Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Premi Askrindo Tumbuh Melesat 34,48 persen di tahun 2019

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Premi Askrindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Premi Askrindo atau PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) sepanjang tahun 2019 lalu tercatat sebesar Rp14,12 triliun. Torehan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 34,84 persen secara year on year (yoy) apabila dibandingkan torehanPremi Askrindo di tahun 2018 yang hanya sebesar Rp10,17 triliun.

Kepada MEDIABUMN, Direktur Utama Askrindo Andrianto Wahyu Adi menyambut gembira kinerja positif yang berhasil ditorehkan perseroan. Menurutnya terjadinya lonjakan bisnis tahun lalu dikarenakan perusahaan sangat aktif dalam melakukan peneterasi pasar.

“Kami terus mendatangi targeted costumer agar selalu menggunakan produk Askrindo,” ujarnya (9/02).

Adapun torehan premi Askrindo tersebut berhasil dikontribusikan oleh asuransi kredit yang mendominasi dengan presentase lebih dari 50 persen terhadap keseluruhan portofolio bisnis.

“Kami punya target double digit atau lebih dari 10 persen di tahun 2020. Tentunya kami punya strategi dalam mengejar target tersebut. Kami punya key account sebagai pelanggan utama kami seperti bank-bank pelat merah serta perusahaan skala besar lainnya. Tentunya kami akan melihat potensi apa yang ada pada mereka sehingga kami bisa menangkap potensi tersebut,” papar Andrianto (9/02)

Lebih lanjut Andrianto mengatakan jika pihaknya telah menetapkan beberapa industri yang akan menjadi potensi bisnis di tahun ini. Tahun 2020 consumer goods, imbuhnya, mempunyai potensi yang sangat besar bagi industri asuransi.

“Kemudian juga industri yang berorientasi ekspor masih memiliki potensi besar. Kami tahun ini masih akan fokus memberikan penjaminan bagi sektor KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa, berdasarkan data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun 2019 industri asuransi umum berhasil menghimpun pendapatan premi yang mencapai Rp80,12 triliun. Adapun capaian tersebut tumbuh sebesar 14,62 persen secara year on year (yoy) dari pendapatan premi pada 2018 yang hanya sebesar Rp69,9 triliun. []

Asuransi

Premi Jasindo terkoreksi 3,92 persen di 2019

Alfian Setya Saputra

Published

on

Premi Jasindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Premi Jasindo / PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tercatat sebesar Rp5,39 triliun pada tahun 2019. Adapun nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 3,92 persen secara year on year (yoy) dari capaian tahun sebelumnya (2018) yang sebesar Rp5,61 triliun.

Menurut Plt. Direktur Utama Asuransi Jasindo Didit Mehta Pariadi penurunan pendapatan premi Jasindo pada tahun 2019 terjadi lantaran dalam dua tahun belakangan ini perusahaan tengah fokus membangun dan memperbaiki portofolio bisnisnya.

Sejalan dengan hal itu, perseroan sepanjang tahun 2019 lalu terus melakukan transformasi yang menitikberatkan terhadap kepuasan pelanggan.

“Ketika kami masuk ke pasar risiko tinggi misalnya pembiayaan kendaraan bermotor melalui lembaga pembiayaan atau pasar asuransi kredit komersial dari bank pelaty merah / BUMN, ternyata profil risikonya besar dari yang kami perkirakan. Sehingga kemi pun menghentikan laju pertumbuhannya,” ujar Didit kepada MEDIABUMN (9/2).

Lebih lanjut Didit mengakui jika pihkanya terus menekan pertumbuhan bisnis dalam jangka yang pendek. Dengan demikian, imbuhnya, akan sangat menguntungkan pada jangka panjang bisnis Jasindo karena akan mampu menekan lonjakan klaim.

Sementara itu secara terpisah Direktur Operasi Ritel Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan bahwa di 2019 portofolio premi Jasindo didominasi oleh sektor properti yang berkontribusi sebesar 25 persen.

Kemudian diikuti oleh asuransi oil and gas yang mencapai sekitar 15 persen. Baru kemudian disusul dari sektor asuransi ritel.

“Target premi Jasindo tahun ini kami bidik mencapai Rp6,4 triliun. tentunya kami berharap bisa tumbuh dari seluruh zona-zona yang menguntungkan. Contohnya dari marine cargo, lalu logistik yang bergerak. Selain itu kita melihat bisnis pertanian akan berkembang, ketiga bisnis kesehatan akan kita naikkan,” papar Sahata.

Sahata melihat adanya kesadaran masyarkat akan kesehatan yang kecenderungannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya ada sejumlah permintaan asuransi kesehatan di atas BPJS Keseharan yang semakin meningkat.

Seperti diketahui bahwa Jasindo telah menenangkan tender sebagai penyedia jasa asuransi kesehatan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. []

Continue Reading

Asuransi

Wamen BUMN: “Holding BUMN Asuransi Februari ini Rampung!”

CHRIESTIAN

Published

on

Holding BUMN Asuransi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Asuransi dipastikan akan rampung pada bulan Februari ini. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero) akan menjadi leader dalam holding tersebut.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirdjoatmojo mengungkapkan bahwa holding asuransi nantinya diatur dalam peraturan pemerintah (PP). Menurutnya pembentukan holding ini sudah hampir final.

“Jadi Februari ini holding BUMN asuransi akan berdiri,” ujar pria yang akrab disapa Tiko ini ketika ditemui MEDIABUMN di Kantor Kementerian BUMN (6/02).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tujuan pembentukan holding BUMN asuransi ini, bukan hanya semata untuk menyelamatkan Jiwasraya.

“Lebih dari itu, holding asuransi akan digunakan untuk melakukan transformasi asuransi yang strategis secara keseluruhan,” tambah eks Dirut Bank Mandiri tersebut.

Selain itu, imbuh Tiko, Jiwasraya belum masuk dalam holding BUMN asuransi tersebut. Anggota holding terdiri PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo (Persero).

“Perlahan nantinya kami akan gunakan untuk sebagian penyelamatan bagi para nasabah pemegang polis Jiwasraya juga,” tandasnya.

Namun demikian, Kementerian BUMN harus terlebih dulu menyampaikan skema penyelamatan Jiwasraya melalui holding BUMN asuransi kepada panitia kerja (panja) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah mendapat persetujuan, pemerintah baru bisa mengeksekusinya.

“Saya sangat mengharapkan BUMN bidang asuransi tersebut nantinya dapat memperkuat transformasi pada industri asuransi nasional,” ujar Tiko.

Lebih lanjut Tiko menambahkan yang paling utama dari keuangan, kemudian manajemen risiko, pengelolaan investasi, serta pengelolaan dari produk-produk dan aktuarialnya.

“Agar ke depannya tidak terulang lagi muncul produk seperti JS Saving Plan, investasi ke saham gorengan, itu akan dipantau dan ada kebijakan baru dari holding,” tutup Tiko. []

Continue Reading

Asuransi

Asuransi Asei Indonesia Siap Lanjutkan Tren Kinerja Positif di Tahun 2020

CHRIESTIAN

Published

on

Asei

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Positioning PT Asuransi Asei Indonesia saat ini berada pada track dimana perusahaan siap melanjutkan tren kinerja positif yang berhasil ditorehkan sepanjang tahun 2019 lalu. Capaian positif tersebut tentunya menjadi modal penting bagi manajemen untuk melesatkan kinerja yang lebih baik di tahun 2020.

Asuransi Asei pada awal tahun 2019 lalu memasuki babak baru, dimana aksi korporasi dimulai dengan mengimplementasikan 5 Corporate Strategic Plan jangka panjang yang telah dirumuskan dengan matang. Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai fase penyehatan bisnis bagi perusahaan. Dalam fase ini berbagai strategi untuk mendorong kinerja perusahaan terus dilakukan, salah satunya yaitu strategi cost restructure atau efisiensi. Alhasil Asuransi Asei berhasil mencatat kinerja yang sangat baik dibanding pencapaian pada tahun 2018 yang lalu.

Director of Technical and Marketing PT Asuransi Asei Indonesia, Erickson Mangunsong mengatakan bahwa dalam fase penyehatan dan penguatan bisnis yang dilakukan sepanjang tahun lalu, berhasil melakukan pencapaian hasil yang sangat menggembirakan di akhir tahun 2019, dimana kinerja Asuransi Asei menunjukkan hasil usaha yang baik dengan membukukan laba sebesar Rp10.5 miliar atau lebih tinggi dibanding torehan laba pada tahun 2018 yang hanya sebesar Rp3,6 miliar. Sementara dari sisi perolehan premi pada tahun 2019 Asuransi Asei berhasil menghimpun premi sebesar Rp395.4 miliar atau lebih tinggi dari produksi premi tahun 2018 yang hanya sebesar Rp358,3 miliar.

Atas kinerja positif tersebut, perusahaan pun telah dinyatakan sehat. Hal ini tercermin dari catatan Risk Based Capital (RBC) dan Rasio Kecukupan Investasi (RKI) perusahaan sampai dengan 31 Des 2019 lalu telah tercatat diatas batas ketentuan minimal. Disamping itu tambahan pinjaman dana subordinasi dari induk usaha dalam rangka penguatan bisnis telah masuk sebesar Rp150 miliar pada tanggal 30 Des 2019.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

Lebih lanjut Erickson memaparkan beberapa faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan kinerja Asuransi Asei di tahun 2019. Menurutnya selain faktor cost restructure, terdapat juga 3 faktor utama lainnya yaitu, yang pertama adalah adanya penambahan sumber bisnis baru dimana Asuransi Asei terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai mitra bisnis.

Faktor kedua, yaitu peningkatan kualitas bisnis, Asuransi Asei dengan didukung oleh penguatan infrastruktur IT yang berkesinambungan memudahkan konsumen untuk berkomunikasi dalam proses bisnis. Kemudian faktor ketiga, lanjut Erickson yaitu Asuransi Asei tetap mengutamakan kualitas bisnis yang sehat atau selective growth.
Atas keberhasilan tersebut, Erickson mengatakan bahwa capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari upaya manajemen yang tetap solid dalam mengimplementasikan strategi bisnis perusahaan yang telah dirumuskan sebelumnya.

“Berbekal strategi bisnis yang terukur dengan baik, Asuransi Asei ke depannya diproyeksikan akan tumbuh menjadi pemain besar di sektor asuransi keuangan. Dengan memiliki produk yang sangat lengkap Asuransi Asei mampu mem-provide segala bentuk kebutuhan akan asuransi keuangan,” papar Erickson.

Sejak awal bergabung bersama Asuransi asei pada awal 2019 lalu, Erickson sangat percaya diri dan berkeyakinan penuh bahwa Asuransi Asei akan kembali pada level bisnis yang jauh lebih baik dan kompetitif. Hal ini terlihat sejak awal karena adanya komitmen yang tinggi dari pemegang saham (PT Indonesia Re) termasuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentunya menjadikan kepercayaan diri dan spirit booster bagi manajemen dalam mengimplementasikan strategi bisnis yang lebih baik ke depan.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM