Connect with us
banner pln 2023

Manufaktur

Pesanan Kereta Api Buatan PT INKA Tetap Berjalan di Masa Pandemi

Published

on

Pesanan kereta

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pesanan kereta api buatan PT Industri Kereta Api (PT INKA) Persero masih diminati oleh negara konsumen meski saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19.

Salah satunya Negara Bangladesh, dimana saat ini kerjasama proyek pengembangan gerbong kereta api masih terus berjalan di negara tersebut.

CSR And Stakeholder Relationship PT INKA, Bambang Ramadhiarto, mengatakan masih sangat banyak peluang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan jumlah pesanan kereta api buatan INKA.

Karena Bangladesh adalah negara berkembang yang sedang membangun sarana dan prasarana kereta api dalam jumlah besar.

“Saat ini Bangladesh sedang melakukan pengembangan besar-besaran untuk penambahan prasarana, jalur-jalur baru untuk sektor perkeretaapian. Proyek ini tentu dibarengi dengan investasi di sarana KRL dan kereta penumpang biasa,” kata Bambang, Minggu (2/8/2020).

Namun Bambang belum memaparkan lebih jauh berapa nilai investasi yang dikucurkan dari proyek ini.

Diketahui, PT INKA mendapatkan tiga proyek pesanan kereta api besar di tahun 2019 yang pengerjaannya masih berlanjut hingga saat ini.

Ketiga proyek tersebut adalah pesanan kereta api untuk Filipina, Bangladesh dan satu BUMN, PT KAI (Persero).

“Untuk kereta api pesanan PT KAI, kami menggarap LRT Jabodebek dengan 31 trainset atau 186 kereta. Dua trainset LRT juga telah diselesaikan dikirim ke Stasiun Cibubur,” ungkapnya.

Pesanan Kereta Api Meningkat

Sementara pesanan kereta api untuk Bangladesh sebanyak 200 kereta penumpang dengan pengerjaan yang rampung dan dikirimkan di tahun 2019 sudah mencapai 114 unit.
Adapun pesanan kereta api untuk Filipina yakni 15 kereta penumpang, tiga lokomotif dan enam trainset Diesel Multi Unit (DMU) dengan nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp792 miliar.

Khusus untuk 15 kereta penumpang dan tiga lokomotif nilai kontraknya mencapai Rp362 miliar.

Pada Desember 2019 lalu sudah ada dua kereta DMU pesanan Filipina yang dikirimkan.

Ke depannya, perusahaan pelat merah ini berencana masuk ke beberapa Negara lain di Afrika untuk membangun sarana perkeratapian, seperti Congo, Zambia, dan Zimbabwe.

“Khusus untuk Zambia, kami membidik pengadaan lokomotif Diesel Electric, untuk Congo, nanti akan kerjasama dengan skema consortium untuk paket pekerjaan sarana dan prasarananya,” jelas dia.

Bambang menyebutkan, beberapa kendala yang dihadapi perseroan adalah persaingan dengan negara lain untuk melaksanakan penetrasi di negara pemesan.

Menurutnya negara-negara competitor seperti Korea, China dan India saat ini melakukan strategi bisnis kereta dengan skema G2G yang disertakan paket pendanaan.

BUMN yang bermarkas di Madiun ini menargetkan di tahun 2020 fokus menyelesaikan dua proyek yakni pengadaan 200 kereta penumpang dan kereta VIP Car. []

Continue Reading

BNI

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM