Pindad Siap Genjot Produksi Amunisi

by

Seiring dengan meningkatknya permintaan amunisi dari TNI/POLRI, PT Pindad (Persero) sebagai BUMN alutsista nasional terus menggenjot produksi amunisi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dari kapasitas produksi sebelumnya.

Untuk mendukung peningkatan produksi tersebut, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad (Persero) Ade Bagdja, menyebut bahwa Pindad membutuhkan propelan lebih banyak.

Propelan merupakan bahan kimia yang digunakan dalam produksi energi dan gas bertekanan yang digunakan untuk membuat gerakan fluida atau untuk menghasilkan propulsi kendaraan atau proyektil atau benda lain.

Lebih lanjut ia mengatakan tahun 2019 atau paling lambat tahun awal 2020, perusahaan pelat merah tersebut sudah meningkatkan produksi maksimal 4×90 juta butir.

“Artinya dengan kebutuhan 360 juta butir maka kebutuhan propelan mencapai 500 ton,” jelasnya.

Menurut Ade, rencananya pemerintah akan membangun pabrik Propelan dengan kapasitas 400 ton dimana semua akan terserap oleh Pindad dan sisanya sebanyak 100 ton tetap akan di impor. Adapun nantinya PT Dahana (Persero) akan menjadi produsen yang menyuplai propelan tersebut.

“Propelan sangat strategis dalam pembuatan amunisi apalagi kebutuhannya mencapai 300 juta butir untuk TNI. Artinya Pindad baru sanggup setengahnya saja. Selama ini kebutuhan Propelan masih impor,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *