Peruri Peroleh Laba Bersih Mencapai Rp167 Miliar

oleh
Peruri

Peruri atau Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia telah berhasil mencatatkan kinerja konsolidasian yang membahagiakan. Pasalnya sampai dengan pertengahan tahun 2019 ini, perusahaan sudah memperoleh laba bersih sebanyak Rp167 miliar.

Sedangkan untuk pendapatan usaha Peruri tercatat mencapai Rp1,68 triliun, atau berarti naik hingga 94,21 persen. Pada laba usaha naik 1.246 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,7 miliar, menjadi sebanyak Rp251,7 miliar. Apabila dibandingkan dengan target RKAP semester I 2019, perusahaan telah tercapai 156 persen.

Sementara EBITDA atau Earnings Before Interest Taxes, Depreciation and Amortization mencapai Rp433,6 miliar. Atau berarti naik hingga 173,16 persen dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp158,8 persen.

Total jumlah aset naik 14,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak Rp4,74 triliun. Menjadi sebesar Rp5,41 triliun, apabila dibandingkan dengan target RKAP semester I 2019 telah tercapai 102,7 persen.

Peruri Torehkan Pertumbuhan Kinerja Yang Signifikan

Dwina Septiani Wijaya selaku Direktur Utama Peruri menjelaskan bahwa, pertumbuhan year on year pada periode 2018-2019 sangat signifikan. Sebab pada tahun 2018, penugasan pencetakan uang dari Bank Indonesia menurun hingga 36,71 persen dari tahun sebelumnya.

Penurunan semata-mata merupakan kebijakan Bank Indonesia dan Peruri hanya bertugas melaksanakan pencetakan uang tersebut. Di tahun 2019, penugasan pencetakan uang rupiah naik hingga 64,86 persen, sehingga kinerja di semester I kembali melonjak. Perlu dipahami bahwa kontribusi pendapatan pencetakan uang rupiah terhadap perusahaan rata-rata mencapai 60 hingga 70 persen.

Pendapatan Peruri di semester I 2019 ini dikontribusi oleh produksi pencetakan uang kertas rupiah. Atau NKRI sebanyak 5,23 miliar bilyet, atau naik 115,93 persen. Produksi uang logam rupiah/NKRI sebanyak 370 juta keping, naik 6,10 persen.

Sedangkan untuk paspor RI masih belum ada produksi, yang turun 100 persen dibandingkan periode tahun lalu yang mencapai hingga 780.000 buku. Dan untuk produksi pita cukai sebanyak 97,7 juta lembar, naik 13,69 persen. Sementara produksi materai turun 45,95 persen dari 185 juta keping pada tahun lalu, menjadi hanya sebesar 100 juta keping.

Di akhir tahun 2019 ini diprediksi pendapatan laba bersih konsolidasian, mencapai 103,41 persen dari target RKAP semester I. Dari sebelumnya yang hanya mencapai Rp301,85 miliar, menjadi sebesar 312,16 miliar. Pencapaian itu disebabkan adanya program efisiensi Peruri yang tengah berjalan, serta proyeksi gain absorption dari PT Sicpa Peruri Securink (SPS). []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *