Pindad Berdaya Saing di Era “Industry 4.0”

oleh
Pindad

Tank ini, lanjut Abraham, mampu bergerak dengan cepat dan lincah serta didukung dengan akurasi serangan yang tinggi. Tank yang memiliki transmisi mesin otomatis ini mampu melintasi kondisi jalan dalam bentuk apapun. Bahkan pada kondisi tanah gembur dan berpasir pun tidak akan menghambat kelincahannya dalam berlari.

Bagaimana akurasi menembak? Abraham mengatakan jika Medium Tank memiliki kemampuan membaca sasaran tembak dengan sangat baik dan akurat. Meskipun memiliki mobilitas yang sangat lincah, namun dengan teknologi canggih yang diterapkan mampu mengunci target untuk ditembak. Tank yang bermuatan tiga orang tersebut (penembak, pemberi komando dan pengendara) didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan pengendaranya melakukan manuver karena memiliki desain stir dengan sistem layaknya kokpit pesawat. Yang menarik dari Medium Tank adalah mampu melakukan pengisian peluru (caliber 105mm) secara otomatis. Hal ini yang menjadi pembeda dengan tank-tank lain pada umumnya.

Medium Tank merupakan produk hasil kolaborasi antara dengan FNSS Turki. Dimana sebelumnya telah dilakukan ujicoba serta mendapatkan sertifikat layak dari Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Darat. Medium Tank mulai dikenalkan Pindad dalam ajang Indo Defence 2018 Jakarta pada 7-10 November 2018 di Ji Expo Kemayoran Jakarta.

Sementara itu produk unggulan lainnya yang juga telah diluncurkan Pindad adalah produk senjata yaitu senapan penembak runduk (SPR) 4 atau senjata Sniper.Keunggulan SPR 4 yait mampu menembak dalam jarak yang sangat jauh dapat diisi dengan amunisi berkaliber 388 (8,6 mm).

“SPR 4 diciptakan untuk memenuhi kebutuhan operasional prajurit TNI POLRI yang memerlukan senapan dengan daya tembak sejauh 1,5 km,” jelas Abraham.

Selanjutnya produk senjata unggulan Pindad lainnya yaitu Pistol dengan teknologi teranyar menggunakan polimer sehingga lebih ringan ketika digenggam namun tetap mempertahankan ketepatan menembak. “Pistol ini sangat ringan tapi sangat presisi dalam ketepan menembak,” ujar Abraham.

Selain itu, untuk produk munisi, Pindad baru saja menandatangani kerjasama dengan Waterburry Farel adalah salah satu divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc, yang berdomisili di Kanada yang merupakan vendor teknologi dan penguasaan teknologi processing untuk raw material. Sehingga menjadi tepat bagi Pindad untuk bisa masuk hingga ke industri hulu hilir. Adapun kedua belah pihak bersepakat untuk memproduksi amunisi kaliber kecil utamanya 556, kemudian 72 sama yang 9mm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *