Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Produksi Listrik EBT di PTPN Group Capai 318 Mega Watt

Published

on

Produksi listrik EBT

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi listrik EBT atau Energi Baru Terbarukan di Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus meningkat.

Saat ini produksi listrik EBT di Holding PTPN III sudah mencapai 318 Mega Watt (MW) atau setara 1.831.680 MWh per tahun.

Pemanfaatan produk listrik EBT di BUMN ini pun terus digenjot agar bisa mencapai target bauran EBT secara nasional sebesar 23 persen di tahun 2025 mendatang.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M Abdul Ghani mengatakan, produk listrik EBT ini dapat dioptimalkan untuk operasional di perkebunan.

Dari total produksi listrik EBT ini mampu mengurangi emisi atau dekarbonisasi hingga 1,9 juta ton CO2 per tahun.

“Operasional di semua anak usaha group PTPN telah memanfaatkan produk listrik EBT sebagai sumber energi yang kita dapat dari beberapa pembangkit, seperti PLTA, PLTBm, PLTBg, dan PLTS,” ujar Ghani dalam keterangan tertulisnya Selasa (12/10/2021).

Diketahui, pembangkit yang telah menghasilkan produksi listrik EBT yang dimiliki PTPN Group memang sangat beragam.

Di antaranya 10 unit PLTA dengan kapasitas 17,14 MW, 2 unit pembangkit berbasis biomassa berkapasitas 9,2 MW, 9 unit pembangkit biogas dari POME berkapasitas 11,35 MW dan 1 unit Pembangkit Listrik Tenaga Matahari berkapasitas 2 MWp.

Target Produksi Listrik EBT

Ghani mengatakan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen di tahun 2030.

Target ini dijalankan melalui program kerja perusahaan dalam penggunaan biomassa perkebunan sebagai sumber energi utama, hilirisasi bisnis perkebunan, serta optimasi pembangkit listrik EBT lainnya.

Program peningkatan produksi listrik EBT ini dijalankan secara mandiri maupun bekerja sama dengan mitra strategis yang ahli di bidang tersebut.

Adapun penggunaan produksi listrik EBT di PTPN III yaitu seperti di pabrik kelapa sawit (PKS) dan pabrik gula (PG) milik BUMN tersebut.

Saat ini telah menggunakan biomassa sebagai bahan bakar utama yang mampu menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional pabrik.

“Bahan bakar yang digunakan di PKS adalah cangkang dan serabut kelapa sawit, sementara di PG bahan utamanya bagas tebu,” jelasnya.

Tercatat jumlah PKS PTPN Group ada sebanyak 75 unit dan telah memanfaatkan produksi listrik EBT yang dihasilkan 80 MW.

Sementara total pabrik gula yang telah menggunakan produksi listrik EBT yaitu 31 unit dengan kapasitas yang dihasilkan 198 MW.

Saat ini, Holding PTPN terus memperluas kerja sama pengolahan limbah sebagai sumber energi berbasis EBT dengan beberapa mitra strategis. []

Agrobisnis & Pangan

Produk Pupuk Baru Diluncurkan Anggota Holding BUMN Pupuk

Published

on

Produk pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produk pupuk baru resmi diluncurkan PT Mega Eltra yang merupakan Anggota Holding BUMN Pupuk.

Peluncuran produk pupuk baru ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pupuk majemuk di dalam negeri.

Adapun merek dagang yang diberi untuk produk baru ini yaitu ‘Bunga Tulip’ yang dibernama NPK Melagenda.

Dalam hal ini, PT Mega Eltra menjalin kerjasama dengan PT Lagenda NPK Indonesia sebagai wujud komitmen BUMN dalam memenuhi pasokan pupuk dalam negeri.

Direktur Keuangan dan SDM PT Mega Eltra, Dundi Insan Perlambang mengatakan, kerjasama ini diteken oleh Direktur Utama PT Mega Eltra Hilman Taufik dan Direktur PT Lagenda NPK Indonesia, Fadilawaty.

Ia menjelaskan, secara struktur biaya NPK Melagenda diharapkan dapat mencapai Harga Pokok Penjualan (HPP) yang paling ekonomis.

Dengan begitu, produk pupuk baru ini bisa cepat terserap di pasaran dan mudah dijangkau oleh para petani.

“Dengan HPP yang rendah, kita harapkan penjualannya akan lebih efisien dan mudah dijangkau,” kata Dundi dalam keterangannya, Minggu (21/11/2021).

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Mega Eltra, Hilman Taufik yang berharap kolaborasi kedua perusahaan ini dapat berjalan efektif.

Terutama dalam menambah pangsa pasar dan memenuhi kebutuhan pupuk di pasar retail.

“Harapan kami brand pupuk NPK Melagenda mampu bersaing dan menjadi menjadi pemain besar di industri pupuk tanah air,” harapnya.

Hilman bahkan menargetkan penjualan produk pupuk NPK Melagenda bisa mencapai 500 ton di tahun ini.
Ia pun optimis kerjasama dua perusahaan ini dapat terjalin dengan baik karena sudah didasari oleh komitmen dari kedua pihak.

Sehingga sinergi yang sudah terjalin akan berkelanjutan dan turut memajukan industri pupuk di Indonesia.

Untuk diketahui, PT Mega Eltra sebagai bagian dari Holding PT Pupuk Indonesia selama ini bergerak di bidang industri cat, Perdagangan, Jasa Konstruksi dan Keagenan.

Pada masa kolonial, PT Mega Eltra bernama NV Electro Import yang kemudian dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pasca kemerdekaan.
Pada tahun 1970, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Mega Electro yang masih bertahan hingga saat ini. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Ekspor Beras BUMN Pangan ke Arab Saudi Mencapai 140 Ton

Published

on

Ekspor beras

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspor beras yang dilakukan BUMN Klaster Pangan sektor Pertanian resmi dikirimkan ke negara tujuan, yaitu Arab Saudi.

Ekpor ini dijalankan oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) dengan jumlah secara keseluruhan 140 ton yang dikirim secara bertahap.

Pelepasan ekspor perdana ini menjadi momentum yang penting bagi BUMN Klaster Pangan untuk menuju Go Global dan memperluas pasar ekspor pada komoditas beras.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan, BUMN Pangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional saja, tapi juga merealsasikan ekspor ke berbagai negara.

“Untuk komoditas beras, RNI bersama SHS mengirimkan beras untuk memenuhi permintaan dari NegaraArab Saudi. Kegiatan ekspor beras akan dilakukan secara bertahap,” kata Arief melalui siaran persnya, Jumat (29/10/2021).

Arief menjelaskan, di bulan ini, pihaknya mengirimkan sebanyak 20 ton beras ekspor senilai 21.200 dollar AS.

Kemudian di bulan November nanti akan dikirim lagi sebanyak 120 ton beras, dengan nilai 127.200 dollar AS.

“Sehingga secara total ekspor kurang lebih 140 ton beras, dengan nilai per ton sebesar 1.060 dollar AS. Sementara nilai totalnya mencapai 148.400 dollar AS,” kata Arief.

Adapun beras yang diekspor ini yaitu jenis sang rice yang diproduksi di lahan sendiri dengan Varietas Mekongga dengan kualitas Super Premium.

Dorong Ekspor Beras

Menurut Direktur Utama PT SHS Karyawan Gunarso, beras sang rice sudah sesuai standar internasional dan diharapkan ekspor ini menjadi kontribusi SHS bagi negara.

“Beras sang rice yang diekspor ini menjadi kebangaan bagi kami, karena produk dalam negeri untuk dunia bisa diproduksi oleh PT Sang Hyang Seri,” kata Gunarso.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir terus memberikan dorongan kepada BUMN Klaster Pangan untuk menjalankan inovasi.

Tujuannya agar dapat mendukung program swasembada pangan nasional dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Namun ia juga mendorong agar dilakukan ekspor pangan ke berbagai negara untuk menaikkan daya saing BUMN Pangan di skala internasional dan tentunya memberi pemasukan bagi perusahaan.

Namun tak hanya fokus pada profit, Erick juga menegaskan agar BUMN Pangan juga harus turut mendukung peningkatan kesejahteraan para mitranya, terutama para petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Laba PTPN III di Kuartal 3 Tahun Ini Mencapai Rp2,95 Triliun

Published

on

Laba PTPN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba PTPN III pada kaurtal ketiga tahun ini terus menunjukkan hasil positif dengan peningkatan sebesar 236,60 persen secara tahunan.

Total laba yang berhasil dilesatkan pada bulan September lalu sudah tembus Rp2,95 triliun yang didapat dari hasil konsolidasi.

Secara keseluruhan, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp36,46 triliun, dan naik 37,20 persen dari tahun lalu.

Sementara itu EBITDA perusahaan juga naik hingga 218 persen periode yang sama tahun 2020 dengan jumlah sebesar Rp9,32 triliun.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani mengatakan, peningkatan laba PTPN III ini merupakan hasil dari transformasi perusahaan.

Menurutnya, kinerja positif ini ditopang dengan penerapan strategi operational excellence di seluruh anak perusahan Holding PTPN III.

Langkah yang dilakukan di antaranya peningkatan produksi dan produktivitas, terutama komoditas kelapa sawit dan tebu, sebagai komoditi utama dari PTPN Group.

“Kinerja perusahaan kita selaraskan dengan visi, misi dan arah transformasi. Kami lakukan mengakselerasi peningkkatan produksi dan produktivitas komoditi utama di PTPN. Dan hasilnya berdampak pada semakin baiknya kinerja finansial perusahaan,” kata Ghani, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/10/2021).

Faktor Pendorong Laba PTPN III

Menurut Mohammad Abdul Ghani, laba PTPN III yang melonjak drastis tidak terlepas juga dari kenaikan harga jual rata-rata komoditi PTPN Group, terutama minyak sawit (CPO).

Ia mencontohkan, harga jual rata-rata CPO dari PTPN sampai dengan September 2021 adalah Rp10.590 per kg.

Harga itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya harganya Rp8.168 per kg.

Di sisi lain, BUMN Sektor Pangan ini juga mengambil peran dalam menjaga ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi tebu atau gula konsumsi.

Tercatat produksi gula mencapai PTPN Group sampai September lalu mencapai 686,3 ribu ton atau 6,89 persen dari tahun 2020.

Kemudian capaian rendemen tebu juga mencapai 7,12 persen, meningkat 5,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Jadi upaya transformasi PTPN berhasil memberikan dampak positif pada produktivitas komoditas, dan akhirnya berdampak juga pada kinerja finansial dan laba PTPN III di tahun ini,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!