PNM Butuh Pendanaan Hingga Rp15 Triliun Sampai Akhir Tahun

oleh
PNM

PNM / PT PNM (Permodalan Nasional Madani) Persero memerlukan pendanaan sampai Rp15 triliun hingga akhir tahun 2019 ini. Hal tersebut sejalan dengan naiknya target perusahaan di akhir tahun.

Jika dilihat dari pernyataan PNM di awal tahun ini, maka kebutuhan dana mencapai Rp15 triliun itu tercatat naik. Di awal tahun, PNM menyebut hanya sampai sekitar Rp9 triliun saja.

Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi memberi keterangan mengenai hal ini. Menurutnya, pendanaan tersebut sebagai upaya untuk memenuhi target dari pemerintah yang mengerek nasabah menjadi 6 juta. Khususnya, hal ini berlaku dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), hingga akhir tahun nanti.

Karena itulah perusahaan terus mencari sumber dana tambahan guna menambah pembiayaan fasilitas yang mencapai Rp19 triliun di akhir tahun. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menerbitkan obligasi pada bulan September mendatang. Rencananya, target dana yang akan dibidik itu mencapai Rp2 triliun.

Direncanakan, pendanaan tersebut diambil dari penerbitan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB), dan sukuk ke-2 setelah bulan April. Selain itu, juga dari fasilitas perbankan dan pinjaman pemerintah.

Biasanya, komposisi pendanaan PT PNM didominasi dari capital market sebanyak 60-70 persen, dan 30 persennya dari pinjaman bank. Sedangkan, pinjaman dari pemerintah tidak terlalu besar.

Sampai Juli 2019, PNM mencatat penyaluran pembiayaan sampai Rp11,43 triliun, yang tumbuh 95,8 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp5,84 triliun. Penyaluran itu terbagi dalam program Mekaar sampai 80,97 persen serta program Unit Layanan Modal Mikro atau UlaMM sebanyak 19,02 persen.

Di periode yang sama, total nasabah PT PNM yang sudah dibina sebanyak 5,02 juta, yang terdiri dari program Mekaar sampai 4,95 juta. Serta program UlaMM mencapai 71.896 orang. Khusus untuk PNM Mekaar, per 15 Agustus jumlah nasabahnya sudah mencapai 5,03 juta nasabah dan total penyaluran Rp10,02 triliun.

Untuk NPL, PT PNM mencatat 1,76 persen per Juli 2019, yang artinya turun dibanding pada bulan Juli 2018 yang mencapai 2,11 persen. Pertumbuhan kinerja PNM memang cukup agresif untuk mengejar jumlah target. Perusahaan ini bahkan sudah mulai menambah jaringan kantor sebanyak 300 kantor lengkap dengan SDM dan pendampingnya. [] –ayufitri-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *