Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Program BBM Satu Harga Sejahterakan Warga Kepulauan Mentawai

MediaBUMN

Published

on

Program BBM

Program BBM satu harga menjadi salah satu kabar gembira yang tengah menyelimuti warga Kepulauan Mentawai. Ini merupakan salah satu program yang akan dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Kabar tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kristinus Basir.

Kristinus mengungkapkan bahwa dengan program tersebut akan memberikan dampak positif untuk masyarakat setempat. Selain menyejahterakan warga setempat, Program BBM satu harga ini akan sangat membantu perekonomian warga yang bekerja sebagai nelayan.

Dalam wawancaranya Kristinus memberikan keterangan bahwa, “Nelayan sangat terbantu, karena biaya operasional bisa ditekan. Dari sisi transportasi, penyamaan harga BBM antara Kepulauan Mentawai dan Pulau Jawa tentu berimbas positif terhadap biaya operasional kapal laut dan juga speedboat. Jadi secara umum, BBM satu harga di Mentawai berdampak baik bagi ekonomi dan menyejahterakan warga.”

Jumlah yang dikeluarkan oleh Pertamina untuk Kepulauan Mentawai dalam menjalankan
Program BBM satu harga ini adalah, sebanyak 50.000 liter setiap bulannya dengan jenis
premium dan solar. Pertamina pun mengklaim bahwa hanya akan ada 4 titik lembaga yang akan menjadi penyalur BBM tersebut. Adapun keempat titik BBM satu harga tersebut terletak di Sipora Utara, Sipora Selatan (dua titik), dan Siberut Utara.

Program BBM Satu Harga Dirasakan Warga

Dengan adanya program BBM satu harga tersebut, masyarakat yang ada di Kepulauan
Mentawai dapat menikmati harga BBM yang sama dengan masyarakat yang ada di wilayah lainnya. Yakni Rp6.450 per liter untuk jenis premium dan Rp5.150 per liter untuk solar.

Nulker Sababalat, seorang tokoh adat dari Sipora Selatan sangat antusias sekali dengan
program BBM satu harga ini. Beliau pun memberikan dukungan atas program yang akan
dilaksanakan di kepulauan tersebut. Dalam komentarnya, Nulker memberikan apresiasi yang baik, beliau juga mengatakan, bahwa program ini dapat menyejahterakan warga dan meringankan beban masyarakat sehingga memberikan dampak yang baik untuk menunjang perekonomian keluarga.

“Pasti sangat baik. Karena sebelumnya masyarakat harus membeli bensin dengan harga sekitar 10 ribu. Bagi masyarakat Sipora Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai petani, penurunan harga BBM tentu berdampak pada biaya transportasi. Termasuk ketika mereka harus menjual hasil pertanian ke kecamatan dan kabupaten,” ujar Nulker

Abdul Rohman, tokoh masayarakat dari Sipora Jaya juga memberi tanggapan dan komentar mengenai program tersebut. “Dengan program BBM satu harga, roda ekonomi masyarakat juga bisa bergerak lebih cepat, karena daya beli menguat dapat menyejahterakan warga
sekitar,” ujarnya, yang juga warga Gang Pesantren, Desa Sipora Jaya, Dusun Karya Bakti, Kepulauan Mentawai. []

Energi & Tambang

Penggunaan Gas Bumi Diperluas, Sektor Listrik Masih Terbesar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Penggunaan gas bumi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penggunaan gas bumi terus diperluas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebagai bagian dari BUMN dan Holding PT Pertamina (Persero).

Pembangunan infrastruktur dan pelayanan gas bumi dilakukan di berbagai sektor sebagai upaya membangun negeri.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pihaknya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun infrastruktur dan pengembangan bisnis gas bumi.

Sejauh ini penggunaan gas bumi PGN terbesar dilakukan oleh pembangkit listrik PT PLN untuk memasok listrik nasional.

Di sektor ini, penyerapannya mencapai 41 persen dari total penyaluran gas bumi per hari.

“Pada semester 1 2020, PGN menyalurkan gas sebesar 200 BBTUD ke pembangkit listrik PLN dan menghasilkan listrik lebih dari 960 MW. Penurunan harga gas bumi juga berdampak pada sektor kelistrikan yang akan menghemat biaya pokok produksi PLN,” kata dia, Kamis (13/08/2020).

