Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Petrokimia Gresik Luncurkan Pupuk Retail Komersial

MediaBUMN

Published

on

Petrokimia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), Petrokimia Gresik luncurkan beberapa jenis pupuk retail komersil NPK Petro Ningrat. Selain itu, Petrokimia Gresik juga luncurkan kantong pupuk non subsidi dengan desain baru. Hal tersebut dimulai dilakukan di Lombok, Nusa Tengggara Barat (NTB).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengatakan bahwa perusahaan kali ini tengah melakukan transformasi bisnis dalam untuk memperluas target pasar dan menjadi pemain utama di sektor retail komersil.

Pihaknya juga menyatakan bahwa tengah dalam upaya memperkuat barisan produk komersilnya.

Bahkan diklaimnya, untuk saat ini Petrokimia Gresik baru menguasai 10-15% market share pupuk NPK retail komersil yang ada di Indonesia.

Untuk itu kata dia, dalam paya memperkuat pasar retail komersil, Petrokimia Gresik telah memiliki strategi dalam menghadapi kemungkinan berubahnya kebijakan pemerintah.

Hal ini juga dimaksudkan mengantisipasi terjadinya pengalihan subsidi pupuk. Karena pengalihan subsidi pupuk semakin kuat akan terjadi.

Alhasil nantinya Petrokimia Gresik juga harus benar-benar siap untuk bisa bersaing di pasar komersil.

“Kami ini kan produsen pupuk NPK pertama, terbesar, dan berpengalaman di Indonesia,” akunya.

Selanjutnya kata Rahmad, sudah sejak 2000 sampai dengan saat ini pihaknya sudah memiliki 8 unit pabrik NPK dengan kapasitas produksi 2,7 juta ton per tahun.

Sementara untuk pupuk yang telah diluncurkannya sampai dengan saat ini adalah NPK Petro Ningrat 12-11-20 dengan kemasan 20 kg.

Pupuk – pupuk tersebut secara spesifik diperuntukan bagi tanaman perkebunan, hortikultura, dan umbi,.

Contohnya saja seperti kentang, cabai, tembakau, bawang merah tomat, serta buah-buahan.

Diketahui produk – produk tersebut saat ini tentunya semakin melengkapi varian pupuk NPK Petrokimia Gresik.

Terlebih perusahaan pelat merah ini juga sudah ada jenis pupuk NPK Phonska Plus di sektor tanaman pangan, dan NPK Kebomas di sektor perkebunan korporasi.

Tak hanya itu juga untuk ekspor juga NPK telah dimiliki dengan beragam formulasi sesuai kebutuhan konsumen.

“Bahkan jika melihat data hasil uji coba NPK Petro Ningrat dapat meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan 10 sampai 37 persen,” aku Rahmad.

Tak hanya itu saja, di Kota Batu (Jawa Timur) juga misalnya, kini melalui Aplikasi NPK Petro Ningrat diketahui telah mampu menghasilkan 41,25 ton per hektare, atau meningkat 37 persen.

Belum lagi uji coba yang telah dilakukan di tanaman tembakau di Kabupaten Jember dan Lombok Timur.

Uji coba tersebut diketahui telah menghasilkan panen 1,6ton/hektar, terjadi peningkatan 10,6 persen dan 1,5 ton/hektar yang mengalami peningkatan 11 persen.

Sementar itu, di sektor tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk juga demikian, yakni dapat menghasilkan hingga 18 ton per hektare.

Artinya, bawang merah di Kabupaten Nganjuk ini panennya dapat meningkat hingga 28,5 persen.

Disampaikan Rahmad bahwa uji coba yang dilakukan adalah hasil kolaborasi NPK Petro Ningrat yang dalam pengaplikasiannya dilakukan secara bersamaan dengan pupuk organik Petroganik dan ZA.

Diketahui bahwa dalam kandungan yang ada di NPK Petro Ningrat adalah yang dikandung Nitrogen dalam bentuk Nitrat dan rendah chlor.

Keunggulan dari kandungan yang ada tersebut diketahui mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau.

Alhasil bisa menjadikan tanaman lebih tegak dan kokoh serta dapat merangsang pembentukan umbi dan buah.

Selain itu juga tepat jika digunakan dalam lahan kering karena dapat larut dalam air, sehingga pupuk mudah diserap tanaman.

Tak hanya di Lombok, rencanaya Petrokimia Gresik juga akan menggencarkan sosialisasi dan penyuluhan petani di sentra hortikultura dan perkebunan potensial di Provinsi lainnya.

Misalkannya saja seperti, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan lain sebagainya.

Dengan demikian diharapkan produktivitas tanaman pertanian Indonesia dapat meningkat bersama Petrokimia Gresik. []

Agrobisnis & Pangan

Produksi Pupuk Pusri Tembus 2,3 Juta Ton, Lampaui Target!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Produksi pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang di tahun buku 2019 mencapai 2,30 juta ton. Volume produksi ini mencapai 106 persen dari target rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebanyak 2,17 juta ton.

Manager Humas PT Pusri Palembang, Soerjo Hartono, mengatakan produksi tersebut mencakup pupuk urea dan pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium)

“Untuk tahun 2019 lalu, total produksi pupuk yang kami hasilkan sebanyak 2,30 juta ton. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 2,20 juta ton, dan pupuk NPK 105.293 ton,” jelas Soerjo dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2020).

Untuk produksi non pupuk yaitu amoniak mencapai 1,44 juta ton atau 98 persen dari target RKAP.

Di bidang penjualan, perusahaan pelat merah ini telah menyalurkan pupuk total sebanyak 2 juta ton, yang mencakup 1,20 juta ton pupuk bersubsidi dan 797.128 ton pupuk nonsubsidi.

Sementara untuk penjualan amoniak tercatat sebanyak 89.224 ton sepanjang tahun 2019.

Menurut Soerjo, pihak perusahaan tetap optimis kinerja dapat lebih optimal sesuai penugasan pemerintah, terlebih PT Pusri tengah melakukan revitalisasi pabrik Pusri III-B.

“Proyek revitalisasi pabrik ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Kami juga tengah melakukan transformasi digital di berbagai lini usaha,” jelas Soerjo.

Untuk kinerja Corporate Social Responsibility (CSR) di tahun 2019, secara keseluruhan penyaluran dana kemitraan sudah mencapai 100 persen.

Kolektabilitas program kemitraan dari CSR anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini mencapai 70,38 persen dengan predikat baik.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen PT Pusri untuk berkontribusi bagi kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan membina komunitas demi kemandirian masyarakat yang ada di sekitar perusahaan,” jelas dia.

Selanjutnya di bidang tata lelola perusahaan, PT Pusri menghasilkan skor 91,99 persen dengan predikat sangat baik.

Meski meraih kinerja yang positif di tahun 2019, bukan berarti tidak ada tantangan yang dilalui. Namun pihak perseroan terus memaksimalkan berbagai upaya sehingga membuahkan pencapaian yang cukup baik.

“Berbagai upaya itu tetap kami lakukan saat ini terlebih dalam menghadapi situasi pandemi yang masih terjadi,” tandasnya.

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Produksi Garam Fokus Jaga Kualitas dan Penuhi Kebutuhan Nasional

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Produksi garam

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi garam dari PT Garam (Persero) terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan garam nasional. Salah satu langkah dalam menjaga ketersediaan pangan untuk mendukung swasembada pangan nasional yaitu dengan beroperasinya pabrik PT Garam (Persero) di Camplong – Sampang.

Pabrik ini memiliki kapasitas 63.000 ton garam per tahun dan mampu menghasilkan garam halus karungan dan halus kemasan dengan kadar NaCl di atas 97 persen.

Pabrik di Camplong – Sampang ini pun menjadi salah satu pabrik andalan PT Garam (Persero) untuk mengembangkan bisnis garam olahan.

Plant Manager PT Garam (Persero) Camplong, Anang Siswanto, mengatakan hasil produksi garam pabrik ini juga telah lulus audit Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapat izin kemasan produk.

Menurutnya, di masa pendemi covid-19, pihaknya selaku BUMN tetap berupaya dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas garam yang baik untuk keamanan pangan.

“Menjaga kualitas produksi garam menjadi prioritas kami agar tidak terkontaminasi dengan penerapan Program Good Manufacturing Practice (GMP) dan Total Food Safety,” ujar Anang, Rabu (05/08/2020).

Hal senada disampaikan General Manager Industri Garam PT Garam (Persero), Alfian Hudan Nuzula, menurutnya, menjaga kualitas produk sudah menjadi komitmen perusahaannya.

“Komitmen kami sebagai perusahaan yang bergerak di industri olahan garam memang harus memastikan bahwa seluruh proses produksi berjalan secara higienis. Terhindar dari segala bentuk kontaminasi sehingga menghasilkan produk garam yang berkualitas,” kata Alfian.

Dengan komitmen tersebut, Perusahaan pelat merah ini akan siap untuk bersaing di pasar global dan memenuhi kebutuhan garam nasional.

Target Produksi Garam Turun

Di sisi lain, PT Garam Kabupaten Sampang Madura menarget hasil produksi garam tahun ini sebanyak 85 ribu ton, angka tersebut menurun dibandingkan hasil produksi tahun 2019, sebanyak 95 ribu ton.

Manager Area Sampang PT Garam (Persero), Ahmad Faisol mengatakan produksi garam sebanyak 85 ribu ton ini adalah hasil dari lahan PT garam sendiri.

Menurut Faisol, produksi normal setiap tahun memang sekitar 95 ribu ton, namun tahun ini ada penurunan target karena faktor cuaca yang kurang baik.

“Biasanya, dua bulan sebelumnya PT garam sudah mulai produksi sedangkan untuk tahun ini masih baru produksi. Kita kehilangan waktu dua bulan. Biasanya kita sudah mulai produksi di bulan Juni, sedangkan untuk tahun ini masih baru produksi,” ucapnya.

Dengan kondisi cuaca yang kurang baik, Faisol pesimis hasil produksi garam tahun ini bisa mencapai jumlah target yang sudah ditentukan, meskipun masa produksi garam tahun ini diprediksi hingga akhir tahun.

“Kami optimisnya produksi garam tahun ini hanya di angka 70 ribu ton, itu berdasarkan hitungan kita jika produksi garam sampai bulan Desember,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Harga Gula Mahal, PTPN Turunkan Volume Lelang

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Harga gula

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Harga gula konsumsi sempat melonjak drastis di awal tahun 2020, hingga tembus Rp22.000 per Kg, jauh dari harga acuan yang ditetapkan Permendag yaitu Rp 12.500 per kg.

Untuk mencegah terjadinya lonjakan harga gula di waktu mendatang, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengeluarkan kebijakan baru yakni memotong rantai distribusi gula.

Pasalnya harga gula sangat bergantung pada panjangnya rantai distribusi. Jika jalurs distribusi semakin panjang, maka harga gula di tingkat konsumen juga akan semakin mahal.

Direktur Utama Holding PTPN III Muhammad Abdul Ghani mengatakan, cara Holding PTPN III memotong rantai distribusi gula adalah mengubah volume lelang gula.

“Sebelumnya, hanya perusahaan besar yang bisa mengambil gula dari PTPN, baru menjualnya ke pedagang kecil. Sekarang dengan kebijakan baru, pedagang kecil juga bisa ikut lelang gula di PTPN karena volume lelang per partai sudah diperkecil,” jelas Abdul Ghani dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Ghani menjelaskan, sebelumnya PTPN hanya menjual satu partai gula sebesar 10.000 ton, jika per Kg harganya Rp11.000, maka si pembeli harus membayar Rp110 miliar.

Saat ini PTPN menurunkan besaran lelang gula hanya 1.000 ton, dengan harga yang sama, pembeli hanya membayar Rp11 miliar.

“Sekarang ini kita menurunkan partai per satuan lelang Kalau dulu hanya pemain besar yang bisa aktif di lelang, sekarang tidak pedagang besar saja, pedagang kecil juga bisa ikut. Ini juga bagian dari memotong rantai distribusi untuk memperbanyak pembeli,” jelas Ghani.

Saat ini PTPN sudah mengubah volume lelang hanya 1.000 ton per partai, ke depan, perusahaan pelat merah ini berencana menurunkan lagi volume lelang hingga 500 ton per partai.

Dengan begitu, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga bisa mengambil langsung gula di PTPN dengan harga produsen yang lebih murah dibandingkan membeli dari distributor.

Dengan upaya tersebut, ia berharap pergerakan harga gula di tingkat konsumen bisa stabil, dan lonjakan harga tidak terjadi lagi.

“Ini upaya kami untuk menurunkan cost distribusi hingga sampai ke konsumen. Ke depan kami juga berencana menurunkan partai untuk 500 ton. Dengan begitu kalau sekarang ada 100 lebih perusahaan mendaftar lelang, bukan tidak mungkin UKM bisa ikut menjual gula. Sehingga jalur distribusinya akan berkurang,” kata Ghani.

Harga Gula Kemasan

Selain itu Holding Perkebunan Nusantara PTPN III juga punya program baru lainnya, yakni mengeluarkan produk gula kemasan 1 Kg.

Produk gula 1 Kg ini merupakan terobosan baru untuk mengurangi rantai distribusi dan memberikan efisiensi pada biaya distribusinya, bisa menjaga harga Rp12.500/Kg sampai ke konsumen.

Penyalurannya dilakukan oleh anak perusahaan menyasar pasar-pasar yang dekat dengan pabrik gula milik Holding PTPN, baru dipasarkan ke konsumen.

“Kami mengeluarkan produk gula 1 Kg bukan untuk menguasai seluruh pasar penjualan gula dan merebut porsi pengusaha swasta. Paling tidak kami memastikan harga gula di sekitar Pabrik Gula milik PTPN bisa terkontrol,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!