Pindad Terus Lakukan Penetrasi Pasar Global

by

Agar tetap eksis di kancah global maka dibutuhkan eksistensi dan upaya strategis untuk melakukan pengenalan produk secara intensif. Hal tersebut sejalan dengan apa yang telah dilakukan Pindad. Keberhasilannya mengenalkan produk-produk alutsista ke pasar internasional tidak terlepas dari upaya perseroan yang senantiasa aktif mengikuti berbagai pameran internasional.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan bahwa agar tetap eksis di pasar global, pihaknya senantiasa mengikuti kegiatan expo atau pameran produk alutsista maupun industrial yang diadakan di luar negeri. Selain kegiatan expo, Seperti diketahui bahwa perseroan memiliki kemampuan SDM yang sangat mumpuni di bidangnya masing-masing.

Baca Juga: PTDI Gencarakan Pemasaran N219 Nurtanio

Melalui networking yang dibangun oleh SDM tersebut melalui berbagai kegiatan strategis seperti seminar maupun pemaparan di luar negeri atas kemampuan industri alutsista Indonesia, sehingga secara tidak langsung mengenalkan produk-produk ke pasar global.

“Di berbagai kompetisi internasional seperti; ASEAN Armies Rifle Meet (AARM), Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), BISAM (Brunei Darussalam), Indonesia selalu menjadi juara. “Kompetisi AASAM Indonesia keluar sebagai pemenang selama 10 kali berturut-turut dan AARM Indonesia menang untuk yang ke 11 kalinya,” ungkap Abraham.

Dengan demikian atas keberhasilan Indonesia tersebut, maka secara tidak langsung mengenalkan produk-produk Pindad, senjata dan munisi buatan Indonesia pada perhelatan kompetisi tersebut. Hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat baik terhadap bisnis perusahaan ke depan.

“Dari situ lah kemudian berdatangan ke Pindad silih berganti. Mulai dari Negara Asean termasuk Brunei, Australia, Timor Leste, Negara Kepulauan Fiji, Negara Timur Tengah, bahkan dari Prancis. Pada akhirnya kegiatan ekspor pun berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Namun tidak berhenti sampai disitu, Abraham mengaku mengundang negara-negara tersebut untuk masuk ke Indonesia untuk melakukan joint operations atau strategic partnership, terlebih negara-negara tersebut merupakan negara yang berstatus sebagai vendor teknologi.

“Harapannya ke depan, kita bisa menjual produk bersama tersebut ke luar negeri tetapi dengan tetap menggunakan brand Pindad. Ini sedang berjalan, dimana pada akhirnya kami memiliki pabrik di dalam negeri untuk kemudian menjual produknya ke luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga : Krakatau Steel Segera Kembangkan Produk Baja Otomotif

Terkait mengenai komposisi dalam penjualan produk, untuk saat ini komposisinya adalah 80-85% domesik dan 15-20% adalah ekspor. Namun kini Pindad tengah fokus dalam meningkatkan ekspor dengan membentuk Project Management Officer (PMO) yang secara khusus mengamati pasar ekspor. Dan juga terdapat divisi penjualan yang secara khusus fokus terhadap produk-produk ekspor dengan mengkaji kerjasama dengan luar negeri.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memiliki pabrik baru untuk mengembangkan kapasitas produksi munisi, kerjasama dengan partner untuk mengembangkan sayap lebih besar.

“Kami akan memiliki 2 lokasi pabrik. di Bandung dengan luas 66 hektare dan Turen, Malang seluas 168 hektare, Dengan lahan yang masih cukup luas tersebut, Pindad memiliki kemampuan melakukan Joint Operation (JO) dengan company lain untuk menambah pabrik,” tutup Abraham. []ct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *