Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

PGN Grup Komitmen Dukung Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 dan Pemberdayaan Ekonomi UMKM

MediaBUMN

Published

on

Subholding

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ditengah situasi pandemi COVID-19 yang masih melanda, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Grup sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk terus berkontribusi mendukung Pemerintah dalam penanganan COVID-19 dan pemberdayaan ekonomi UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi dimasa pandemi.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan bahwa selama pandemi COVID-19 hingga November 2020, PGN Grup telah menyalurkan bantuan CSR secara keseluruhan senilai 16,4 Milyar. Bantuan diberikan di berbagai wilayah, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat maupun tenaga medis. Maka, bantuan banyak dialokasikan untuk APD, fasilitas kesehatan, dan sembako.

“Terhitung sudah delapan bulan sejak pandemi COVID-19 pada bulan Maret lalu, PGN Grup terus melaksanakan bantuan CSR untuk penanganan COVID-19 secara bertahap. Dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran ke berbagai wilayah, PGN bekerja sama pihak terkait seperti relawan, gugus tugas, Rumah Zakat Indonesia dan PMI,” jelas Rachmat.

PGN terus menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Maluku, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat secara bertahap.

Terbaru pada awal November 2020, PGN menyalurkan bantuan paket sembako sebanyak 3.000 di Kelurahan Kunciran Indah dan 5.000 paket di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Selain itu, PGN memberikan bantuan rapid test massal di di Rumah Sakit Islam Hj Siti Muniro, Tasikmalaya melalui Yayasan Madani Haydar Fadlulloh. Pelaksanaan rapid test massal ini diikuti oleh kurang lebih 300 penerima manfaat.

PGN Group pun concern untuk memberikan bantuan APD dan fasilitas kesehatan. PGN berkoordinasi dengan Satgas Bencana untuk menyerahkan bantuan alat kesehatan untuk masyarakat berupa masker kain, hand sanitizer, alat penyemprot disinfektan, cairan disinfektan, dan wastafel cuci tangan portabel.

“Secara langsung kami juga memberikan bantuan APD lengkap, masker medik, APD disposable, sepatu medik untuk perlengkapan petugas medis. Kita terus memberikan support kepada para petugas medis yang menangani COVID-19,” ujar Rachmat.

Subholding

Rachmat mengungkapkan, pemberian bantuan yang secara continue dilakukan ini juga tak lepas dari peran Anak Perusahaan dan Afiliasi PGN. Dengan demikian, bantuan penanganan COVID-19 untuk masyarakat dan tenaga medis dapat disalurkan secara lebih luas.

Selain penyaluran bantuan CSR untuk masyarakat dan tenaga medis, PGN Group juga berupaya dalam mengelola sosial dan lingkungan sekitar untuk menjaga masyarakat tetap bertahan meski terdampak COVID-19. Langkah yang lakukan yaitu melalui program binaan, harapannya perekonomian daerah tetap berjalan di tengah pandemi.

Program binaan yang dilakukan diantaranya, pembinaan dan pendampingan UMKM di Solo berhasil memproduksi 3.000 masker kain. Selain itu, Komunitas Tuli Gresik (KOTUGRES) yang merupakan Kelompok Mitra Binaan PT Pertamina Gas (Pertagas), tetap produktif di tengah pandemi. Mereka berhasil memanfaatkan peluang melalui kreasi mengolah kain perca menjadi masker kain dan sanggup untuk memenuhi 500 pesanan masker.

Selain itu di Desa Penatarsewu Sidoarjo atau yang dikenal dengan Kampung Ikan Asap, warga setempat berinisiatif membentuk satgas pencegahan COVID-19. Dengan konsep Kampung Tangguh, warga aktif melakukan kegiatan sosialisasi keliling terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan penerapan protokol kesehatannya lainnya.

Didampingi PT Pertagas, Resto Apung Seba mengubah konsep resto seba menjadi dapur umum. Mereka menyediakan makanan untuk anggota satgas dan tenega medis, menerima pesanan katering dari perusahaan setempat, dan membuka layanan pesanan melalui daring. Pertagas juga ikut mendampingi dalam menyusun pedoman makan di Resto Seba selama adapatasi masa kebiasaan baru.

Eni, salah satu anggota Satgas mengatakan bahwa konsep tersebut mampu menyambung operasi di resto, bahkan menaikkan pendapatan per bulan dibanding biasanya. Beberapa konsumen juga memesan dari Resto Seba untuk disalurkan ke warga yang membutuhkan.

“Kami sangat mengapresiasi, ditengah pandemi, kelompok Binaan Pertagas mampu bertahan dan ikut membantu dalam menggerakan perkonomian daerah. Minimal dari kelompoknya sendiri dan masyarakat sekitar,” ujar Rachmat.

Rachmat menyatakan, PGN Group masih terus menyiapkan perencanaan bantuan untuk mendukung pemerinttah dalam penanganan COVID-19. PGN bagian dari Holding Migas Pertamina juga berupaya agar kehadiran bisnis PGN sebagai Subholding Gas juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjaga roda perekonomian wilayah tetap berjalan ditengah pandemi. Menyongsong HUT ke-63 Pertamina, PGN berkomitmen untuk senantiasa menyalurkan energi baik ke seluruh sektor agar semakin berdaya guna secara berkelanjutan. []

Energi & Tambang

Pertamina Lubricants Thailand Gandeng Iyara Energy Group Dorong Pertumbuhan Pelumas Retail

MediaBUMN

Published

on

Thailand

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pertamina Lubricants, melalui anak perusahaannya Pertamina Lubricants (Thailand) Co.,Ltd. (PLT) kembali berupaya untuk mengakselerasi pertumbuhan penjualan pelumas Pertamina segmen retail di Thailand dengan menggandeng Iyara Energy Group Co.,Ltd. sebagai salah satu distributor yang akan fokus pada distributorship pelumas kendaraan roda dua/two wheels (2W).

Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan Kontrak Kerjasama Distributorship antara Pertamina Lubricants (Thailand) Co,.Ltd. dan Iyara Energy Group Co.,Ltd. di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok, Jumat (5/3). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLT Darwin Harianja yang juga merupakan salah satu Direktur INTCC (Indonesia Thailand Chamber of Commerce) dan Chairman Iyara Energy Group Co.,Ltd. Sasithorn Nontleeraksa. Kerjasama ini juga disaksikan langsung oleh Duta Besar Indonesia Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Rachmat Budiman.

Pelumas Pertamina telah hadir di Thailand sejak lima tahun lalu ketika PLT resmi berdiri sebagai anak perusahaan PT Pertamina Lubricants dan memiliki tiga distributor yang fokus pada segmen yang berbeda-beda antara lain segmen retail 4W dan industri.

“Thailand merupakan negara dengan pasar pelumas yang terus tumbuh dan memikat. Sebagai induk, kami terus mendorong PLT untuk lebih agresif di tengah persaingan yang ketat. Dengan adanya anak perusahaan PLT di Thailand, maka pelumas Pertamina semakin dekat dengan pasar dan konsumen di negara gajah putih ini, “ungkap Andria Nusa Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants.

PLT berkomitmen untuk terus adaptif dengan permintaan pasar serta terus mengutamakan Local Responsiveness dalam menghadirkan produk pelumas Pertamina ke konsumen dan masyarakat. Setelah sukses dengan pelumas 4W dan produk pelumas industri, PLT mengincar potensi pasar segmen 2W dengan memasarkan brand Enduro.

Pertumbuhan pasar pelumas 2W di Thailand terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun, dan merupakan segmen yang paling sedikit terpengaruh oleh pandemi. Seperti di Negara Asean atau Indochina lainnya, Pasar 2W sangat tahan terhadap krisis.

“Dengan partnership atau kemitraan lokal ini maka kami optimis akan terus tumbuh di pasar international. Kami berharap produk pelumas Pertamina dapat memenuhi kebutuhan konsumen lokal dan Pertamina dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Thailand,” tutup Andria.

Apresiasi Duta Besar RI Untuk Thailand

“Penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah awal menuju pemulihan ekonomi kedua Negara di tahun 2021. Kami berharap kiranya pada saatnya nanti dapat juga menyaksikan pencapaian target pemasaran sebagaimana direncanakan kedua belah pihak. Hal ini juga menunjukkan komitmen kuat Indonesia dan Thailand untuk keluar sebagai pemenang dari krisis pandemi menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua Negara melalui kerjasama perdagangan dan investasi kedua Negara yang saling menguntungkan,” tuturnya.

Pada awal tahun 2015, PLT sudah memproduksi dan mendistribusikan produk pelumas industri untuk berbagai sektor usaha meliputi agrobisnis dengan produk pelumas unggulan yakni Meditran SXT 15W-40 API CI-4 Plus, Turalik 52 ISO VG 68. Selanjutnya pada tahun 2016, PLT secara resmi telah melakukan pengiriman perdana (first shipment) produk pelumas Turalik ke salah satu rekanannya di Thailand yakni TGI Import Export Co.,Ltd. serta memproduksi pelumas industri lainnya guna memenuhi kebutuhan di berbagai sektor usaha di Thailand.

Selain itu, PLT juga telah resmi memproduksi serta memasarkan varian-varian pelumas untuk segmen otomotif 4W seperti Fastron Series yakni Fastron Gold 5W-30 API SN; Fastron Techno 10W-40 API SN; dan Fastron Diesel Gold 10W30 CI4. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Holding BUMN Panas Bumi Segera dibentuk!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Holding BUMN Panas Bumi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Panas Bumi akan segera dibentuk, dimana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyiapkan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) masuk dalam holding tersebut.

PLN, melalui Direktur Mega Proyek, M. Ikhsan Assaad mengaku jika pihaknya masih terus melakukan pembahasan bersama Pertamina.

“Kami dan Pertamina masih terus melakukan pembahasan dalam pembentukan holding BUMN panas bumi atau geothermal,” ujar Ikhsan (22/02).

Ikhsan menyebut holding BUMN panas bumi nantinya akan dilakukan oleh masing-masing anak perusahaan yaitu PLN Gas & Geothermal (PLN GG) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

“Masih berlangsung, masih pada tahap joint study untuk pengembangan geothermal di Ulu Belu dan Lahendong.

Sementara itu, menurut Direktur Operasi PLN Gas & Geothermal Yudistian Yunis terkait pembentukan holding BUMN panas bumi, Kementerian BUMN melibatkan PLN, Pertamina dan Geo Dipa.

PLN Gas & Geothermal sebagai anak usaha PLN di sektor panas bumi, sebut Yunis, sangat siap mendukung upaya Kementerian BUMN dalam pembentukan holding BUMN panas bumi.

“Pembahasan saat ini tengah masuk pada opsi mekanisme penggabungan usaha panas bumi yang ada,” ujarnya.

Menurut yunis, potensi energi panas bumi di Indonesia sangat melimpah, oleh karenanya perlu pembahasan yang matang dalam upaya akselerasi dan optimalisasi pemanfaatannya.

“Dari total potensi yang teridentifikasi baru 8 persen saja pemanfaatannya,” tambah Yunis. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Produksi Emas Antam dan Target Penjualan Terus Menurun

EKO PRASETYO

Published

on

Produksi emas Antam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi emas Antam / PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada tahun ini ditargetkan hanya sebesar 1,37 Ton.

Adapun target produksi emas Antam tersebut mengalami penurunan dibandingkan realisasi produksi tahun 2020 yang mencapai 1,67 ton.

Target produksi tersebut tercatat turun sebesar 17,9 persen.

Bukan hanya produksi emas Antam, target penjualan ditahun ini yang sebesar 18 ton emas juga terlihat mengalami penurunan sebesar 17,39 persen dibanding realisasi penjualan pada tahun 2020 yang mencapai 21,79 ton.

Adapun penjualan emas perusahaan sepanjang tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan yang cukup dalam mencapai 36 persen dari penjualan tahun 2019 lalu yang berhasil tercatat mencapai 34,02 ton .

Sementara dari sisi realisasi produksi emas antam tahun 2020 lalu juga mengalami penurunan hingga 17 persen dari tahun 2019 yaitu sebesar 1,9 ton.

Dalam keterangan resminya, Antam pada tahun ini memilih fokus pada pertumbuhan produksi dan penjualan pada komoditas fornikel, bijih nikel dan bijih bauksit.

Untuk komoditas emas, Antam memilih fokus dalam pengembangan logam mulia dalam negeri.

Hal ini seiring dengan semakin bertumbuhnya kesadaran masyarakat melakukan investasi emas. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!