PLN Terus Berupaya Mendapatkan EBT dengan Harga Kompetitif

by

PT PLN (Persero) tengah serius untuk meningkatkan pemanfaatan pembangkit listrik berbasis EBT (Energi Baru Terbarukan). Hal tersebut tercermin dari sejumlah penadatanganan Power Purchase Agreement (PPA) PLN dengan pengembang dalam kurun setahun terakhir dengan jumlah yang mencapai 1.200MW, dimana jumlah terseut mampu melampaui pencapaian 10 tahun sebelumnya.

Bukan hanya target pemanfaatan EBT sampai 23 persen pada tahun 2025, namun BUMN ini juga bersiap diri dalam melakukan pembelian EBT dengan harga yang efisien agar bisa menekan biaya pokok produksi (BPP). Hal tersebut tentunya sesuai dengan PERMEN (Peraturan Menteri) ESDM No.12 Tahun 2017 yang mengatur tentang harga listrik EBT menjadi lebih efisien.

“Penerapan tersebut disambut baik oleh pengembang EBT,” ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Baca Juga : Pertamina Ingin Tarif Pembangkit Listrik Panas Bumi yang Pro Bisnis

Belum lama ini PLN beserta jajaran manajemen yang terkait melakukan studi banding ke sejumlah pabrik pembangkit EBT di China. Salah satu pabrik yang dikunjungi yaitu Dongfang Huanseng Photovoltaic (Jiansu). Menurut Sofyan, studi tersebut dilakukan PLN sebagai salah satu cara untuk mendapatkan harga yang relatif murah.

“Dalam rangka studi banding terkait kualitas serta harga, untuk mendapatkan harga terbaik,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saat ini memiliki posisi yang strategis dalam pemenuhan energi global. Teknologi yang semakin maju dan keekonomian yang semakin bagus membuat teknologi ini semakin diminati sebagai salah satu opsi yang sangat menarik dalam kaitannya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik global secara bekersinambungan dan ramah lingkungan.

Baca Juga : Percepat Proses Berlangganan Gas Menjadi Bukti Inovasi PGN

Tingkat efisiensi solar dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pabrikan pun sudah menggunakan teknologi PERC atau Passivated Emitter and Rear Cell, dimana dengan teknologi tersebut tingkat output yang dihasilkan akan jauh lebih tinggi.

PLN melalui anak perusahaannya, sebelumnya pernah melakukan MoU terkait pembangunan PLTS terapung sebesar 200MWp yang direncanakan pembangunannya di Cirata.

“PLTS terapung memiliki keuntungan yaitu output energy yang lebih besar dan mampu menurunkan evaporasi air di waduk atau mengkonversi air untuk pembangkit listrik, tutup Sofyan. []ct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *