Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Produksi Gula Ditarget Naik! PTPN III dan Perhutani Bersinergi

MediaBUMN

Published

on

Produksi gula

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi gula dalam negeri terus digenjot oleh BUMN untuk menekan masuknya gula impor dalam pemenuhan kebutuhan nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan kawasan hutan tidak produktif seluas 130 ribu hektare untuk ditanami komoditi tebu.

Langkah ini dilakukan oleh Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang berkolaborasi dengan Perum Perhutani selaku pemilik lahan guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani mengatakan, dari hasil identifikasi PTPN III, lahan perhutani seluas 130 ribu hektare ini dapat menghasilkan hingga 260.000 ton gula dan 410.000 ton jagung kering setiap tahun.

“Pada perencanaan produksi gula PTPN III yang telah kami sampaikan kepada Presiden, kami yakin produksi gula dapat dinaikkan hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan,” kata Ghani, Senin (7/9/2020).

Dijelaskannya, sinergi kedua BUMN ini berawal dari keinginan PTPN III untuk melakukan transformasi pada bisnis gula serta arahan pemegang saham untuk berkontribusi pada food, energy and health security.

Sehingga tercetuslah sebuah kerjasama pengembangan komoditi tebu dan jagung dengan memanfaatkan kawasan hutan tidak produktif seluas 130 ribu hektare

“Kami berharap dengan adanya kolaborasi antara PTPN III dan Perhutani tentunya akan menambah dua kali lipat dari potensi lahan kita,” tegasnya.
Hal ini sejalan dengan kontribusi PTPN Grup dalam produksi gula nasional menjadi 2,1 juta ton per tahun.

Produksi Gula Digenjot

Dengan pencapaian produksi gula dari PTPN Grup ini, dalam jangka panjang diharapkan dapat mengurangi impor gula dari 5,7 juta ton per tahun menjadi 4,5 juta ton/tahun.

PTPN Grup yakin tanaman tebu memiliki strategic fit tinggi karena merupakan salah satu bahan pangan utama masyarakat yang masuk dalam swasembada pangan nasional.

“Dengan kerjasama ini, PTPN optimis akan terjadi peningkatan pendapatan bersih petani hingga 170 persen menjadi Rp 6,9 juta per hektare untuk tiap siklus tanam. Pendapatan itu belum termasuk upah petani sebagai pekerja,” jelasnya.

Selain tebu sebagai komoditi utama yang akan dikembangkan dalam sinergi adalah komoditi jagung dengan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sementara Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro menyampaikan bahwa sinergi antara kedua perusahaan pelat merah ini terjadi karena sama-sama memiliki pemahaman dan saling membutuhkan.

“Kesepakatan ini akan kami kawal penuh karena kebijakan tidak bisa kami lepas dan semua harus care pada program ini. Saya berpesan kepada tim Perhutani dan PTPN agar kita menggunakan cara-cara baru agar program ini bisa berjalan sesuai dengan harapan kita bersama,” tandasnya. []

Agrobisnis & Pangan

Peremajaan Kebun Sawit PTPN Mencapai 223.719 Hektar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Peremajaan kebun sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Peremajaan kebun sawit terus dilakukan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) untuk meningkatkan hasil produksi.

Melalui seluruh anak perusahaannya, PTPN melakukan Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat (PSR) yang tak lagi produktif seluas 223.719 hektare.

Peremajaan kebun sawit ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani plasma.

Program ini juga diharapkan akan menjaga pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit PTPN Group yang membutuhkan 570 ton TBS per jam.

Direktur Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) M. Abdul Ghani menjelaskan, dengan peremajaan kebun sawit milik anak perusahaan PTPN I hingga PTPN XIV, maka hasil produksi juga akan meningkat.

Dijelaskannya, program ini mulai berjalan di kebun kelapa sawit plasma seluas 18 ribu hektar di Riau yang dikerjakan oleh PTPN V sebagai anak perusahaan Holding PTPN.

“Kebun sawit rakyat ini memasok separuh pasokan bahan baku sawit yang dikelola PTPN V,” ujar Ghani dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (29/10/2020).

Adapun proses peremajaan kebun sawit ini dimulai dengan penebangan batang sawit tua, pembersihan lahan, penanaman bibit unggul tersertifikasi, dan pemeliharaan hingga panen.

Untuk penyediaan bibit, PTPN menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan) untuk menyediakan 1,5 juta bibit kelapa sawit.

Sementara Direktur Utama PTPN V Jatmiko mengatakan, peremajaan ini menjadi momen pemberdayaan petani plasma karena bisa mendapat pendapatan tambahan.

“Kami menargetkan peremajaan kebun sawit rampung seluas 18 ribu hektar di tahun 2023 mendatang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kunci keberhasilan program peremajaan sawit ini adalah kepercayaan, sehingga pihaknya berani memberikan jaminan bahwa hasil produksi petani akan di atas rata-rata nasional.

Jika produktivitas sawit petani ternyata di bawah rata-rata nasional, pihak perusahaan siap mengganti kerugian petani.

Peremajaan Kebun Sawit Dorong Produksi

Terkait hal ini, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) mengatakan produktivitas petani plasma tetap terjaga selama bermitra dengan PTPN V.

Bahkan hasil sawit yang didapat berada di atas rata-rata produktivitas nasional, yakni bisa mencapai 24 ton per hektare.

Setiyono mengatakan, ia bersama para petani lain telah bermitra dengan PTPN V selama 35 tahun yang dibangun dengan pola transparansi.

“Transparansi yang dilakukan membuat para petani percaya, dan menyerahkan proses peremajaan, perawatan, hingga pengelolaan kebun sawit kepada PTPN V,” ujarnya.

Satiyono menyebut, pelibatan petani sejak awal peremajaan membuat mereka tidak khawatir akan penghasilan selama menunggu pembibitan hingga panen.

“Untuk itu kami semua sepakat kembali bekerjasama dengan PTPN V,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Direksi Bulog Kena Giliran Bongkar Pasang Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Direksi Bulog

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi Bulog (Perum Bulog) mengalami perombakan seiring terbitnya surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-341/MBU/10/2020 tentang Pemberhentian dan pengangkatan Direksi Bulog.

Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan pemberhentian secara hormat Tri Wahyudi Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasional dan Triyana yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Kemudian Mantan Bos Inter Milan ini juga memberhentikan dengan hormat Bachtiar Utomo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Mansur Direktur Komersial serta Wibisono Poespitohadi Direktur Pengadaan.

Nama-nama yang diangkat sebagai Direksi Bulog yang baru adalah Direktur Bisnis yang dijabat oleh Febby Novita, Mokhamad Suyamto sebagai Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.

Selanjutnya Erick Thohir juga mempercayakan jabatan Direktur Human Capital kepada Purnomo Sinar Hadi. Kemudian Bagya Mulyanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum dialihtugaskan menjadi Direktur Keuangan.

Selain itu, Erick Thohir juga melakukan perubahan nomenklatur jabatan yang sebelumnya Direktur Operasional dan Pelayanan Publik berubah menjadi Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri menjadi Direktur Bisnis (Penggabungan Direktorat Komersial dan Direktorat Pengembangan Bisnis dan Industri), Direktur SDM dan Umum menjadi Direktur Human Capital.

Dengan perubahan tersebut, maka susunan direksi Bulog yang baru adalah sbb:

Direktur Utama – Budi Waseso
Wakil Direktur Utama – Gatot Trihargo
Direktur Keuangan – Bagya Mulyanto
Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik – Mokhamad Suyamto
Direktur Bisnis – Febby Novita
Direktur Human Capital – Purnomo Sinar Hadi

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Direksi yang telah memberikan dedikasi tinggi dan luar biasa kepada perusahaan ini. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Produk Pangan BUMN Harus Punya Brand Sendiri

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Produk pangan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produk pangan BUMN disarankan untuk memiliki brand sendir, agar semakin dikenal masyarakat secara luas.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI Eko Taufik Wibowo saat perayaan hari ulang tahun RNI ke-56, Senin (12/10/2020).

Dalam acara HUT RNI ke-56 ini, perseroan secara resmi meluncurkan rebranding produk gula mereka, yaitu Raja Gula.

Produk Raja Gula dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga warung, pelaku UMKM, maupun konsumen bisa memperoleh gula dengan harga terjangkau.

Eko Taufik, berharap BUMN lainnya bisa mengikuti langkah RNI dalam membuat brand produk pangan BUMN. Mulai dari produksi minyak goreng, beras, dan bebagai jenis pangan lainnya.

Eko pun berharap semakin banyak pihak yang menggunakan pangan hasil produksi BUMN, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan semua lapisan masyarakat.

Ia mengatakan, kualitas produk pangan pangan BUMN sudah terjamin, dan ditawarkan dengan harga yang terjangkau.

Dalam perayaan hari jadi RNI, Eko menyampaikan klaster BUMN pangan dibentuk untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan secara terintegrasi.

Maka bisa ada peluang setiap bulan atau tiap minggu akan melaunching produk baru, tidak hanya dari RNI tapi juga dari anggota klaster pangan yang lain.

Ia menjelaskan, saat ini perseroan terus memacu usaha di berbagai sektor baru.

Saat ini PT RNI (Persero) telah mengembangkan empat bidang usaha yaitu Perdagangan-Distribusi, Agroindustri, Properti dan Alat Kesehatan.

Untuk kerjasama di BUMN klaster pangan, menurutnya tetap memiliki peran vital dalam memenuhi dinamika yang terjadi saat ini, terutama pandemi covid-19 yang masih terjadi.

“Kami sebagai pemimpin klaster akan terus bersinergi dan saling membantu dengan BUMN sektor pangan dalam menjaga ketersediaan pangan tetap terjaga di Indonesia,” tutupnya.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir meminta PT RNI tetap adaptif dalam menghadapi tantangan zaman dalam memperkuat ketahanan pangan Nasional.

Langkah yang dilakukan yakni dengan menjaga ketersediaan, peningkatan kualitas produk, keterjangkauan harga, dan kesinambungan pangan nasional. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!