Pindad Berdaya Saing di Era “Industry 4.0”

oleh
Pindad

PT Pindad (Persero) / Pindad telah menjelma menjadi icon industri unggulan berbasis alat utama sistem pertahanan (alutsista) di dalam negeri. Bahkan di pasar global pun, produk-produk Pindad sangat diminati lantaran kualitas dan daya saing teknologi-nya, karena Pindad senantiasa mengedepankan teknologi sebagai kekuatan dari produk yang diciptakan. Terlebih di era revolusi industry 4.0 saat ini, dimana digitalisasi produk yang syarat dengan teknologi tinggi merupakan suatu keharusan. Pindad mampu merespon dengan cepat perubahan tersebut dengan menciptakan produk-produk yang sophisticated yang semakin diminati oleh pasar global selain pemenuhan kebutuhan di dalam negeri

Jika berbicara tentang industri alutsista di dalam negeri memang tidak terlepas dari Pindad! Seperti diketahui bahwa hampir seluruh alat pertahanan beserta komponen pendukung yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk kegiatan operasional dan militer merupakan produk buatan Pindad. Bisa dikatakan bahwa keberadaan Pindad memiliki arti dan peran penting bagi industri pertahanan di tanah air.

Baca Juga: Holding BUMN Dongkrak Aset BUMN Lebih Bertaji

Eksistensi Pindad hingga saat ini memang tidak terlepas dari sejarah panjang perusahaan yang kini dinahkodai oleh Abraham Mose sebagai Direktur Utama. Ketika ditemui dalam gelaran Indo Defence 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu, Abraham mengatakan bahwa industrialisasi saat ini telah memasuki babak baru yaitu suatu konsep yang disebut dengan “Industry 4.0”.

Seperti diketahui bahwa “Industry 4.0” merupakan industri yang menggabungkan automatic technology dengan cyber technology. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Di dalamnya meliputi sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan (gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet) serta komputasi kognitif (menciptakan sistem IT yang secara otomatis mampu memecahkan masalah tanpa memerlukan bantuan manusia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *