Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Pos Indonesia Kedepankan Transformasi SDM dan Organisasi yang Adaptif

Published

on

SDM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan sampai saat ini, Pos Indonesia memiliki sekitar 17.000 pegawai tetap, dan 3.500 pegawai kontrak.

Sebanyak 50% pegawai berusia di bawah 40 tahun, sementara 17% pegawai memiliki pendidikan sarjana. Sementara itu, sebagian besar pegawai memiliki kemampuan dan skill yang tinggi dan mampu berkarya di masing-masing cabang Pos Indonesia di seluruh penjuru nusantara.

Terkait transformasi SDM perusahaan berfokus pada tiga poin utama, yakni transformasi karakter, kompetensi, dan kolaborasi. Dalam hal transformasi karakter, tak banyak lagi hal yang perlu diupayakan untuk meningkatkan karakter pegawai Pos Indonesia.

Pasalnya, sejak berpuluh-puluh tahun lalu, perusahaan telah membangun karakter pegawai dengan sangat baik, yakni menciptakan karyawan yang memiliki karakter pantang menyerah, berbakti kepada negeri, serta memiliki jiwa patriotisme.

SDM

Terlebih ketika masa pandemi Covid-19, para pegawai Pos Indonesia tetap menjalankan tugas seperti masa-masa normal. Perusahaan menyadari bahwa masyarakat membutuhkan layanan Pos Indonesia dalam kondisi apapun.

Dari sisi kompetensi, perusahaan berupaya meningkatkan kemampuan para pegawai di bidang teknologi informasi. Maka itu, proses rekruitmen pertama pada tahun 2021 ini akan berfokus untuk merekrut talenta-talenta yang memiliki kemampuan digital mumpuni.

Perusahaan bahkan menambah direktorat baru yang mencakup pegawai dengan kompetensi digital, seperti para pengembang platform digital, UX/UI designer, data engineer, data scientist, ahli digital marketing, dan sebagainya.

“Pos Indonesia tak hanya melakukan transformasi SDM, tetapi juga transformasi organisasi agar lebih lincah dan adaptif dengan berbagai perubahan yang terjadi di dunia,” ujar Faizal. []

CEO TALK

Berjuta Pengalaman Denny Firdaus Tapaki Karir di Industri Hotel & Pariwisata

Published

on

Denny Firdaus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Denny Firdaus saat ini tercatat sebagai General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung. Di bawah leadershipnya, ia dinilai sukses membawa kemajuan bagi hotel yang terletak di di kompleks Lapangan Golf Dago Heritage 1917 tersebut

Petualangan karir yang panjang dan berliku mengiringi perjalanan hidup Denny Firdaus, hingga akhirnya mencapai titik posisi yang boleh dibilang “impian” bagi orang yang berkarir di industri perhotelan.

Tentu tidak mudah, butuh waktu dan pengalaman panjang sehingga mampu mengasah kematangan dan pengalaman seseorang untuk mencapai level tertinggi pada industri ini.

Sejak muda, Denny memulai karir dari posisi paling bawah. Saat masih kuliah, ia mencoba peruntungan dengan menjadi petugas penghubung atau Liaison Officer dalam acara Indonesia International Skydiving Championship pada 1989.

Sejak saat itu, Denny mulai berpikir untuk terus menjalani pekerjaan di bidang event organizer dan pariwisata karena menganggap sektor ini memiliki prospek yang baik dan bisa menghasilkan pendapatan mumpuni.

Selepas lulus kuliah di Universitas Dhyana Pura Bali, Denny melamar pekerjaan di bidang perhotelan dan menjadi Front Office Supervisor di Bali Anggrek Inn, Kuta. Kurang dari satu tahun, Denny beralih profesi menjadi tour guide di wilayah Sanur, sebelum akhirnya kembali bekerja di hotel, dan menjadi Receptionist di Natour Kuta Beach Hotel.

Tak berselang lama, Denny mencoba peruntungan di industri pesiar, dengan menjadi awak kapal pesiar yang melancong ke berbagai negara. Saat itu, yang ada di dalam bayangannya hanya kesenangan bisa berkeliling dunia gratis, tanpa memikirkan bagaimana lelahnya bekerja di kapal pesiar sepanjang hari tanpa kenal waktu.

Setelah menjalani berbagai pelatihan, Denny berlayar hingga ke Florida, Amerika Serikat, dan Alaska. “Mungkin itu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya, melihat negara-negara lain dari kacamata yang berbeda. Tidak semua orang punya kesempatan itu,” katanya.

Memulai dari Level Terendah

Setelah berlayar, Denny kembali ke daratan Pulau Dewata dan melanjutkan pengabdian dirinya menjadi petugas hotel di wilayah Kuta. Sejak saat itu, ia mulai memikirkan masa depan karir dan memiliki keinginan untuk menaikkan level tantangan dalam hidupnya dengan menjadi Assistant Front Office Manager.

Pada akhirnya, Denny menghentikan petualangan karirnya dan kembali berlabuh di hotel bintang lima di kawasan Jimbaran hingga bertahan selama lebih dari 7 tahun. Saat itu, Ia dipercaya memegang beberapa jabatan yang cukup krusial, antara lain, menjadi Night Manager, Manager on Duty, dan Assistant Reservation and Communication Manager. Dan cita-cita untuk mengembangkan karir mulai terpikirkan.

Bak gayung bersambut, hingga kemudian ada tawaran lain di Hotel Cabang International lainnya untuk berkarir sebagai Reservation Manager dan kemudian menjadi Resort Call Center Services Manager, yang mana Denny menghabiskan waktu 11 tahunnya di hotel yang berlokasi juga di Jimbaran tersebut.

Hingga kemudian tersadar untuk waktu 11 tahun yang cukup panjang itu, “Saat itu saya berpikir, masa segini aja, pasti saya bisa lebih maju,” ucapnya.

Yang mana, tantangan baru sebagai Rooms Division Manager dia raih dari salah satu resort berbintang 5 yang berlokasi di Ungasan, Bali.

Sampai akhirnya, setelah 3 tahun mengabdi di resort bintang 5 tersebut, Denny menjawab tantangan dan mengambil jabatan sebagai direktur operasi di salah satu hotel bagian dari Hotel Cabang Internasional.

Denny beberapa kali diberi kesempatan dan dipercaya oleh salah satu Hotel Cabang Internasional untuk menampuk tanggung jawab sebagai acting General Manager di hotel-hotel yang berlokasi di Belitung, Seminyak (Bali), Manado, termasuk salah satunya hotel yang masih dalam tahapan proyek penyelesaian di daerah Balikpapan.

“Tantangannya sangat besar dalam hal mengejar deadline (tenggat waktu), tapi kalau soal menyusun sistem dan manajemen dari awal itu lebih enak karena tahu titik detailnya seperti apa,” ujar pria kelahiran Bogor, 18 September ini.

Dalam melewati tantangan tersebut, Ia mengaku memiliki sejumlah strategi. Salah satunya, berupaya beradaptasi dengan lingkungan baru yang dikelolanya. Selain itu, ia berupaya menjalankan pekerjaan secara detail dan mengurangi celah kesalahan.

Continue Reading

CEO TALK

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Published

on

Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nilai The Kitchen of Asia dapat Jadikan Medan Ibu Kota Kuliner Indonesia

Continue Reading

CEO TALK

Bobby Nasution Tinjau Pembetonan Gang Lomba Tanjung Mulia Hilir Medan Deli

Published

on

Bobby Nasution
Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!