Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Perusahaan Pengelola Aset, Perannya Bagi BUMN!

Published

on

Perusahaan pengelola aset

Perusahaan pengelola aset sangat dibutuhkan. Aset dalam sebuah perusahaan, maupun instnasi pemerintah sangat penting. Keberadaan aset dan keadaannya perlu dipantau. Ada beberapa aset yang memerlukan monitoring khusus.

Perusahaan Pengelola Aset berdiri pada tahun 2004. Tugas utama adalah mengelola aset-aset, saham maupun properti milik eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Setelah berjalan sekitar empat tahun pemerintah menambah ruang lingkup kerjanya. Diantara penambahan tugasnya adalah pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sampai saat ini Perusahaan Pengelola Aset masih terus bekerja maksimal. Kinerjanya sangat membantu pemerintah dalam mengawasi aset negara. Dengan adanya ini maka semua barang yang ada akan terdeteksi.

Aset yang ada disebuah kantor atau instansi harus secara detail dijabarkan dan dijelaskan. Meski hal kecil yang sekiranya dianggap kurang penting namun terkadang hal itu akan menjadi sangat penting.

Seperti halnya sebuah perusahaan atau instansi, beberap kali Perusahaan Pengelola Aset juga mengalami pergantian pemimpin. Hal ini bukan hal yang baru. Seperti beberapa waktu lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara mengangkat Didik Permadi Yoffana sebagai Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Negara.

Pergantian pimpinan tersebut dillakukan agar kinerja semakin bagus. Mengingat aset sangat penting dalam sebuah perusahaan maupun instansi. Tugas utama Perusahaan Pengelola Aset adalah restrukturisasi dan revitalisasi terhadap sekitar 11 perusahaan yang berada dibawah binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembinaan ini dilakukan karena sebelumnya ada yang mengalami kerugian. Dengan pembinaan ini diharapkan dapat memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi. Harapan selanjutnya tentu kerugian tidak terjadi kembali.

Seiring berjalannya waktu, 11 perusahaan yang telah dibina tersebut menunjukkan nilai positif dalam perbaikan. Hal ini tentu membuat lega pembimbingnya. Dengan demikian pembinaan yang selama ini dilakukan menunjukkan hasilnya.

Harapan pemerintah tentu adalah menjadi lebih baik. Jika semua lebih baik dampak positif bagi negara juga dirasakan. Aset negara dapat terpantau dan terawat dengan jelas. Jika ada aset negara yang mengalami kerusakan atau membutuhkan perbaikan segera dapat dilakukan tindakan. []

Asuransi

Berkat Inovasi dan Transformasi yang Berpilar pada Core Value AKHLAK, Mengantar Jasa Raharja Raih Kinerja Positif di Semester I/2021

Published

on

Kinerja Positif

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) berhasil mencetak kinerja positif pada semester I/2021. Jasa Raharja pada kondisi pandemi mengalami peningkatan kecepatan penyerahan santunan meninggal, korban kecelakaan yang santunannya dibayar langsung kepada rumah sakit atau melalui metode penjaminan santunan.

Capaian kinerja pelayanan Jasa Raharja dapat diraih melalui strategi transformasi proses bisnis yang dijalankan. Sinergi sistem pelayanannya adalah data kecelakaan dengan Korlantas Polri melalui IRSMS,KTP, data Pasien dan penjaminan dengan RS, data kepesertaan dengan SJSN dan cash management sistem dengan perbankan.

Kinerja Positif

Jasa Raharja menerapkan program MOL-AE (Mudik Online Aman Enak) yang bertujuan agar masyarakat dapat tetap bersilaturahmi secara virtual yang diikuti oleh 5 ribu orang dan sistem aplikasi SIVERA untuk bersinergi dengan pihak ketiga dalam pengendalian biaya rawat korban sehingga dapat melakukan verifikasi secara online dan memonitor biaya rawatan pasien day to day sampai selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan A Purwantono, dengan transformasi digital tersebut, maka sistem tata kelola perusahaan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan mudah serta dapat berkontribusi dengan memberikan dividen kepada Negara.

Berkat inovasi dan transformasi proses bisnis ini berdampak kepada kinerja keuangan Jasa Raharja yang baik. Hal tersebut di dorong oleh semangat insan Jasa Raharja dengan berlandaskan core values AKHLAK.

Kinerja Positif

BERIKUT CAPAIAN KINERJA POSITIF JASA RAHARJA SAMPAI DENGAN SEMESTER I/2021

KINERJA KEUANGAN:

Aset: Rp15,14 Triliun (Naik 3,56%)

Ekuitas: Rp12,04 Triliun (Naik 6,29%)

Pendapatan: Rp2,91 Triliun (Naik 16,40%)

Laba: Rp887,84 Miliar (Naik 77,14%)

Biaya Usaha: Rp1,90 Triliun (Turun 2,24%)

RBC: 672,84% (Naik 13,86%)

KINERJA PELAYANAN:

1. Total Penyerahan Santunan
Rp1,16 Triliun (Naik 3,6%)

2. Kecepatan Penyerahan Santunan MD
1 Hari 10 Jam (Lebih Cepat 1 Hari 14 Jam dari target 3 hari)

3. Pemenuhan Santunan Meninggal Dunia Sesuai Target Kecepatan
96,82% (Naik 6,82% dari target 90%)

4. Presentase Pembayaran Santunan Melalui Jaminan ke Rumah Sakit
89,46% (Naik 1,96% dari target 87,5%)

Continue Reading

Perbankan

Bank bjb Dukung Program Beli Bali yang Diinisiasi Pemprov Jabar dan Bali untuk Bangkitkan UMKM

Published

on

Program Beli

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Bali hari ini meluncurkan program Beli Bali, sebuah kolaborasi dua pemerintah daerah untuk saling memajukan UMKM dan ekonomi kreatif, dengan memasarkan produk-produk unggulan dua sektor tersebut melalui aplikasi borondong.id.

Selama ini, Jabar dan Bali telah saling memasarkan produk UMKM unggulan dan produk kreatif masing-masing antar kedua provinsi.

Program Beli Bali merupakan respon pemerintah Provinsi Jabar atas undangan yang disampaikan oleh BEDO, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di sektor pengembangan bisnis dan ekspor. Hal itu dicetuskan sebagai tindakan kongkret setelah pembicaraan panjang lebar antara Pemprov Jabar dengan Bali terkait kondisi pelaku UMKM yang mengalami penurunan usaha di masa pandemi Covid 19.

Pemprov Jabar kemudian menginisiasi gerakan membeli produk-produk UMKM melalui aplikasi Borondong.id yaitu gerakan masal pembelian produk UMKM oleh seluruh ASN Jabar.

borongdong.id memfokuskan penjualan produk yang sulit terjual dengan cepat. Targetnya adalah mencapai penjualan 50.000 produk UMKM Jabar dalam waktu tiga bulan sejak diluncurkan pada Februari 2021. Untuk mencapai target tersebut, borongdong.id mendapatkan dukungan penuh dari bank bjb.

Dukungan yang diberikan bank bjb antara lain menyediakan layanan transaksi pembayaran via bank bjb. bank bjb pun memfasilitasi pembayaran di borongdong.id yang dapat dilakukan dengan pemindaian Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain itu, terdapat pula fasilitas subsidi ongkir bagi UMKM yang bertransaksi menggunakan bjb Digi saat bertransaki di borongdong.id.

bank bjb juga aktif mendorong mitra UMKM binaannya untuk ikut serta memasarkan produk di borongdong.id. Dari 256 mitra UMKM borongdong.id yang telah terdaftar per Februari 2021, 120-an di antaranya merupakan binaan bank bjb, terdiri dari produsen fesyen, kuliner, kerajinan, kecantikan, dan lain-lain. UMKM binaan bank bjb yang telah menjadi mitra borongdong.id ini merupakan hasil kurasi dan seleksi.

Untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM, bank bjb secara konsisten melakukan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi kepada mitranya seperti memberikan pelatihan tentang packaging produk, foto produk yang menarik, dan hal lainnya sehingga produk dari UMKM binaan layak ditampilkan di marketplace.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sangat menyambut baik program Beli Bali ini. Ia percaya, perbaikan ekonomi melalui pemulihan sektor UMKM akan menghasilkan multiplier effect pada sektor perekonomian lainnya.

“Program Beli Bali ini sebagai bentuk solidaritas dan kolaborasi antara Pemprov Jabar dengan Bali yang peduli pada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di masa pandemi,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Program Beli Bali ini juga merupakan upaya saling menolong di antara dua provinsi, untuk sama-sama memulihkan kondisi perekonomian yang sempat lumpuh karena pandemi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyambut baik program Beli Bali ini. Menurutnya, kolaborasi dua provinsi dalam memajukan UMKM dan sektor ekonomi kreatif ini dapat menjadi contoh dalam memperkuat perekonomian nasional di masing-masing wilayah yang terdampak oleh pandemi.

“Kami menyambut baik kerja ssama ini dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, serta kepada BEDO yang telah menginisiasi kerja sama ini sejak dari awal,” ungkap Cok Ace, sapaan akrabnya.

Kedua provinsi sepakat lebih memperluas dan mempromosikan program Beli Bali kepada seluruh warga, khususnya pelaku UMKM. Selain itu akan diupayakan program pendanaan untuk menjamin pemasaran produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif Bali.

Kontribusi bank bjb terbaru dalam program Beli Bali diwujudkan pada saat peluncuran brand bjb Prioritas di Nusa Dua pada 17 September 2021. Acara dilangsungkan secara hybrid diikuti 33 nasabah yang hadir secara offline dan 300 nasabah undangan online.