Dengan turunnya harga gas bumi, Rahmad yakin akan tersedia biaya listrik yang lebih terjangkau dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain pembangkit listrik PLN, sektor industri dan komersial juga menjadi konsumen terbesar dalam penggunaan gas bumi yang juga berperan penting dalam roda perekonomian nasional.

Industri Penggunaan Gas Bumi

Rahmad menyebut sudah ada stimulus dari pemerintah untuk peningkatan daya saing industri, salah satunya penyesuaian harga gas untuk sektor industri.

Saat ini ada lebih dari 180 pelanggan industri yang menikmati gas bumi dengan harga yang lebih terjangkau, salah satunya PT Krakatau Steel.

Menurut Rachmat, PT Krakatau Steel sebagai kontributor di berbagagi proyek strategis nasional (PSN) maupun swasta, menjadi peluang bagi PGN untuk memperkuat pelayanan gas bumi pada sektor baja.

“Kami tentunya berharap Krakatau Steel bisa memaksimalkan volume pemakaian gas pada kegiatan bisnisnya sesuai kontrak. Dengan menggunakan gas bumi tentu perusahaan akan mendapatkan nilai lebih dari energi yang efisien,” ujar Rachmat.

Dengan penurunan harga gas bumi, PGN menargetkan akan berdampak pada penurunan biara operasi di PT Krakatau Steel sebesar 7 persen. Sehingga dapat mendorong efisiensi dan produk baja nasional semakin kompetitif.

Penurunan harga gas bumi sesuai Keputusan Menteri ESDM ini juga bermanfaat bagi usaha sektor pupuk, termasuk PT Pupuk Indonesia (Persero) Group.

Dengan harga gas USD 6 per MMBTU, dipastikan akan meningkatkan daya saing produk pupuk karena biaya produksinya lebih murah dan memaksimalkan ekspansi bisnis pupuk nasional.

Ia mencontohkan, penurunan harga gas bumi pada PT Petromia Gresik bisa menghemat biaya produksi hingga Rp700 miliar per tahun.

Dengan menurunkan biaya produksi, maka biaya subsidi pupuk yang harus dibayarkan oleh pemerintah juga dipastikan akan berkurang, sehingga berdampak positif pada ketahanan pangan.

“Kami akan terus berupaya memperluas penggunaan gas bumi dan pengembangan bisnis di seluruh sektor. Sinergi antar BUMN menjadi salah satu upaya, agar penyaluran gas bumi bisa menjangkau masyarakat secara luas dan tepat sasaran,” tandasnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

BBM Satu Harga, Pertamina Target Rampung di 83 Titik

EKO PRASETYO

Published

on

BBM Satu Harga

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BBM Satu Harga yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero) di 83 wilayah ditargetkan dapat tercapai. Pertamina optimis penerapan BBM satu harga di tahun ini bisa tercapai lantaran di tahun lalu juga sudah sukses mencapai target di 160 titik wilayah.

Fajriyah Usman selaku VP Corporate Communication PT Pertamina (persero) menyebutkan, dari 83 titik yang ditargetkan tahun ini, sebanyak lima lembaga penyalur telah beroperasi.

Sehingga total yang beroperasi sejak tahun lalu sebanyak 165 penyalur, sisanya 61 titik lainnya masih dalam proses pembangunan, dan 34 titik di antaranya dalam proses perizinan.

Menurut Fajriyah, lembaga penyalur tersebut tersebar di beberapa wilayah seperti Sumatera sebanyak 13 titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 7 titik, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebanyak 21 titik, Maluku 15 titik dan Papua 14 titik.

“Kami optimis penerapan program BBM Satu Harga tahun ini bisa tercapai. Di 2019, kami dapat mencapai target sebanyak 160 titik pada Oktober atau lebih cepat tiga bulan dari yang ditargetkan di bulan Desember. Karena itu, kami yakin pada tahun ini target sebanyak 83 titik BBM Satu Harga juga bisa tercapai,” kata Fajriyah, Selasa (11/8/2020).

Adapun lembaga penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi di tahun 2020 yaitu Kabupaten Sigi, Palolo, Sulteng sembari mempersiapkan penerapan di wilayah lainnya.

Melalui program BBM Satu Harga, BUMN Sektor Energi ini membangun lembaga penyalur resmi hingga ke wilayah terpencil.

Sehingga dapat menyediakan BBM jenis Premium dan Solar sesuai harga yang diatur oleh pemerintah dan dinikmati oleh masyarakat di kota maupun di desa.

“Dengan harga BBM yang lebih terjangkau, tentu akan berdampak pada penurunan biaya transportasi dan operasional warga. Sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat dan harga-harga kebutuhan pokok juga ikut turun,” ungkapnya.

Komitmen BBM Satu Harga

Penerapan progam BBM satu harga ini, sambung dia, adalah komitmen Pertamina untuk ikut memajukan perekonomian melalui penyediaan energi di seluruh wilayah Tanah Air.

Dalam menjalankan BBM satu harga, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek profit semata, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik untuk kemajuan negeri.

“Meskipun kami banyak menghadapi tantangan saat proses pembangunan dan saat operasi, tapi Pertamina tetap komitmen tidak akan menyerah. Prinsip kami pantang surut untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati energi dengan kualitas dan harga yang sama di semua daerah,” tandasnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Bahan Bakar Kereta Api, BPH Migas dorong penggunaan LNG

EKO PRASETYO

Published

on

Bahan bakar kereta

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bahan bakar kereta api yang selama ini masih menggunakan solar subsidi didorong untuk mulai dialihkan ke gas alam cair atau Liquified Natural Gas (LNG).

Dengan pengalihan jenis bahan bakar dari solar ke LNG diharapkan dapat melakukan penghematan subsidi BBM.

Hal ini disampaikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) beserta perwakilan Anggota Komisi VII DPR RI usai melakukan monitoring pemanfaatan kuota BBM untuk kereta api milik PT Kereta Api (Persero) Divisi Regional III Palembang.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menyampaikan, kuota solar subsidi yang diberikan untuk PT KAI di tahun 2019 lalu mencapai 243.262 kilo liter.

Realisasinya penggunaannya sebesar 246.025 kilo liter atau setara 101,14 persen, atau kelebihan kuota 1,14 persen.

Jika per liternya dijual seharga Rp 5.150, maka total kuota solar subsidi untuk PT KAI mencapai Rp 1,2 triliun.

Untuk mencegah terjadinya kelebihan kuota di tahun ini, penetapan kuota BBM subsidi ditetapkan per triwulan.

“Pada kuartal I-2020, kami menetapkan kuota solar subsidi untuk KAI sebesar 51.250 kilo liter dengan realisasi 107,96 persen. Untuk kuartal II kuotanya naik menjadi 61.000 kilo liter. Tapi karena adanya penerapan PSBB akibat pandemi, realisasinya hanya 20,94 persen,” ujar Ifan, dalam siaran pers, Kamis (6/8/2020).

Ifan mengatakan, pihaknya sudah mengecek angkutan kereta api barang untuk batubara ekspor ke berbagai Negara tetangga menggunakan solar subsidi.

Kereta tersebut rata-rata mengangkut 1 juta ton batubara dengan konsumsi solar mencapai 3.500 kilo liter per bulan, atau senilai Rp15,7 miliar per bulan dan Rp189 miliar per tahun.

“Artinya, biaya untuk BBM subsidi ini sangat besar, dan harusnya bisa dilakukan penghematan biaya dengan mengganti bahan bakar kereta menjadi LNG yang harganya lebih murah, dan produknya juga tergolong energi bersih (clean energy),” ujarnya.

Usulan penggunaan LNG untuk bahan bakar kereta api ini didukung oleh Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Yulian Gunhar.

Ia berharap hal ini bisa segera diterapkan dalam tahap komersialisasi karena subsidi BBM hanya untuk masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Menurut saya tidak layak kereta api angkutan barang ekspor mendapat subsidi BBM. Maka kami mendukung penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta menggantikan solar subsidi,” kata Gunhar.

Ia menjelaskan, rencana penggunaan LNG sebagai bahan bakar kereta api sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Saat itu, dilakukan penandatanganan MoU antara PT Pertamina dengan PT KAI untuk mendukung program diversifikasi energi dengan melakukan konversi pemakaian BBM ke BBG.

Penggunaan LNG untuk bahan bakar kereta api juga telah berjalan di beberapa negara seperti India, Rusia, Amerika Serikat, dan Kanada.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan PT KAI pada tahun 2016 lalu, penggunaan LNG dapat menurunkan konsumsi minyak solar sebesar hingga 71 persen.

“LNG adalah bahan bakar yang bersih dan ekonomis, maka penggunaannya bisa mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh emisi mesin diesel, mengurangi impor dan memperpanjang periode pemeliharaan mesin sehingga biaya pemeliharaan juga berkurang,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!