Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Pinjaman Jangka Pendek Garuda Indonesia Rp2 Triliun Mulai Diproses

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pinjaman jangka pendek

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pinjaman jangka pendek atau bridging loan untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai diproses sebagai alternatif penopang keuangan perseroan.

Pinjaman jangka pendek ini digunakan oleh Garuda Indonesia sambil menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah yang belum cair.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, besaran dana pinjaman dari pemerintah senilai Rp8,5 triliun diperkirakan baru akan cair pada kuartal IV tahun 2020.

“Besaran pinjaman yang disetujui oleh Komisi VI DPR itu sebesar Rp8,5 triliun, kami berharap bulan Oktober atau November mendatang cair, sudah sangat bagus. Untuk itu, kami perlu mencari alternatif sumber pendanaan lain sembari menunggu pencairan pinjaman pemerintah,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, pinjaman jangka pendek untuk Emiten berkode saham GIAA itu tengah dibahas dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan diharapkan segera cair dalam waktu dekat.

Pembahasan bridging loan sekitar Rp2 triliun ini dilakukan dengan Bank BNI, Bak BRI, dan Bank Mandiri.

“Kami minta pinjaman jangka pendek sekitar 2 triliun, kami sudah bahas bersama Himbara,” jelasnya.

Pinjaman Jangka Pendek Untuk Pemulihan

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengungkapkan kebutuhan biaya operasional perusahaan mencapai Rp9,5 triliun.

Maka perusahaan pelat merah itu mengharapkan dana talangan dari pemerintah senilai Rp8,5 triliun untuk dapat menjaga likuiditas perusahaan hingga tahun 2023 mendatang.

Diketahui kerugian PT Garuda Indonesia sudah mencapai Rp10,34 triliun (USD712,73 juta) akibat terdampak pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.
Pendapatan Garuda Indonesia anjlok hingga turun 90 persen, sementara perseroan hanya mampu melakukan efisiensi biaya operasional sebesar 60 persen.

Meski dalam situasi sulit, Irfan Setiaputra menegaskan pihaknya akan terus berupaya melakukan pemulihan imbas pandemi.

“Kami terus melakukan berbagai langkah pemulihan secara terukur dan berkelanjutan. Kami lakukan perbaikan seoptimal mungkin agar perseroan dapat segera bangkit dan memdapat pencapaian kinerja terus membaik,” jelas Irfan di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Dampak terparah yang dialami perusahaan kata Irfan yaitu jumlah penerbangan yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per hari, menurun drastis hanya sekitar 100 penerbangan saja.

Tak hanya rute penerbangan, jumlah penumpang juga anjlok hingga mencapai 90 persen dari sebelum pandemi.

Maka upaya pemulihan kinerja perlu dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis Garuda Indonesia, mulai dari layanan kargo udara, optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, hingga penerbangan charter.

Perseroan juga melakukan upaya lain seperti restrukturisasi utang, negosiasi biaya sewa pesawat, dan efisiensi biaya operasional. []

Transportasi

Protokol Kesehatan KAI Diganjar Safe Guard Label SIBV

EKO PRASETYO

Published

on

Protokol kesehatan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Protokol kesehatan KAI yang selama ini dijalankan secara ketat mendapat Safe Guard Label SIBV dari PT Surveyor Indonesia (Persero).

Pelabelan Safe Guard Label itu mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan disesuaikan dengan aturan Kementerian Kesehatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama ini dinilai telah konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kereta api dan juga stasiun.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengatakam audit untuk pelabelan ini tujuannya untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan PT KAI dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan.

“Sebagai BUMN yang bergerak di sektor jasa transportasi, kami perlu meyakinkan masyarakat bahwa seluruh layanan PT KAI telah memenuhi standar protokol pencegahan Covid-19,” kata Didiek, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020).

Menurut Didiek, pemberian Safe Guard Label SIBV kepada PT KAI akan meningkatkan kepercayaan seluruh stakeholder saat berada di kereta, stasiun, dan seluruh lingkungan KAI selama masa pandemi Covid-19.

Audit ini sebelumnya dilakukan oleh Bureau Veritas Indonesia dan Surveyor Indonesia selama tiga pekan dengan sampling 11 lokasi, mulai dari balai yasa, perkantoran hingga stasiun kereta api.

Adapun parameter yang yang menjadi penentu untuk mendapatkan Safe Guard Label SIBV ini ditentukan oleh beberapa pihak, mulai dari Kantor Pusat BV, international best practices, World Health Organization, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, regulasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan.

“Selama ini KAI memang secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat di berbagai wilayah kerja, agar risiko penularan Covid-19 dapat ditekan,” ujarnya.

Komitmen Tingkatkan Protokol Kesehatan KAI

Didiek menambahkan, pihaknya juga menyusun pedoman protokol kesehatan KAI tidak hanya untuk pelanggan tapi juga bagi bagi pekerja dan mitra usaha.

Bahkan seluruh jajaran perseroan harus konsisten menerapkan protokol kesehatan KAI yang telah disusun agar bisnis perusahaan bisa berjalan baik pada masa new normal.

“Kami berharap dengan Safe Guard Label ini, masyarakat tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan transportasi kereta api, karena PT KAI tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan,” tutur Didiek.

Sementara, Dirut PT Surveyor Indonesia, Dian M Noer mengatakan, perolehan Safe Guard Label SIBV ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di bebagai wilayah.

Khususnya di lingkungan KAI serta masyarakat pengguna jasa kereta api, sehingga akan memberikan rasa aman kepada semua stakeholders.