Dalam acara tersebut dilaksanakan kegiatan lelang barang produk-produk UMKM Bali sebagai bentuk dukungan bank bjb atas sinergitas Pemprov Jabar Bali.

Acara lelang dipandu oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Pada saat lelang berlangsung, salah satu barang UMKM yang harga pasarnya bernilai Rp5 juta melalui lelang tersebut harganya naik hingga Rp100 juta setelah terjual ke salah satu peserta yang merupakan nasabah prioritas bank bjb

Di tempat terpisah Direktur Umum bank bjb, Yuddy Renaldi, menegaskan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Sebagai motor penggerak, UMKM berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 90% lapangan pekerjaan di tingkat nasional.

“Peran UMKM dalam menggerakkan roda perekonomian sangatlah signifikan dan tidak mungkin tergantikan. bank bjb sebagai agen penggerak ekonomi sekaligus mitra setia pemerintah dan dunia usaha mendukung penuh setiap langkah UMKM dalam melebarkan sayap usahanya. Keberhasilan UMKM dalam mengembangkan usaha akan berdampak sangat positif bagi peningkatan kapasitas ekonomi dan pengembangan perekonomian daerah,” kata Yuddy.

Perkembangan berondong.id

Sejak diluncurkan pada Februari 2021, berondong.id telah menjaring ratusan mitra UMKM dan ribuan ASN. Berikut data selengkapnya

ASN
Pendaftar : 4262, ASN terverifikasi 2024, non ASN/belum terverifikasi 2238
Item terjual : 4857

Mitra
Pendaftar : 1260 Mitra
Diterima : 203 Mitra
Ditolak Kelengkapan Data : 669 Mitra
Ditolak Produknya : 292 Mitra
On Progress Kurasi : 188 Mitra (**produk belum terkurasi dan belum upload produk). []

Continue Reading

Perbankan

Kredit Menganggur di Bank BUMN Masih Tinggi

Published

on

Kredit menganggur

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kredit menganggur dari beberapa Bank BUMN masih mengalami peningkatan di masa pandemi covid-19.

Dari data OJK, total kredit menganggur hingga Juli tahun ini meningkat 1,54 persen secara tahunan (yoy) dari Rp1.654 triliun.

Peningkatan jumlah kredit mengangggur ini menunjukkan bahwa aktivitas usaha dan perekonomian para debitur masih bergerak lambat.

Dimana pada bulan Juni lalu, jumlahnya juga sempat turun sebesar 0,17 persen secara tahunan ke level Rp1,607,95 triliun.

Salah satu bank BUMN yang mencatat kredit menganggur yait PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan jumlah mencapai Rp53 triliun per bulang Agustus lalu.

Jumlah undisbursed loan bank ini sebesar 9,4 persen dari total kredit yang disalurkan BNI, dan jumlah itu naik 10,1 persen dari periode yang sama tahun 2020.

Novita Widya Anggraini selaku Direktur Keuangan BNI mengatakan, ada beberapa sektor yang belum maksimal dalam penarikan fasilitas kredit.

Tiga sektor yang paling tinggi yaitu listrik, gas dan air, sektor manufaktur dan perdagangan.

“Tiga sektor ini memang penarikannya sesuai kebutuhan, sehingga porsi kredit menganggur atau undisbursed loannya relatif besar. Ini juga dampak kondisi pandemi yang masih terus terjadi,” kata Novita, Jumat (19/9/2021).

Meski begitu, pihak perseroan memperkirakan, jumlah kredit menganggur ini akan menurun seiring dengan membaiknya perekonomian di semester II tahun ini.

Novita menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di triwulan II tahun ini mencapai 7,07 persen, setelah sebelumnya sempat terkontraksi sebesar -0,74 persen di kuartal I.

Ia optimis, pencairan kredit akan dipicu oleh kondisi ekonomi yang semakin membaik dan BNI akan terus mengoptimalkan penyaluran kredit bagi pelaku usaha.

Meski begitu, BNI tidak sembarangan menyalurkan kredit, dan tetap disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan dan proyeksi keuangan debitur.

“Ini akan terus kita optimalkan untuk mendukung pencapaian kinerja dan membantu menjalankan program pemulihan ekonomi,” lanjut Novita.

Kredit Menganggur BRI

Sementara, di Bank BUMN lainnya, yaitu BRI sempat mencatatkan penurunan kredit menganggur dibanding tahun lalu.

Dimana pada Juni, total kredit menganggur di bank ini mencapai Rp97 triliun, sementara di akhir tahun 2020, tercatat sebesar Rp123,6 triliun.

Aestika Oryza, Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, penurunan yang terjadi per Juni menunjukkan bahwa sepanjang semester I kegiatan ekonomi warga mulai pulih.

Maka pada Kuarta III tahun ini, penyaluran kredit berpotensi meningkat, meski angkanya diperkirakan tidak terlalu signifikan. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!