Connect with us
PERTAMINA

Industri

Pos Indonesia Lakukan Improvement di Sektor Kurir

MediaBUMN

Published

on

Pos Indonesia

Jika bisnis jasa keuangan Pos Indonesia mengalami penurunan, namun pada segmen kurir khususnya pada pengiriman paket, Pos Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 36-38% jika dibandingkan angka pada tahun sebelumnya. Hal tersebut terjadi lantaran banyaknya kiriman-kiriman paket transaksi jual beli barang secara online. Atau dengan kata lain driver-nya adalah digital.

Menurut Direktur Jasa Kurir PT Pos Indonesia (Persero), Agus F. Handoyo pertumbuhan tersebut dinilai sebagai suatu kewajaran karena hal yang sama juga dirasakan oleh seluruh administrasi Pos di seluruh negara.

“Kiriman online itu tumbuhnya bukan hanya exponential melainkan explosive luar biasa,” ujar pria kelahiran Tegal 1968 tersebut.

Baca Juga : Jemput Bola! Pos Indonesia Hadirkan Inovasi ORANGER

Dalam upaya peningkatan pelayanan, Agus menerangkan bahwa terdapat 5 hal terkait business process dalam pengiriman paket saat ini, yaitu:

1. Collecting, yaitu pengumpulan paket-paket yang ada di setiap kantor pos.

2. Processing, yaitu penyortiran dengan automatic sorting center.

3. Transporting atau transportasi dalam pengiriman.

4. Delivery atau pengiriman.

5. Track and Trace.

Improvement yang dilakukan Pos Indonesia dalam fungsi collecting yaitu, melakukan upgrade pada sistem aplikasi terkait pengumpulan data meskipun masih jauh dari sempurna namun Perseroan telah melakukan sejumlah improvement. Kemudian jika di masa lalu Pos Indonesia bersifat menunggu karena Pos Indonesia sangat identik dengan Kantor Pos yang terkesan identik dengan orang yang duduk di kantor. Sehingga sejak tahun 2016-2017 telah digerakan bagaimana outlet-outlet Pos Indonesia bergerak masuk ke pasar.

Baca Juga : Dongkrak Financial Services Pos Indonesia Luncurkan Aplikasi “DIGIROIN”

“Bahkan di akhir 2017 kami sudah membangun dengan yang namanya “ORANGER”, yaitu sebagai pasukan Pos Indonesia yang difungsikan bagaimana supaya kita pick up bisa lebih kencang dan pro aktif mengambil peluang-peluang paket yang ada,” papar Agus.

Laman: 1 2

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Energi & Tambang

BUMN Tambang Raih Capaian Berbeda, Ada Yang Untung Ada Rugi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN Tambang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Tambang yang tergabung dalam Holding BUMN Tambang mencatat kinerja yang beragam selama Kuartal I 2021.

Sejak Januari hingga Maret, beberapa perusahaan ini ada yang pendapatannya naik, ada juga yang menurun.

Beberapa BUMN Tambang yang dimaksud yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS).

Seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), pendapatan yang dihasilkan mencapai Rp 3,99 triliun dalam 3 bulan terakhir.

Tapi jumlah itu masih lebih rendah 22,02 persen jika dibandingkan pendapatan di kuartal I tahun 020 sebesar Rp 5,12 triliun.

Kemudian untuk laba bersihya Rp500,51 miliar, juga menurun hampir setengah atau 44,58 persen dari raihan laba tahun lalu.

Direktur Utama Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto mengatakan, penurunan kinerja perusahaannya tidak berhasil meraup laba di kuartal I akibat beberapa faktor.

Di antaranya karena curah hujan yang cukup tinggi membuat operasional perusahaan terkendala dan juga pengaruh pandemi covid-19.

Tak hanya soal laba dan pendapatan, dalam tiga bulan pertama, penjualan batubara PTBA juga menurun hingga 13,23 persen, dari sebelumnya 6,8 juta ton menjadi 5,9 juta ton.

Meski begitu, Suryo meyakini kinerja BUMN Tambang ini akan membaik di periode berikutnya.

Pihak perusahaan akan meng-cover ketidaktercapaian kinerja di kuartal I di kuartal kedua dari April hingga Juni.

Kinerja BUMN Tambang ANTAM dan Timah

Sementara untuk kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru meningkat, baik dari sisi pendapatan dan laba bersih.

Perusahaan di sektor pengelolaan logam mulia ini meraup pendapatan bersih senilai Rp 9,21 triliun di kuartal I.

Jumlah itu meningkat 77 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp5,20 triliun.

Hasilnya, BUMN Tambang ini meraup laba bersih Rp630,37 miliar, dan beralih dari posisi rugi Rp281,84 miliar di kuartal I 2020.

Diketahui, pendapatan ANTM sepanjang tiga bulan ini ditopang oleh penjualan emas yang mencapai 6,59 triliun dari total pendapatan.

Secara volume, penjualan emas dari perusahaan ini mencapai 7.411 kg atau naik 45 persen dibanding tahun lalu.

Naiknya penjualan itu, tidak terlepas dari strategi perseroan yang kini fokus pada pengembangan basis pelanggan emas di pasar dalam negeri.

Kemudian capaian BUMN Tambang lainnya yakni PT Timah Tbk juga berhasil meraih laba bersih di kuartal I meskipun pendapatan perusahaan turun.

Laba bersih PT Timah hanya Rp10,34 miliar di kuartal pertama 2021, jauh lebih kecil dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai Rp412,85 miliar.

Sementara dari sisi pendapatan, nilainya mencapai Rp 2,44 triliun, tapi jumlah itu turun hingga 44,78 persen dari hasil pendapatan tahun lalu sebesar Rp 4,42 triliun. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak PTPP Kuartal I 2021 Mencapai Rp2,5 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

Kontrak PTPP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak PTPP atau PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Untuk kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp2,5 triliun.

Dengan demikian, emiten kontraktor BUMN tersebut telah merealisasikan 8,30 persen dari total target perolehan kontrak PTPP di tahun ini.

Dimana sebelumnya pihak perseroan telah menetapkan target kontrak tahun 2021 senilai Rp30,1 triliun.

Ada beberapa proyek yang menjadi sumber pendapatan dari kontrak PTPP pada periode Januari – Maret.

Di antaranya pembangunan infrastruktur kawasan Mandalika (Rp342 miliar), dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Banten (Rp241 miliar).

Kemudian pembangunan Taman Ismail Marzuki (Rp190 miliar), dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Graha Waron Surabaya (Rp164 miliar).

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan kontrak PTPP di kuartal I tahun ini diraih oleh induk perusahaan sebesar Rp1,35 triliun, dan dari anak perusahaan sebesar Rp1,15 triliun.

“Perolehan kontrak baru tahun ini sudah mencapai Rp2,5 triliun. Hingga akhir Maret, kami juga tengah mengikuti tender proyek yang nilainya mencapai Rp8 triliun,” kata Yuyus.

Menurutnya, dari tender proyek Rp8 triliun tersebut, masih ada beberapa yang belum diumumkan pemenangnya.

Guna mencapai target perolehan kontrak PTPP, pihak perseroan akan terus mengikuti beberapa tender proyek di segmentasi pekerjaan gedung, infrastruktur, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Pihaknya pun optimistis perolehan kontrak PTPP pada kuartal kedua (April – Juni) 2021 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Kontrak PTPP Bidik Proyek Besar

Menurut Yuyus, ada beberapa proyek besar yang berpotensi didapatkan oleh perusahaan konstruksi milik negara tersebut.

Termasuk beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini pembangunannya terus digenjot pemerintah.

Pembangunan berbagai proyek ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah.

“Kontrak PTPP di tahun ini kami yakin akan meningkatkan dibandingkan tahun lalu,” tutup Yuyus.

Untuk diketahui, PTPP juga tengah menyiapkan strategi untuk memulihkan kinerja perusahaan yang terdampak pandemi.

Posisi rasio utang berbunga PTPP saat ini kondisinya jauh dari ambang batas yakni pada level 1,32 kali dari ambang batas covenant 2,5 kali.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam menghidupkan kembali perekonomian menjadi optimisme bagi PTPP untuk membenahi sektor bisnisnya.

Menurut Yuyus, rasio utang yang jauh di bawah covenant membuat perseroan masih memiliki kapasitas untuk menambah pinjaman ke perbankan. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pertamina Fondation Konsisten Jalankan Keputusan Pengadilan

MediaBUMN

Published

on

Pertamina Foundation

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pertamina Foundation (PF) berkomitmen untuk menutup peluang munculnya kembali kerugian negara dalam program Gerakan Menanam Pohon (GMP).

Berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh beberapa pihak yang mengklaim dirinya sebagai relawan, PF menilai permohonan PKPU yang diajukan justru bisa berpotensi membuat kerugian negara dapat terus berlanjut dan semakin besar jumlahnya.

Saat ini, PF sedang meminta pendapat dari instansi dan penegak hukum yang berwenang yang akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan dan mengambil Langkah serta solusi dari permasalahan terkait pelaksanaan program GMP.

“Pertamina Foundation tetap menghormati proses persidangan permohonan PKPU saat ini. Namun, kami menghimbau semua pihak, termasuk para pemohon PKPU, untuk bersama-sama mencegah kerugian negara dalam program GMP yang dapat berlanjut dan semakin besar,” ujar Syahrul Hakim, Legal Officer Pertamina Foundation.

Syahrul mengungkapkan bahwa program tersebut diselenggarakan pada 9 tahun lalu dan saat ini telah memiliki keputusan pengadilan mengikat yang harus dipatuhi oleh semua pihak pasca ditetapkan adanya pelanggaran hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaannya.

Pertamina Foundation

“Sebelumnya, GMP merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility PT Pertamina (Persero) pada tahun 2012-2014 yang dilaksanakan oleh Pertamina Foundation. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI tahun 2018 (Putusan Nomor 1132 K/PID.SUS/2018) yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaan program GMP,” terang Syahrul.

“Sisa dana program GMP juga telah dikembalikan ke negara sesuai perintah dalam Putusan Pengadilan,” tambah Syahrul.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Ansgari menegaskan, sebagai organisasi nirlaba, PF tetap fokus pada kegiatan di bidang sosial kemanusiaan, terutama pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga dan lingkungan hidup. PF juga terus bertransformasi dan mengembangkan dirinya untuk dapat terus meningkatkan efektivitas kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan/ CSR agar lebih fokus, berdampak luas, dan berkelanjutan.

Saat ini, PF mengembangkan program unggulan PFSeries dengan kegiatan pemberian beasiswa melalui melalui program PFprestasi. Pemberdayaan perempuan dan kelompok usaha melalui PFPreneur.

“Kami juga memfasilitasi gagasan dan invoasi melalui proyek-proyek kreatif dalam program PFmuda dan PFsains yang terbuka bagi seluruh generasi muda di negeri ini. PF juga hadir dalam berbagai aksi tanggap bencana dan pemberian bantuan termasuk membantu korban terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia melalui program PFbangkit,” tandas Agus. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!