Pahala Nugraha rampungnya merger dua perusahaan ini menjadi momentum penting dalam rangka pembentukan Holding BUMNPangan.

Sebab penggabungan PPI dan BGR merupakan bagian proses pembentukan holding pangan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

“Target ini kita wujudkan dengan revitalisasi, penyegaran serta peningkatan kinerja BUMN yang bergerak di sektor pangan. Hal ini sesuai arahan Presiden, yaitu mewujdukan ketahanan pangan di tahun 2045,” kata Pahala.

Dengan bergabungnya sejumlah BUMN dalam satu holding, akan memperlancar alur distribusi logistik dan meningkatkan revenue dari penetrasi yang dilakukan.

Holding ini juga diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas dan pemberdayaan mitra seperti nelayan, petani, dan juga peternak agar semakin professional dan modern dengan memanfaatkan teknologi pangan.

Menurut Pahala, seluruh BUMN yang dimerger diharapkan mampu bersaing dan meningkatkan kinerja untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Ia juga meminta pihak manajemn untuk merancang program kerja yang konkret, mencari bisnis model yang baru, mengoptimalkan aset perusahaan agar lebih bermanfaat, serta mengupayakan bisnis unusual.

Harapan Penggabungan PPI dan BGR

Sementara Direktur Utama (new) PT PPI (Persero) Nina Sulistyowati juga berharap dengan rampungnya penggabungan PPI dan BGR nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan ekonomi di daerah dan nasional.

“Kita berharap rantai pasok pangan di Indonesia akan semakin efisien, dan memberikan manfaat kepada ekosistem pangan untuk dapat memperluas penyaluran logistiknya hingga go global,” kata dia.

Masuknya BGR dalam naungan PPI akan saling melengkapi pada sektor trading dan logistic secara retail, domestik hingga pasar global melalui ekspor produk-produk pangan Indonesia. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Saham BUMN Bakal IPO di 2022, Ini Bocoran Erick Thohir!

Published

on

Saham BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham BUMN akan dilakukan penerbitan baru untuk right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) di beberapa perusahaan.

Tak hanya right issue, sejumlah perusahaan pelat merah juga akan melakukan IPO atau penawaran saham perdana di tahun 2022 mendatang.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan untuk right issue saham BUMN ini akan dilakukan dari beberapa sektor, seperti industri, perbankan, energi hingga kesehatan.

“Langkah ini dilakukan agar BUMN terkait bisa mendapatkan pendanaan baru guna memperkuat modal usahanya,” jelas Erick saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).

Erick merinci beberapa BUMN yang bakal right issue di sektor energi yakni PT Krakatau Steel, PT Semen Indonesia Bank BNI dan Bank BTN.
Sementara dari Bank Himbara yang telah merampungkan proses right issuenya di tahun ini adalah Bank BRI.

Selain right issue, ada juga beberapa BUMN yang akan melakukan penawaran saham BUMN perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Erick merinci beberapa perseroan yaitu anak usaha PT Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti dan beberapa anak usaha PT Pertamina.

Di antaranya PT Pertamina Hilir, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Geothermal Energi, PT Pertamina International Shipping, dan PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Kemudian BUMN Kesehatan yang ikut IPO tahun depan, ada Bio Farma dan PT Indonesia Healthcare Corporation.

Lalu di bidang telekomunikasi, anak usaha Telkom lain yang menyusul adalah PT Telkom Data Center dan PT PT Dayamitra Telekomunikasi.

“Di sektor pertambangan ada PT Inalum Operating, PT MIND ID dan, PT Logam Mulia. Dan di pertanian ada PT EDC and Payment Gateway dan PT Pupuk Kalimantan Timur,” jelas Erick.

Mantan Presiden Klub Inter Milan ini juga memastikan beberapa anak usaha PT Krakatau Steel akan melantai di pasar perdana, yaitu PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Industrial Estate. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Penutupan BUMN, Erick Thohir: “Kami Sudah Tutup 70 BUMN!”

Published

on

Penutupan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penutupan BUMN yang tidak produktif alias ‘sakit’ menjadi salah satu prioritas dari Kementerian BUMN semenjak dipimpin oleh Erick Thohir.

Hal itu terbukti dari banyaknya BUMN sakit yang disuntik mati alias ditutup atau dimerger dengan perusahaan lainnya.

Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan jumlah perusahaan pelat merah yang ditutup sejauh ini sudah mencapai 70 BUMN.

Erick menegaskan, penutupan BUMN ini dilakukan hanya bagi perusahaan yang sudah lama tidak operasional dan secara keuangan dalam keadaan ‘sakit’.

Menurutnya, perusahaan milik negara yang sudah tidak bisa berkompetisi hanya akan menjadi pemborosan terhadap keuangan Negara.

Sebab BUMN yang dimaksud tidak akan mampu meningkatkan pendapatan dari sektor bisnisnya, terlebih untuk memberi pemasukan bagi APBN.

“Penutupan BUMN yang kami lakukan bagi perusahaan yang sudah tidak berjalan sejak tahun 2008 lalu, jadi memang harus ditutup. BUMN yang lama tidak beroperasi jelas akan mengakibatkan pemborosan,” papar Erick, dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Sabtu (27/11/2021).

Tak berhenti sampai disini, Erick menyatakan bahwa penutupan BUMN sakit masih akan terus dilakukan pemerintah bagi BUMN yang tidak beroperasi, dan sudah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Meski banyak BUMN yang ditutup, ia memastikan pihaknya tidak akan mengurangi jumlah tenaga kerja di BUMN.

“Langkah ini akan terus kita lakukan sebagai langkah efisiensi dan tentunya berdasarkan berbagai pertimbangan,” kata dia.

Tak hanya penutupan BUMN, efisiensi juga harus dilakukan di masing-masing perusahaan pelat merah guna meningkatkan kinerjanya.

Erick mencontohkan saat ini berbagai bank BUMN sudah melakukan penutupan kantor cabang di berbagai daerah karena sektor keuangan sudah banyak beralih ke layanan digital.

“Meski bank itu menutup kantor cabangnya tapi kan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Jadi pekerjaannya bisa ditambahkan, misalnya keluar untuk menaikkan kinerja sales nasabah,” jelas Erick.

Pemerintah Dorong Penutupan BUMN Sakit

Sebelumnya, Erick Thohir sudah menyampaikan rencana penutupan 7 perusahaan milik negara yang berasal dari beragam industri, mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

Ia menyatakan pemerintah perlu memberikan kepastian bagi BUMN yang tak beroperasi apakah masih perlu dilanjut atau disetop secara total.

Menurutnya, jika BUMN tersebut dibiarkan dalam kondisi ‘hidup segan mati tak mau’ justru merupakan hal zalim karena tidak memberikan kepastian.

Adapun perusahaan yang masuk daftar pembubaran itu yakni PT Industri Gelas, Maskapai Merpati Nusantara Airlines, PT PANN, PT Istaka Karya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces dan PT Industri Sandang Nusantara. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!