Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Program Bina Lingkungan Perindo ke Anak Nelayan Disalurkan

MediaBUMN

Published

on

Perindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Peikanan, Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) (Persero) merealisasikan program Bina Lingkungan.

Program Bina Lingkungan Perum Perindo ini dalam bentuk penyaluran bantuan Pendidikan ke anak Nelayan dan Pelaku usaha Perikanan yang tengah melanjutkan Pendidikan Perguruan tinggi.

Penyaluran tersebut dijelaskan Sekretaris Perusahaan Perum Perindo, Boyke Andreas, Jumat (29/11) diberikan kepada 11 mahasiswa perikanan, baik yang ada di program S1 dan program S2.

Serta program tersebut tersebar di berbagai kampus yang ada di Jabodetabek dan Banten.

Program tersebut dialokasikan dalam melakukan pembayaran biaya pendidikan kuliah dan biaya penelitian yang diperlukan selama proses perkuliahaan berlangsung.

“Saat ini anak-anak nelayan tersebut sudah menerima bantuan pendidikan,” katanya.

Namun kedepan harapannya beasiswa tersebut dapat juga memberi kontribusi disiplin ilmu untuk kepentingan perusahaan perikanan pelat merah tersebut.

“Ini juga sebenarnya wujud hadir negara dalam rangka memperingati hari Ikan Nasional atau Harkanas 2019 ini,” katanya.

Tak hanya itu saja, dalam sektor pendidikan ini, Perum Perindo juga menurutnya telah merangkul para milenial untuk bisa menjadi seorang ambassador perikanan.
Dalam hal ini para milenial tersebut akan tergabung dalam Duta Perikanan 2019.

“Dan yang terpilih sebagai Duta Perikanan ini adalah agent of change atau agen perubahan bangsa yang terdapat pada diri milenial dalam membentuk perilaku budaya dalam mengkonsumsi ikan,” terang Boyke.

Boyke juga menyampaikan bahwa Duta Perikanan tersebut kedepannya akan memiliki tugas yang menarik.

Tugas-tugas mereka, dijelaskan Boyke akan menjadi pengaruh yang baik bagi generasi muda lainnya.

Terutama, sebutnya dalam meningkatkan konsumsi ikan. “Mereka-mereka inilah yang nantinya akan mempresentasikan potret-potret terbaik terkait pengalamannya dengan produk-produk Perikanan Indonesia,” paparnya.

Diketahui dalam rangkaian Harkanas 2019 yang telah berlangsung tersebut Perum Perindo mengusung sinergisitas dengan Kementerian Kelautan & Perikanan, terutama bersinergi bersama – sama dalam mewujudkan Perikanan sebagai masa depan bangsa.

Tak hanya itu saja, Perindo yang notabene perusahaan BUMN di bidang Perikanan ini dalam melaksanakan kegiatan tersebut juga bersinergi dengan beberapa perusahaan BUMN lainnya, contohnya saja seperti Bank Mandiri, BNI dan Berdikari. []

Agrobisnis & Pangan

Pupuk Impor Masuk Pasar Dalam Negeri, Ini Strategi PT Pupuk Indonesia!

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pupuk impor

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pupuk impor kembali masuk ke pasar dalam negeri di bulan April 2020 senilai US$ 159,2 juta. Masuknya pupuk impor ke pasar Indonesia ini membuat BUMN yang memproduksi pupuk harus bersaing menghadapi persaingan di industri pupuk.

Meski sudah banyak berdiri perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bisa memproduksi pupuk, yaitu holding PT. Pupuk Indonesia. Namun Indonesia masih harus bergantung pada kebutuhan pupuk impor.

Wijaya Laksana selaku Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) mengakui adanya persaingan dengan produk pupuk impor untuk merebutkan pasar dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para petani.

Untuk memenangkan persaingan ini PT Pupuk Indonesia mengandalkan ketersediaan pupuk di semua daerah sehingga menumbuhkan loyalitas petani pada produk lokal.

“Yang jelas untuk jenis pupuk urea kita masih sangat optimistis. Urea dalam dan luar negeri kita termasuk pemain utama,” kata Wijaya, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, PT Pupuk Indonesia juga memasang harga yang murah dibandingkan harga pupuk impor.

Dalam produksi pupuk, salah satu komponen utamanya adalah harga gas yang digunakan. Semakin murah maka bisa meminimalisir harga pupuk agar bisa semakin murah juga.

“Kurangi rate konsumsi gas dengan efisiensi, kurang biaya distribusi,dan biaya-biaya yang bisa mengefisienkan harga pupuk. Intinya efisiensi supaya bisa bersaing dengan pupuk impor dari luar,” jelasnya.

Hadapi Pupuk Impor

Menurut Wijaya, kesiapan BUMN menghadapi produk impor harus dilakukan oleh produsen lokal. Sebab menurut data Badan Pusat Statistik, Indonesia masih doyan mengimpor pupuk.

Tercatat selama bulan April, pupuk masuk ke dalam 10 golongan utama barang yang diimpor senilai mencapai US$ 159 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun.

Jumlah tersebut mengalami lonjakan disbanding bulan Maret 2020 karena impor pupuk tidak masuk 10 besar.

Sepuluh golongan barang impor yang masuk Indonesia selama April 2020 yaitu mesin dan perlengkapan elektrik US$ 1,66 miliar, besi dan baja US$ 667,9 juta, plastik dan barang dari plastik US$ 694,7 juta.

Kemudian kendaraan dan bagiannya US$ 398,8 juta, ampas/sisa industri makanan US$ 342,4 juta, berbagai produk kimia US$ 291,1 juta, pupuk US$ 159,2 juta, sayuran US$ 112 juta, logam mulia, perhiasan/permata US$ 20,8 juta dan senjata serta amunisi serta bagiannya US$ 800 ribu. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

BUMN Perikanan Diusulkan Terima Dana PMN Rp500 Miliar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN perikanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN perikanan yakni PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) diusulkan untuk mendapatkan suntikan dana penyertaan modal negara (PMN).

Usulan ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengikuti rapat terbatas hari ini di depan Presiden Joko Widodo dan para menterinya, pada Kamis (28/5/020).

Edhy Prabowo mengusulkan kedua BUMN perikanan itu mendapatkan suntikan dana PMN masing-masing Rp 500 miliar.

Dana ini nantinya digunakan untuk membeli hasil budidaya maupun hasil produk perikanan tangkap dari para nelayan, serta modal tambahan untuk pengolahan.

“Hal ini sudah kami sampaikan ke presiden untuk penguatan sektor perikanan nasional. Kami meminta suntikan dana penyertaan modal negara kepada dua BUMN perikanan dalam hal ini Perinus dan Perindo. Dua BUMN ini kita minta kalau bisa disertakan PNM,” ujar Edhy dalam konferensi pers virtual.

Menurut Edhy, usulan ini sudah mendapatkan respons positif dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dengan masuknya dana PMN di dua BUMN perikanan itu, diharapkan Perinus dan Perindo bisa menyerap hasil ikan dari nelayan sebagai antisipasi penurunan penyerapan ikan di masa pandemi Covid-19.

“Kami juga berharap dengan anggaran ini penyerapan ikan di lapangan bisa kita antisipasi dalam jangka pendek. Menteri Keuangan dan Menteri BUMN secara prinsip nggak masalah dengan usulan ini. Hanya Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta proposal terkait teknisnya yaitu penggunaan dana PNM masing-masing Rp 500 miliar itu,” jelasnya.

Menurut Edhy, sektor perikanan memiliki potensi yang besar saat kondisi pandemi seperti ini. Termasuk peluang membuka lapangan kerja dan usaha perikanan bagi masyarakat bila industri tersebut bisa bertahan.

Untuk itu, ia juga meminta kepada Erick Thohir agar bank-bank BUMN atau Himbara bisa mempermudah kucuran kredit untuk pembudidaya tambak udang.

Salah satunya dengan memperbolehkan penggunaan usaha tambak udang milik masyarakat sebagai agunan kredit. Karena secara prinsip tambak ini punya nilai produksi sehingga bisa meringankan beban finansial para petambak.

“Banyak masukan dari pelaku usaha tambak, yang mereka pinjam uang ke bank itu masih agunannya bukan tambak udang langsung tapi aset pribadinya. Para pelaku usaha ini usulkan bagaimana kalau tambak udang yang dijadikan sebagai agunannya,” tutupnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Direksi PTPN Dirombak Secara Besar-Besaran

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Direksi PTPN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi PTPN mulai dari PTPN I, II, IV sampai dengan XIV direstrukturisasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Perampingan organisasi dan direksi ini juga dilakukan bagi anak perusahaan Grup PTPN.

Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perombakan Direksi PTPN ini sebagai bagian dari optimalisasi proses transformasi untuk memperkuat peran Grup PTPN sebagai penopang ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

“Perombakan jajaran Direksi PTPN ini untuk meningkatkan kinerja dan terus melakukan perubahan dalam mencapai target perusahaan. Pergantian ini juga merupakan bagian dari program transformasi grup perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Abdul Ghani di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Surat Keputusan (SK) tentang Perubahan Nomenklatur, Pemberhentian, dan Pengangkatan Jajaran Direksi PTPN diserahkan langsung oleh Abdul Ghani kepada jajaran pimpinan baru 13 PTPN di kantor pusat Holding di Jakarta, pada Selasa (26/5/2020).

Restrukturisasi ini dinilai krusial mengingat besarnya peran PTPN Group terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, Grup PTPN perlu melakukan penguatan organisasi induk dan anak perusahaan untuk melaksanakan peran besar yang diamanatkan serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Terlebih di tahun ini, Holding Perkebunan Nusantara yang sebelumnya berperan sebagai Strategic Holding berubah menjadi Operational Holding.

“Fungsi utama PTPN yaitu sebagai perencanaan strategis, termasuk seluruh keputusan terkait investasi, kebijakan komoditas, pengembangan bisnis baru, portofolio bisnis, pemasaran, optimalisasi dan divestasi aset, pendanaan dan manajemen kas, serta SDM yang dikendalikan sepenuhnya oleh holding,” jelasnya.

Sementara itu, anak perusahaan PTPN fokus kepada operasional dengan pengawasan dan evaluasi kinerja oleh holding.

Selain itu, setiap anak perusahaan PTPN di struktur organisasi yang baru hanya memiliki satu direktur saja, sebelumnya, anak perusahaan bisa memiliki sampai empat direksi.

“Struktur baru ini Direksi PTPN bertujuan untuk menciptakan soliditas organisasi yang kuat dalam mencapai tujuan perseroan. Dengan demikian, PTPN Group diharapkan lebih siap menghadapi tantangan bisnis ke depannya,” jelasnya.

Menurut Ghani, transformasi bisnis ini merupakan serangkaian tahapan yang telah dilakukan sejak holding berdiri pada 2014.

Namun belum menunjukkan hasil yang optimal, baik dari sisi kinerja keuangan maupun operasional perusahaan.

Diketahui, PTPN Group secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia. Berdasarkan total lahan konsesi perkebunan PTPN saat ini mencapai 1,17 juta hektare.

Produk komoditas PTPN Group mencakup komoditas anak perusahaan yang beragam terdiversifikasi, antara lain karet, tebu, kopi, kelapa sawit, teh, tembakau, hingga kakao. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM