Pos Indonesia Kini Fokus Kejar Konsumen Pada Aktivitas Perdagangan Online

oleh
Pos Indonesia

Pos Indonesia yang tersandra oleh bisnis model di masa lalu, kini perseroan mulai mengoptimalkan lini bisnisnya yang dianggap masih relevan terhadap zaman. Tidak hanya itu BUMN orange ini juga terus berupaya menghadirkan inovasi di tengah disrupsi yang tengah memuncak.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi, W. Setijono mengatakan jika pihaknya terus berupaya mengidentifikasi sektor industri yang membutuhkan fasilitas jasa kurir dan jasa keuangan.

Perseroan, lanjutnya, terus mengoptimalkan kolaborasi dengan sejumlah pihak strategis untuk membuat lini bisnis non-finansial agar jauh menjadi lebih baik.

“Transformasi dari lini bisnis jasa kurir kami lakukan dengan mengakomodasi model bisnis terbaru dengan skema layanan pengiriman jemput bola. Jadi konsumen tidak perlu datang ke kantor pos untuk mengirim atau mengambil paket kiriman barang. Intinya, kami yang jemput dan antar barang secara langsung,” jelas Gilarsi.

Inovasi lainnya yaitu Pos Indonesia belum lama ini memperkenalkan produk teranyarnya yaitu Q9 yang merupakan produk sameday services. Produk tersebut dinilai akan menjadi produk yang sangat kompetitif dalam aktivitas perdagangan online.

Gilarsi mengakui jika dirinya tidak ingin bersaing keras memperebutkan kue industri e-commerce, namun akan lebih berfokus mengejar konsumen dari aktivitas perdagangan di online.

“Misalnya online seller, barangnya ditaruh di gudang milik Pos Indonesia. Mereka hanya suplai data elektronik, nanti kami urus packing barang hingga delivery, semoga akan massif ke depan,” terang Gilarsi.

Tak hanya itu, Pos Indonesia juga melakukan transformasi dengan menambah jam operasional di 117 kantor cabang, dari semula hanya pada jam kerja kini menjadi 24 jam. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan konsumen.

Tak ketinggalan, lanjut Gilarsi, perseroan juga berupaya memanfaatkan teknologi platform mobile untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah tanpa batasan. Demi mengikuti perkembangan zaman, perseroan juga berupaya menjalankan model bisnis monetisasi data secara perlahan. Upaya awal dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan teknologi artificial intelligent dan big data yang dimiliki Pos Indonesia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *