Connect with us
PERTAMINA

Jasa Pelayanan & Logistik

Program Kemitraan UMKM Pelindo I Wujudkan Kemandirian Ekonomi

EKO PRASETYO

Published

on

Program Kemitraan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program Kemitraan dan Pembinaan UMKM PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 terus digelar secara rutin dan berkesinambungan.

Bahkan selama masa pandemi covid-19, Pelindo I bekerja sama dengan para mitra binaan di seluruh wilayah untuk menyediakan kebutuhan program bantuan sosial yang dilakukan oleh Pelindo I.

Seperti penyediaan alat pelindung diri (APD), masker, handsanitizer, sembako dan kebutuhan lainnya yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

VP Public Relations Pelindo I, Fiona Sari Utami mengatakan, penyaluran dana tetap digulirkan dan Pelindo I juga secara aktif membantu memperkuat kompetensi pelaku UMKM.

Ada beberapa sektor usaha yang menjadi mitra binaan Pelindo I, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industry, perdagangan, dan jasa.

Dengan memberikan pelatihan-pelatihan online kewirausahaan, branding secara online dan juga cara memasarkan produk secara offline maupun online di masa pandemi covid-19.

“Sebagai BUMN, Pelindo I senantiasa terus menjalankan program-program yang mendukung kemandirian ekonomi salah satunya program kemitraan
ini,” ujar Fiona Sari Utami dalam siaran persnya, Minggu (28/6/2020).

Konsisten Terhadap Program Kemitraan

Adapun Program Kemitraan dan Pembinaan UMKM Pelindo I telah dimulai sejak tahun 1991 yang masih berlanjut hingga saat ini.

Pelindo 1 memiliki 1.323 mitra binaan yang tersebar di seluruh wilayah kerja Pelindo 1 di empat provinsi yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Riau, Aceh, dan Kepulauan Riau.

Program itu berupa pemberian bantuan pinjaman permodalan kepada setiap pelaku UMKM yang dinilai layak, dan pelatihan kepada UMKM guna mengoptimalkan kompetensi bidang usaha yang mereka tekuni.
“Program ini sebagai salah satu bentuk dukungan Pelindo I untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” jelas Fiona.

Adapun, total anggaran yang telah disalurkan kepada UMKM selama tahun 2019 sebesar Rp 17,1 miliar.

Sementara di tahun 2020 hingga bulan Mei, anggaran program kemitraan yang telah disalurkan sebesar Rp 2,4 miliar.

Fiona menjelaskan, beberapa syarat yang ditetapkan bagi para pelaku UMKM yang ingin ikut serta dalam program kemitraan Pelindo I cukup mudah.

Di antaranya UMKM tersebut memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, punya surat kuasa agunan/jaminan, surat izin usaha atau keterangan lurah, foto kopi KTP dan KK, foto tempat usaha, dan denah lokasi usaha.

“Selanjutnya tim dari Pelindo I akan melakukan evaluasi terhadap pengajuan proposal dan melakukan survei ke lokasi usaha calon mitra,” jelasnya.

Sementara VP Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pelindo 1, Fatimah Zuhra menambahkan, besaran pinjaman modal usaha yang bisa didapatkan oleh calon mitra binaan senilai maksimal Rp 200 juta, dengan jangka waktu pinjaman paling lama 3 tahun.

“Mitra binaan yang ikut dalam program ini, masa tenggang akan diberikan selama tiga bulan pertama. Mitra baru mulai membayar cicilan di bulan keempat,” jelas Fatimah.

Bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti program kemitraan Pelindo I, sambung dia, dapat menghubungi Kantor Cabang Pelindo I terdekat di daerah usaha masing-masing. []

Jasa Pelayanan & Logistik

Kapal Tunda Didatangkan ke Pelabuhan Kuala Tanjung

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kapal tunda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kapal tunda (tug boat) KT Hang Tuah VIII didatangkan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 ke cabang pelabuhan Kuala Tanjung, Rabu (1/7/2020).

Penugasan Kapal Tunda Hang Tuah VIII ini untuk memberikan pelayannan marine services yang prima di pelabuhan tersebut.

Kapal Tunda buatan PT Citra Shipyard Batam ini memiliki panjang 30 meter dan dilengkapi dua unit mesin induk dan Steerable Rudder Propeller (SRP) dengan masing-masing mesin induk memiliki daya kekuatan 1.800 HP pada putaran 750-1.000 RPM.

VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami mengatakan Kapal  yang didatangkan di cabang Pelabuhan Kuala Tanjung ini juga dilengkapi teknologi baru Integrated Bridge System (IBS) dan Alarm Monitoring System (AMS).

Dengan berbagai teknologi kapal ini dapat mengendalikan peralatan dalam satu konsol dan dapat memonitor kondisi kapal secara menyeluruh.

“Khususnya pada mesin utama, sistem penggerak, mampu menghemat biaya operasional lebih efisien, dan dapat memantau penggunaan bahan bakar secara langsung dan akurat,” ujar Fiona dalam keterangan resminya (2/7/2020).

Ia menjelaskan, PT Pelindo 1 mendatangkan Kapal Tunda Hang Tuah VIII ini untuk dioperasionalkan sebagai kapal pendukung layanan jasa penundaan bagi kapal-kapal yang masuk ke Pelabuhan Kuala Tanjung.

Hal ini merupakan wujud komitmen Pelindo 1 untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa serta membuat pengiriman logistik di pelabuhan yang dikelola Pelindo 1 bisa semakin aman dan efisien.

“Dengan kedatangan satu unit kapal tunda ini, sekarang perseroan sudah memiliki 22 kapal tunda yang dioperasionalkan di berbagai cabang pelabuhan di empat provinsi wilayah kerjanya, yaitu di Batam, Belawan, Dumai, Kuala Tanjung, Malahayati, Lhokseumawe, dan Tanjung Balai Karimun,” jelas Fiona Sari.
Sedangkan untuk kapal pandu, BUMN sektor pelabuhan ini sudah memiliki 37 kapal pandu yang ditempatkan di berbagai cabang pelabuhan Pelindo 1.

Di antaranya pelabuhan Belawan, Dumai, Batam, Tanjung Balai Asahan, Kuala Tanjung, Sei Pakning, Lhokseumawe, Pekanbaru dan Tanjungpinang yang sudah dilengkapi dengan para pandu profesional.

“Armada kapal tunda dan pandu ini digunakan untuk mendukung layanan jasa kepelabuhan yang dikelola Pelindo 1. Kapal tunda berfungsi untuk mendorong kapal yang hendak bersandar di dermaga maupun menarik kapal ke luar dari dermaga,” tutupnya. []

Continue Reading

Airport Services

Menhub Budi Karya Apresiasi Kesiapan dan Fasilitas YIA

MediaBUMN

Published

on

Budi Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengapresiasi kesiapan dan kelengkapan fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam kunjungan kerjanya ke Bandara Internasional Yogyakarta pada Jumat, 26 Juni 2020 pagi.

“Saya lihat fasilitas YIA sudah semakin baik dan diharapkan YIA menjadi salah satu infrastruktur untuk meningkatkan pariwisata di Yogyakarta,” ujar Budi Karya Sumadi. Selain itu, Budi Karya Sumadi juga mendorong Angkasa Pura I untuk terus konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Angkasa Pura I harus selalu konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Satgas Covid -19 Pusat dalam pengelolaan bandara di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal,” imbuh Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya untuk meninjau sarana dan prasarana transportasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat 26 Juni 2020.

Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyampaikan, “YIA merupakan salah satu bandara di Indonesia dengan fasilitas terbaik. Hal ini dapat dilihat dari kualifikasi runway terbaik di Indonesia, panjang 3,250 m x 45 m dan ketebalan pavement classification number (PCN) 107 sehingga dapat didarati oleh pesawat terbesar dan terberat saat ini yaitu A380 dan Boeing 777-300ER. Terminal penumpang dengan luas 219.000 meter persegi mampu menampung 20 juta penumpang per tahun, 11 kali lipat dari Bandara Adisutjipto yang hanya 1,8 juta penumpang per tahun, serta memiliki 22 parking stand, 10 garbarata serta terminal kargo dengan kapasitas kargo 500 ton per hari”.

Bandara ini juga dirancang memiliki sistem penanggulangan bencana alam seperti bangunan gedung terminal anti gempa bumi hingga 8.8 skala richter dan terjangan tsunami hingga 12 meter. Selain itu, arsitektur bandara ini tidak hanya modern, namun secara eksterior dan interior tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakata, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo dan sekitarnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, YIA berupaya untuk selalu konsisten menerapkan protokol tersebut, bahkan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan ketika terjadi peningkatan trafik penumpang.

Selain penerapan protokol kesehatan, YIA juga menyediakan layanan rapid test bagi calon penumpang yang berlokasi di lantai mezzanine gedung penghubung YIA dengan hasil cepat dan harga terjangkau. Proses pemeriksaan hingga mendapatkan hasil rapid test memakan waktu sekitar 30 menit, tergantung antrean. Pemeriksaan rapid test dilakukan oleh petugas rumah sakit. Layanan ini buka setiap hari pukul 06.00-16.00 WIB sehingga dapat memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang akan melakukan keberangkatan dari YIA namun surat keterangan bebas Covid-19 nya sudah tidak berlaku.

ADAPUN PROTOKOL KESEHATAN YANG DITERAPKAN YAITU:

– Seluruh personil dan mitra usaha yang bertugas di bandara diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), terutama masker.

– Penyediaan hand sanitizer di berbagai titik di bandara.

– Penerapan jarak fisik atau physical distancing di seluruh area, termasuk di area mitra usaha.

– Kursi antrian pengecekan dokumen penumpang di area kedatangan dan keberangkatan telah diatur menjadi single-seat untuk memastikan jarak antar penumpang terjaga.

– Personil yang bertugas secara berkala juga mengingatkan seluruh penumpang untuk selalu menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan diri.

Sebagai informasi, pada periode 1 – 23 Juni 2020 terjadi peningkatan trafik penumpang mencapai 1.500 orang per hari, bahkan mencapai 2.000 orang per hari pada akhir pekan. Pada periode ini terdapat total 35.343 penumpang dengan trafik pesawat mencapai 556 pergerakan. Jumlah trafik penumpang di YIA ini merupakan trafik tertinggi ke-empat pada periode ini di antara bandara Angkasa Pura I lainnya.

Bandara Angkasa Pura I dengan trafik tertinggi pada periode ini yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 107.123 penumpang, diikuti oleh Bandara Juanda Surabaya dengan 101.075 penumpan, dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 66.779 penumpang. []

Continue Reading

Airport Services

Tingkatkan Sinergi dengan UMKM, Angkasa Pura I Hadirkan Galeri UMKM di Bandara

MediaBUMN

Published

on

angkasa pura I

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai perwujudan peran BUMN untuk berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian. Upaya sinergi dilakukan salah satunya melalui penyediaan Galeri UMKM di bandara kelolaan.

Beberapa galeri UMKM bandara Angkasa Pura I yang cukup besar terdapat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Di Bandara Internasional Yogyakarta, Angkasa Pura I menyediakan galeri seluas 1.513 meter persegi untuk merangkul sekitar 300-600 UMKM lokal Yogyakarta dan sekitarnya.

“Angkasa Pura I berupaya untuk meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM yang ada di bandara sehingga dapat meningkatkan peluang produk-produk mereka untuk diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional. Salah satunya Galeri UMKM di YIA bernama Pasar Kota Gede yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia. Pasar Kota Gede di YIA melibatkan tidak hanya pelaku UMKM di Yogyakarta, tapi juga Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Galeri UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang terdapat di terminal keberangkatan domestik menampilkan berbagai gerai produk batik, produk olahan coklat, batik kayu, produk olahan aloevera, jamu herbal, makanan khas lokal lainnya.

Walau tidak seluas galeri UMKM di YIA, juga terdapat galeri UMKM seluas 120 meter persegi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, tepatnya terletak di exhibition hall lantai 1 terminal penumpang. Galeri UMKM di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB di mana terdapat sekitar 70 UMKM yang menjadi mitra galeri dengan 748 jenis produk.

Galeri ini dilengkapi dengan anjungan monitor layar sentuh dengan konten e-commerce Jawa Tengah Sadewa G-2 Market yang memberikan informasi katalog produk unggulan di Jateng. Terdapat lima zona dalam galeri ini yaitu zona pakaian yang berisi batik, tenun, bordir, kain lukis, mukena, kerudung dan syal; zona kedua yang berisi aksesoris yang menjual aneka ragam kerajinan tangan berupa tas wanita, topi, dekorasi rumah, mainan anak tradisional, dan sejenisnya; zona ketiga yang merupakan zona makanan kemasan; zona food and beverages yang menjual roti bekatul, mie ongkok instan, seduhan kopi dan coklat bubuk yang bisa langsung dinikmati; serta zona activity corner yang merupakan tempat pertunjukkan seperti demo membatik, kain lukis, sajian kopi, tarian tradisional, dan lainnya.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk turut serta memajukan perekonomian daerah. Salah satunya upayanya adalah dengan memberikan peluang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memperluas pangsa pasar bagi produk-produknya melalui keberadaan galeri UMKM di bandara-bandara Angkasa Pura I,” ujar Faik Fahmi. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!