“Saya ucapkan selamat kepada KAI yang telah mendapatkan Safe Guard Label SIBV atas penerapan Protokol kesehatan Covid-19. Selama ini KAI secara konsisten mengimplementasikannya di semua tempat, seperti di kantor utama Jakarta, kantor pusat Bandung, dua balai yasa dan tujuh stasiun pelayanan kereta api,” ungkap Dian. []

Continue Reading

Transportasi

Kereta Api Siliwangi Cirancang-Cipatat Gratis Hingga Akhir September

EKO PRASETYO

Published

on

Kereta Api Siliwangi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kereta Api Siliwangi rute Ciranjang hingga Cipatat tarifnya akan digratiskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 21 hingga 30 September mendatang.

Penggratisan tarif kereta ini disampaikan saat acara peresmian perpanjangan relasi Kereta Api Siliwangi dari sebelumnya Sukabumi–Ciranjang PP menjadi Sukabumi–Cipatat PP mulai keberangkatan 21 September 2020.

Peresmian reaktivasi rute kerea ini dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi beserta jajarannya, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman dan Anggota Komisi V DPR RI Neng Eem Marhamah di Stasiun Cipeuyeum, Senin (21/9/2020).

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengatakan tarif kereta gratis ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan PT KAI kepada masyarakat.

“Kami menggratiskan tiket Kereta Api Siliwangi untuk rute Ciranjang–Cipatat PP. Meski gratis, masyarakat tetap harus membeli tiket seharga Rp0 di loket stasiun yang dilayani Kereta tersebut, yaitu Stasiun Cireungas, Sukabumi, Gandasoli, Ciranjang, Lampegan, Cipeuyeum, Cibeber, Cipatat, dan Cianjur,” ujarnya.

Pembelian tiket kereta Rp0 ini akan dilayani oleh petugas mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Sedangkan untuk tiket Kereta Api Siliwangi rute Sukabumi hingga Cipatat PP tetap dikenakan tarif Rp3.000, dan bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access mulai H-7 sebelum keberangkatan.

Didiek berharap dengan adanya tarif promo dan perpanjangan rute kererta api, pihaknya bisa meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api.

“Rute kereta api yang diperpanjang ini sejauh 15 km. Ini bisa terealisasi usai diselesaikannya reaktivasi jalur Kereta api Cianjur–Ciranjang hingga Cipatat sepanjang 30 km oleh Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Kereta Api Siliwangi Dorong Perekonomian Daerah

Perpanjangan operasi Kereta Api Siliwangi ini juga diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian daerah di masa pandemi covid-19.

“Dengan moda transportasi kereta api, masyarakat dapat menikmati layanan yang murah, aman, nyaman dan bebas dari kemacetan,” pungkasnya.

Sementara Dirjen Perkeretaapian Kemenhub telah melakukan reaktivasi Jalur kereta api dari Cianjur, Ciranjang hingga Cipatat untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya.

Perpanjangan ini juga untuk meminimalisasi biaya angkutan dan distribusi logistik nasional.

“Ini kami lakukan secara bertahap sejak 2018 lalu, dimulai dengan peningkatan jalur dan normalisasi badan jalan kereta api. Kini jalur tersebut seluruhnya telah memenuhi aspek keselamatan dalam pengoperasian Kereta Api. Dengan reaktivasi ini, PT KAI dapat semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya. []

Continue Reading

Transportasi

Subsidi Rapid Test Penumpang Kereta, PT KAI Beri Dukungan

EKO PRASETYO

Published

on

Subsidi rapid test

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Subsidi rapid test rencananya akan diberikan pemerintah kepada para penumpang kereta api (KA).

Pemberian subsidi rapid test ini tujuannya untuk memudahkan masyarakat memenuhi syarat jika hendak bepergian menggunakan jasa kereta api.

VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana subsidi rapit test untuk penumpang kereta api tersebut.

“Kami tentunya mendukung rencana pemerintah tersebut, karena itu akan memudahkan masyarakat yang akan menggunakan kereta api,” ujar Joni Martinus, Jumat (18/9/2020).

Namun, Joni menyebutkan hingga saat ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belum menyampaikan secara langsung rencana subsidi rapid test itu kepada pihak PT KAI.

Saat ini, PT KAI telah bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) untuk menyediakan layanan rapid test dengan harga terjangkau di sejumlah stasiun, tarifnya ditetapkan hanya Rp85 ribu.

“Untuk menyediakan layanan rapid test, kami bekerjasama dengan RNI di 17 Stasiun. Sampai saat ini masih berjalan dan harganya pun terjangkau,” imbuhnya.

Diketahui, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri menyampaikan bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi biaya rapid test untuk penumpang kereta api.

Dengan subsidi itu, diharapkan dapat meringankan beban operator kereta api di tengah sepinya jumlah penumpang akibat terdampak pandemi covid-19.

“Rencana pemberian subsidi rapid test salah satu upaya meringankan biaya yang dikeluarkan masyarakat. Rencana ini masih kami diskusikan dengan pihak operator kereta,” ungkap Zulfikri dalam Dialog Publik Hari Perhubungan Nasional, pada Kamis (17/9/2020).

Menurut Zulfikri, jumlah perjalanan dan penumpang kereta api pada akhir tahun 2019 sebenarnya mengalami lonjakan drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, di awal tahun 2020 terjadi pandemi dan membalikkan kondisi tersebut, karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di sejumlah daerah.

Secara operasional, operator kereta api sempat mencoba menambah jadwal perjalanan di bulan Agustus lalu.

Tapi ternyata jumlah penumpang masih tetap bertahan di angka 60 ribu penumpang, sehingga tingkat isian penumpang (okupansi) tidak lebih dari 47 persen.

“Bahkan menjelang September, kembali terjadi penurunan okupansi karena jumlah perjalanan ditingkatkan. Artinya penambahan jumlah perjalanan kereta tidak berhasil menambah jumlah penumpang,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM