Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Produksi Pupuk Pusri Tembus 2,3 Juta Ton, Lampaui Target!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Produksi pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang di tahun buku 2019 mencapai 2,30 juta ton. Volume produksi ini mencapai 106 persen dari target rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebanyak 2,17 juta ton.

Manager Humas PT Pusri Palembang, Soerjo Hartono, mengatakan produksi tersebut mencakup pupuk urea dan pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium)

“Untuk tahun 2019 lalu, total produksi pupuk yang kami hasilkan sebanyak 2,30 juta ton. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 2,20 juta ton, dan pupuk NPK 105.293 ton,” jelas Soerjo dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2020).

Untuk produksi non pupuk yaitu amoniak mencapai 1,44 juta ton atau 98 persen dari target RKAP.

Di bidang penjualan, perusahaan pelat merah ini telah menyalurkan pupuk total sebanyak 2 juta ton, yang mencakup 1,20 juta ton pupuk bersubsidi dan 797.128 ton pupuk nonsubsidi.

Sementara untuk penjualan amoniak tercatat sebanyak 89.224 ton sepanjang tahun 2019.

Menurut Soerjo, pihak perusahaan tetap optimis kinerja dapat lebih optimal sesuai penugasan pemerintah, terlebih PT Pusri tengah melakukan revitalisasi pabrik Pusri III-B.

“Proyek revitalisasi pabrik ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Kami juga tengah melakukan transformasi digital di berbagai lini usaha,” jelas Soerjo.

Untuk kinerja Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2019, secara keseluruhan penyaluran dana kemitraan sudah mencapai 100 persen.

Kolektabilitas program kemitraan dari CSR anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini mencapai 70,38 persen dengan predikat baik.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen PT Pusri untuk berkontribusi bagi kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan membina komunitas demi kemandirian masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” jelas dia.

Selanjutnya di bidang tata lelola perusahaan, PT Pusri menghasilkan skor 91,99 persen dengan predikat sangat baik.

Meski meraih kinerja yang positif di tahun 2019, bukan berarti tidak ada tantangan yang dilalui. Namun pihak perseroan terus memaksimalkan berbagai upaya sehingga membuahkan pencapaian yang cukup baik.

“Berbagai upaya itu tetap kami lakukan saat ini terlebih dalam menghadapi situasi pandemi yang masih terjadi,” tandasnya.

Agrobisnis & Pangan

Holding BUMN Pangan Akhir Tahun Ini Ditarget Rampung

EKO PRASETYO

Published

on

Holding BUMN pangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN pangan yang digagas oleh Kementerian BUMN ditargetkan sudah terbentuk paling lambat akhir 2020.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI nantinya akan menjadi induk dai holding BUMN Pangan tersebut.

Febriyanto selaku Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha PT RNI mengatakan, proses pembentukan holding BUMN Pangan hingga saat ini terus digenjot agar bisa rampung di akhir tahun ini.

“Kami ditunjuk oleh pemerintah sebagai induk BUMN Klaster Pangan. Alhamdulillah saat ini prosesnya untuk menjadi holding BUMN pangan terus berlangsung. Mudah-mudahan di akhir tahun 2020 ini paling lambat holding ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dan pemerintah,” ujar Febriyanto, Kamis (24/9/2020).

Dalam pembentukan Holding BUMN Pangan ini, ada delapan perusahaan pelat yang akan digabung ke dalam holding.

Kedelapan perseroan tersebut di antaranya PT Perikanan Indonesia (Persero) untuk budidaya ikan, pengolahan ikan, dan layanan jasa kepelabuhanan perikanan.

Kemudian PT Berdikari (Persero) yang bergerak di sektor peternakan dan logistik, PT Garam (Persero) di sektor industri garam, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bergerak di bidang perdagangan dalam dan luar negeri.

Ada juga PT. Bhanda Ghara Reksa atau BGR Logistics yang begerak di bidang logistik provider dari hulu sampai hilir pangan.

Menurut Febriyanto, jika holding BUMN pangan sudah terbentuk, nantinya akan mampu menyediakan berbagai komoditas strategis bagi masyarakat.

Mulai dari beras, jagung, daging, ikan dan berbagai jenis pangan lainnya.

“Rantai produksi akan berjalan sisi hulu sampai hilir. Nantinya barang-barang kebutuhan ini akan kita beli dari teman-teman kita yang selama ini berperan dalam mata rantai penyediaan pangan,” kata Febri.

Dari rantai pasokan pangan ini PT RNI juga tidak akan bekerja sendiri, tetapi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, nelayan, BUMDes dan koperasi.

“Tentunya kami tidak bekerja sendiri karena memang kita tahu bahwa jaringan pasar ritel cukup luas. Maka kita perlu melibatkan para pelaku bisnis di jaringan ritel itu untuk mendistribusikan komoditi pangan kita ke masyarakat,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Produksi Sawit PTPN V Pecah Rekor, Pendapatan Bisa Tembus Rp4,8 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Produksi sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi sawit PTPN V atau PT Perkebunan Nusantara V berhasil mencatat rekor sepanjang sejarah.

Pasalnya, untuk kali pertama dalam sejarah PTPN V, produkditivas tandan kelapa sawit mencapai 23,9 ton per hektare.

Angka produksi sawit itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah sejak perusahaan pelat merah itu berdiri.

Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V, Jatmiko K. mengatakan, dengan produktivitas sawit itu, PTPN V menjadi salah satu anak perusahaan Perkebunan Nusantara yang berhasil meraih target kinerja yang ditetapkan perusahaan.

Sebagai perusahaan negara, kami memiliki dua bisnis utama yakni sawit dan karet.

“Dari unit Kebun Tamora, PTPN V meraih penghargaan dari holding usaha atas capaian mutu produk, produktivitas, dan indikator lainnya di semester 1 tahun ini. Jadi dari seluruh lingkungan PTPN Group, Tamora menjadi kebun sawit terbaik pertama di Indonesia,” ujar Jatmiko, Sabtu (20/9/2020).

Ia menjelaskan, untuk usaha karet, Tamora menempati posisi terbaik kedua di antara seluruh perkebunan karet di semua perusahaan negara milik negara.

Adapun untuk pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Pagar yang ada di kabupaten Kampar juga menjadi PKS terbaik keempat di seluruh pabrik milik Holding Perkebunan Nusantara.

Optimis Produksi Sawit

Menurut Jatmiko, prestasi ini bisa diraih karena keakuratan data yang terus diperhatikan sebagai upaya mengembangkan data berbasis teknologi guna meningkatkan efektifitas pengawasan perkebunan.

Pelaksanaan SOP di perusahaan juga dilakukan secara ketat, tansparansi dan data yang akurat menjadi strategi perusahaan untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Ia pun berharap, kinerja ini akan terus berlanjut dan terus lebih baik ke depan.

“Makanya, proses penanaman, perawatan hingga panen harus terus menjadi perhatian. Sebagai pimpinan PTPN V, saya sangat bangga dengan prestasi ini, semoga ini menjadi pelecut motivasi karyawan dan manajemen untuk mempertahankan kinerja positif dan lebih baik di masa mendatang,” ujar mantan Indonesia Tourism Development Corporation ini.

Pihaknya pun optimistis bisa menjaga tingkat produksi sawit sebesar 24,24 ton per hektar hingga akhir tahun 2020.

Optimisme itu didasari dari hasil produksi sawit dan operasional sejumlah unit kebun sawit dan karet milik PTPN V yang saat ini kondisinya sedang optimal.

Dengan produksi sawit sebesar itu, ditargetkan pendapatan PTPN V bisa menembus angka Rp4,8 triliun, atau mengalami pertumbuhan hingga 16,25 persen dari pendapatan tahun 2019.

Namun target itu, tidak seluruhnya didapat dari kebun PTPN V, karena sekitar 40 persen produksi sawit yang dikelola adalah hasil kebun sawit milik rakyat, baik petani swadaya mapun mitra plasma PTPN V.

“Sinergi ini sejalan dengan upaya perseroan dalam membantu memulihkan ekonomi di daerah setempat, dengan meningkatkan kesejahteraan petani binaan,” tutupnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

UMKM Perikanan Dapat Modal dan Pendampingan Dari SIG

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

UMKM Perikanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – UMKM Perikanan mendapat bantuan modal dan pendampingan usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Pemberian bantuan modal usaha ini sebagai bagian dai upaya untuk meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha para pelaku UMKM khususnya di sektor perikanan.

Penyerahan bantuan modal ini salah satunya diberikan kepada kelompok budidaya ikan Prima Makmur, di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Tuban.

Kelompok budidaya ikan Prima Makmur tergabung dalam UMKM binaan PT Semen Indonesia Klaster Perikanan.

Liek Setiadji selaku ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur, mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan modal usaha perikanan dari SIG sebesar Rp33 juta.

Bantuan tersebut digunakan untuk membuat empat kolam baru yang mampu menampung 16.000 bibit ikan lele.

Dengan bantuan ini, dipastikan para pelaku UMKM perikanan sangat terbantu karena mendapatkan modal usaha sekaligus pendampingan dari SIG.

“Kami juga mendapat kesempatan studi banding untuk belajar budidaya ikan lele yang baik. Dengan begitu usaha perikanan kami semakin berkembang. Ini ketiga kalinya kami melakukan panen ikan semenjak mengikuti program pemberdayaan dari SIG,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Liek Setiadji mengatakan, saat ini hasil panen perikanan mereka bisa mencapai 1,4 ton ikan lele jenis Masamo.
Tingginya permintaan ikan lele di wilayah Kabupaten Tuban juga membawa berkah bagi UMKM perikanan di daerah tersebut, karena stok ikan mereka selalu habis dibeli konsumen.

Potensi UMKM Perikanan

General Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) PT SIG, Edy Saraya mengatakan, pihaknya melihat ada potensi pasar di sektor UMKM perikanan.

Untuk itu, PT SIG selaku bagian dari BUMN terus mendukung upaya UMKM dalam mengembangkan usahanya, terlebih di masa pandemi saat ini.

“Hingga saat ini PT SIG telah melakukan pemberdayaan sebanyak 18 kelompok UMKM perikanan. Total bantuan modal usaha yang sudah kami salurkan sebesar Rp523 juta dan pendampingan usaha,” ujarnya.

Adapun jenis usaha budidaya yang dilakukan pelaku UMKM perikanan di antaranya budidaya udang vaname, ikan lele, dan ikan nila.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, M Amenan, mengapresiasi langkah yang dilakukan PT SIG.

Dengan adanya bantuan kepada kelompok UMKM perikanan, diharapkan dapat memberikan potensi usaha baru dan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Sehingga akan memberikan penghasilan tambahan bagi pelaku UMKM perikanan dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di tengah masyarakat.

“Pemkab Tuban sangat mengapresiasi bantuandan pendampingan teknis dari SIG kepada pelaku UMKM. Harapan kami ke depan cakupan UMKM yang diberdayakan SIG semakin luas,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM