Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Pesawat Garuda Indonesia Dikurangi 50 Persen, Sinyal Kerugian Mendalam?

Published

on

Pesawat Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia dikabarkan akan dilakukan pengurangan dalam jumlah besar, mencapai 50 persen dari total yang beroperasi saat ini.

Pengurangan jumlah pesawat Garuda ini merupakan langkah restrukturisasi bisnis di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Pasalnya, bisnis aviasi yang dijalankan maskapai pelat merah tersebut terpuruk akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

Untuk mengatasi krisis itu, perseroan melakukan restrukturisasi, salah satunya dengan mengurangi jumlah pesawat Garuda yang operasional.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra sudah menyampaikan pentingnya langkah restrukturisasi total kepada karyawan perusahaan.

Irfan menyebutkan, saat ini ada sebanyak 142 pesawat Garuda yang beroperasi, maka ke depan yang akan dioperasikan hanya sekitar 70 pesawat saja.

“Jumlah armada pesawat itu mencakup seluruh sektor usaha Garuda Indonesia, namun tidak termasuk armada Citilink. Dan menurut perhitungan awal terkait dampak pemulihan saat ini, kemungkinan kita hanya operasikan 70 armada,” ujar Irfan, Minggu (23/5/2021).

Pesawat Garuda Cuma Beroperasi 41 Unit

Di masa pandemi ini, Garuda Indonesia hanya mengoperasikan 41 pesawat dan tidak dapat menerbangkan armada yang tersisa.

Hal itu juga akibat dampak utang perusahaan yang belum dibayarkan kepada kreditur selama berbulan-bulan.

Irfan mengatakan bahwa PT GIAA saat ini memiliki utang sebesar US$4,9 miliar atau setara Rp70 triliun.

Jumlah utang tersebut terus membengkak lebih dari Rp1 triliun per bulan lantaran penundaan bayar yang dilakukan perusahaan kepada para pemasok.

Sementara arus kas perusahaan kini sudah berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp41 triliun.

Menurutnya, kegagalan mengeksekusi program restrukturisasi ini bisa mengakibatkan usaha Garuda Indonesia terhenti.

Untuk diketahui, pandemi juga mengakibatkan penurunan harga sukuk Garuda Indonesia senilai US$500 juta turun sekitar 7 sen ke 81.

Level tersebut merupakan harga terendah sejak Januari 2021 lalu, padahal pada Juni tahun lalu, GIAA berhasil memperoleh persetujuan dari investor untuk memperpanjang masa jatuh tempo sukuk tersebut selama 3 tahun.

Dalam pernyataan sebelumnya, Irfan juga menyebut perusahaan yang ia pimpin sedang dalam tahap awal penawaran program pensiun dini.

Program yang efektif berjalan mulai 1 Juli 2021 ini juga bagian dari upaya penghematan biaya gaji dari perusahaan.

Tercatat jumlah karyawan PT Garuda Indonesia saat ini lebih dari 15 ribu orang.

Sementar volume penumpang dari seluruh kelompok perusahaan Garuda Indonesia terus mengalami penurunan, terlebih sejak adanya pembatasan pergerakan orang.

Tidak hanya penerbangan domestic, pembatasan perjalanan lintas batas negara juga membuat keuangan perseroan juga semakin merosot.

Akibatnya pada pertengahan tahun 2020 lalu, perseroan terpaksa merumahkan sekitar 800 lebih karyawannya setelah melakukan pemotongan gaji. []

Transportasi

Saham ASDP Bakal IPO 2022, Bidik Dana Segar Rp4 Triliun

Published

on

Saham ASDP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham ASDP rencananya akan dilakukan penawaran publik atau initial public offering (IPO) mulai tahun depan.

Pihak perseroan menargetkan saham ASDP bisa mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pada kuartal II tahun 2022 atau paling lambat di kuartal III.

Dari IPO ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan dapat meraup dana segar hingga sekitar Rp4 triliun.

Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) M Yusuf Hadi mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal atau capital expanditure (capex) dan pengembangan bisnis.

M Yusuf menyebut target dana hasil IPO Saham ASDP di kisaran Rp3 triliun sampai Rp 4 triliun terbilang masih kecil.

“Kita buat target dananya tidak terlalu besar karena situasi pandemi yang masih terjadi saat ini ini, jadi targetnya segitu dulu,” kata Yusuf Hadi.

Yusuf menjelaskan, PT ASDP sudah menyiapkan berbagai program dan upaya ekspansi bisnis yang akan dimulai di tahun 2022.

Salah satunya akan mengakuisisi perusahaan operator swasta untuk menambah armada kapal guna meningkatkan layanan di 289 rute atau lintasan komersial.

“Saat ini total kapal ASDP dan mitra 212 kapal, maka akan melakukan akuisisi guna menjamin kualitas penyeberangan. Dengan adanya tambahan armada kapal pasti keterjaminan itu juga lebih besar lagi,” ujarnya dalam acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Akselerasi Pembangunan Transportasi 2022” Rabu (24/11/2021).

Terkait potensi bisnis penyeberangan di tahun depan, Yusuf mengaku optimis sektor ini akan membaik seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang diprediksi akan terus baik.

Hal itu juga bisa dilihat dari data peningkatan jumlah penumpang atau barang yang diangkut menggunakan kapal milik ASDP.

Di awal pandemi tahun 2020, Yusuf menyatakan saat itu bisnis ASPD sangat terpuruk karena adanya pembatasan perjalanan dalam aturan PSBB.

Namun di tahun ini jumlah penumpang yang menyeberang sudah naik hingga 11,5 persen, roda empat naik 8,9 persen, dan sepeda motor naik 6,3 persen.

Walaupun jumlah pengguna jasa di tahun ini belum setara 2019, perseroan tetap yakin peningkatan di tahun 2022 akan semakin baik.

“Kami memprediksi jumlah penumpang akan tumbuh 14 persen dan angkutan logistik tumbuh 16 persen. Jika ini tercapai, artinya prospek di 2022 ekonomi dari sektor industri maritime sudah membaik,” kata Yusuf. []

Continue Reading

Transportasi

Syarat Penyeberangan Diperketat, Ini Penjelasan PT ASDP

Published

on

Syarat penyeberangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Syarat penyeberangan akan diperketat mulai 1 Desember mendatang untuk menekan arus perjalanan orang di akhir tahun.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku BUMN yang mengelola jasa pelabuhan akan memperketat syarat penyeberangan di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali.

Ada beberapa persyaratan penyeberangan yang akan diperiksa secara ketat, yaitu menunjukkan dokumen vaksin dan hasil negatit Antigen/PCR yang valid, ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian pelaku perjalanan harus menunjukkan e-ticket Ferizy berisi data lengkap sesuai kartu identitas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sekretaris perusahaan ASDP, Shelvy Arifin menjelaskan pengetatan ini hanya berlaku dari Jawa ke Bali dan Sumatera atau sebaliknya mulai 1 Desember 2021.

“Bagi pengguna jasa Ferry kami minta agar data penumpang dan kendaraan diisi dengan benar sesuai KTP dan STNK. Jadi petugas kami hanya akan menerima e-ticket yang datanya lengkap dan sesuai identitas penumpang dan kendaraan,” kata Shelvy melalui keterangan resminya, Minggu (21/11/2021).

Shelvy menjelaskan, dalam proses check in, calon penumpang harus membawa dokumen e-ticket berisi data lengkap dan kartu identitas untuk diverifikasi oleh petugas ASDP.

Pengetatan syarat penyeberangan ini akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Pelabuhan Merak Banten, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk.

Ia menjelaskan, penumpang yang berhak atas santunan asuransi dalam perjalanan kapal ferry adalah penumpang yang datanya memang sesuai dan sah.

Maka para penumpang kapal Ferry tetap diimbau agar membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi Ferizy, situs ferizy.com atau dan sales resmi yakni Agen BRILink dan Alfamart.

Syarat Penyeberangan Tekan Covid-19

Dalam pengisian calon penumpang dan kendaraan harus diperhatikan dengan baik agar tidak salah dan pastikan seluruh jumlah penumpang di kendaraan terdata di dalam tiket agar sesuai dengan data manifest kapal.

Jika calon penumpang hanya melampirkan QR code tanpa data perjalanan dan tidak mencantumkan identitas, jumlah penumpang, jenis kendaraan, dan nopolnya tidak sesuai, maka tidak akan dilayani di loket ASDP.

Adapun pengetatan syarat penyebrangan ini dilakukan pemerintah guna menekan penyebaran Covid-19 dan mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah sudah menetapkan PPKM Level III dengan menetapkan syarat penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksin hasil rapid PCR hasil negatif yang berlaku 3 x 24 jam atau hasil swab Antigen berlaku 1 x 24 jam.

Namun ada pengecualian yang diberlakukan bagi warga yang masih berusia di bawah 12 tahun tidak perlu menunjukkan kartu vaksin.

Sementara bagi warga yang mengalami masalah kesehatan khusus (komorbid) wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.

Namun di dalam Surat Eedaran Menteri Perhubungan Nomor 94, dan Surat Edaran Satgas Covid Nomor 22, dan Imendagri Nomor 57, aturan ini dikecualikan bagi para sopir angkutan logistik. []

Continue Reading

Transportasi

Utang Garuda Indonesia, GIAA Kirim “Surat Cinta” Ke Lessor

Published

on

Utang Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang Garuda Indonesia masih terus diupayakan restrukturisasi agar maskapai pelat merah ini tidak pailit.

Saat ini pihak perseroan sudah mengirimkan skema proposal restrukturisasi utang Garuda kepada pihak lessor dan kreditur.

Langkah ini sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terus dioptimalkan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya mengajak seluruh lessor dan kreditur untuk meninjau skema restrukturisasi yang diajukan ini untuk dipertimbangan.

Dijelaskannya, dalam proposal ini dituangkan rencana jangka panjang bisnis GIAA dan berbagai penawaran yang diajukan dalam pembayaran kewajiban perusahaan.

“Skema restrukturisasi ini kami sampaikan kepada para lessor, kreditur, dan para pemasok utama untuk dipertimbangkan dalam proses restrukturisasi yang akan berjalan,” kata Irfan Setiaputra melalui keterangan tertulis Selasa (16/11/2021).

Irfan menyebut, langkah sebagai upaya dari GIAA untuk mempercepat proses restrukturisasi utang Garuda dan pemulihan bisnis maskapai pelat merah tersebut.

Pengajuan skema ini, sambung dia, menjadi momen penting bagi pihak perseroan untuk melakukan upaya transformasi bisnisnya agar lebih adaptif, efisien, dan tetap menghasilkan.

Skema Restrukturisasi Utang Garuda Indonesia

Adapun skema restrukturisasi utang Garuda Indonesia disampaikan melalui kanal data digital yang dapat diakses secara kapan saja (real time) oleh semua pihak terkait.

Baik itu untuk para lessor, kreditur, maupun pihak lainnya yang sudah menjalin ketentuan non-disclosure agreement (perjanjian kerahasiaan).

Menurut Irfan, kanal ini akan memudahkan semua pihak untuk meninjau dokumen serta memberi tanggapan balik kepada Garudan Indonesia.

“Ini berkomitmen menjalankan transparansi dan kejujuran dengan menyediakan sistem yang bisa diakses secara terbuka. Ini juga akan mendukung terciptanya komunikasi konstruktif dengan semua kreditur,” ungkapnya.

Proposal restrukturisasi ini, juga telah disesuaikan dengan pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta dari salah satu mitra bisnis Garuda.

Pihak perseroan juga telah berkoordinasi dengan tim restrukturisasi dan konsultan untuk menjawab dan mempelajari setiap respons yang disampaikan.

Sehingga dari jawaban yang masuk, manajemen Garuda bisa segera melakukan tindak lanjut negosiasi, sehingga akan didapatkna kesepakatan terbaik.

“Dukungan dari lessor dan kreditur tentunya sangat penting bagi Garuda sehingga kami bisa menjalankan transformasi agar lebih adaptif menjawab berbagai tantangan industri penerbangan di masa yang akan depan,” tuturnya.

Sembari melakukan negosiasi, di sisi lain pihak maskapai juga terus melakukan penyempurnaan layanan penerbangan melalui tinjauan pada aspek biaya dan efisiensi.

Namun Garuda akan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa.

“Pembenahan kami lakukan di seluruh aspek bisnis. Kami tengah berupaya memaksimalkan lini pendapatan dari bisnis kargo sebagai penopang utama pendapatan usaha,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!