Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Perumahan untuk Milenial, Erick Thohir: “BUMN Siap Berkolaborasi”

Published

on

Perumahan untuk milenial

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perumahan untuk milenial dengan harga terjangkau kini menjadi salah satu fokus dari Kementerian BUMN.

Pasalnya, sampai saat ini masih banyak warga berpenghasilan rendah, terutama kaum milenial yang belum memiliki hunian tetap.

Maka penyediaan perumahan untuk milenial harus diupayakan dengan menjalin kolaborasi antar sesama perusahaan pelat merah.

Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebutkan pentingnya membangun perumahan untuk milenial.

Sebab, kaum muda akan jadi penopang ekonomi negara, karena sesuai potensi bonus demografi Indonesia yang didominasi oleh generasi muda hingga beberapa tahun ke depan.

Namun sayangnya banyak di antaranya yang belum punya rumah, bahkan menurut Erick Thohir 31 persen milenial di Indonesia belum punya tempat tinggal.

“Menurut data memang ada 31 persen, padahal generasi milenial ini yang akan menjadi salah satu penopang ekonomi negara,” kata Erick, Senin (4/4/2022).

Untuk itu, Erick Thohir menyampaikan satu solusi dalam penyediaan perumahan bagi milenial yang mudah diakses dari pusat kota dengan transportasi public dan harganya juga terjangkau.

“Kementerian BUMN berinisiatif untuk membantu menyediakan perumahan agar terwujud pemerataan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Lantas apa program yang dilakukan Kementerian BUMN? Erick menyebut perusahaan pelat merah akan bergotong royong untuk menyiapkan perumahan untuk milenial dan Generasi Z.

Ia mendorong kerjasama antara Bank BTN, Perumnas, Telkom, KAI, PLN dan berbagai BUMN Karya lainnya membuat satu kemudahan untuk akses perumahan dan transportasi yang terintegrasi.

Sehingga nantinya yang tersedia tidak hanya perumahan bagi generasi muda, tapi juga akses transportasi yang mudah untuk melakukan perjalanan menuju lokasi kerja.

Erick pun memastikan pihaknya akan hadir untuk menyiapkan dukungan bagi generasi muda agar memiliki rumah tinggal yang layak.

Dengan kerjasama beberapa perusahaan ini, Erick optimis akan dapat membatu generasi muda dan masyarakat berpenghasilan rendah agar memilik hunian tetap dengan biaya yang terjangkau.

Seperti diketahui, masalah kekurangan rumah atau backlog memang masih sangat tinggi, yang terjadi karena tingkat ekonomi warga yang rendah, sementara harga rumah terus meningkat.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, kekurangan rumah saat ini mencapai 11 juta dan backlog keterhunian mencapai 7,6 juta.

Dengan rincian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)ejumlah 33 persen, dari masyarakat miskin sejumlah 60 persen, dan seluruhnya didominasi oleh segmen MBR informal. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Wijaya Karya Hingga Mei 2022 Capai Rp12 Triliun

Published

on

Kontrak Wijaya Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak Wijaya Karya sepanjang tahun 2022 ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Hingga bulan Mei lalu, total kontrak Wijaya Karya yang berhasil dibukukan oleh pihak perseroan mencapai Rp12,4 triliun.

Berbagai proyek yang masuk dalam proyek Wijaya Karya sejak Januari hingga Mei didominasi pengerjaan infrastruktur dan gedung.

Adapun rincian Nilai Kontrak Baru (NKB) yang dihimpun terdiri dari proyek infrastruktur dan gedung (Rp7,8 triliun), proyek penunjang konstruksi (Rp2,3 triliun) dan proyek Engineering, Procurement, Construction and Commisioning atau EPCC (Rp1,9 triliun).

“Nilai kontrak Wijaya Karya sepanjang tahun ini juga didukung dari bisnis properti. Jadi setelah ditotal dari seluruh sektor mencapai Rp12,4,” ungkap Corporate Secretary PT Wijaya Karya, Mahendra Wijaya, Senin (13/6/2022).

Dengan capaian positif tersebut, Emiten BUMN konstruksi ini tetap punya peluang meraih target kontrak baru sebesar Rp42,57 triliun hingga akhir tahun 2022.

Dalam target NKB tersebut, pihak perseroan menargetkan 67 persen proyek didapat oleh induk perusahaan dan 33 persen lagi dari entitas anak.

Menurut Mahendra Wijaya, nilai kontrak Wijaya Karya saat ini telah mencapai hampir 30 persen dari target.

“Untuk realisasi nilai kontrak baru hingga bulan Mei pertumbuhannya sudah mencapai 52 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar Rp8,13 triliun,” ungkapnya.

Maka dari itu, Mehendra yakin tahun 2022 akan menjadi momentum peningkatan kinerja WIKA setelah pulihnya ekonomi masyarakat pasca pandemi.

Ia menilai, peningkatan nilai kotrak baru WIKA juga tidak terlepas dari kelancaran program vaksinasi dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang terus dipercepat.

Maka di sisa waktu enam bulan berikutnya, BUMN Karya ini akan terus melakukan ekspansi untuk meraih berbagai proyek baru.

Mahendra mengatakan, pihaknya masih tetap menyasar sejumlah proyek besar yang akan ditenderkan oleh pemerintah maupun dari sesama perusahaan pelat merah.

Untuk diketahui, WIKA saat ini juga tengah mengerjakan berbagai proyek besar, salah satunya revitalisasi Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Dalam pengerjaannya, WIKA kerjasama dengan PT PP untuk mengerjakan landasan pacu, landasan hubung dan peningkatan kapasitas parkir atau apron pesawat. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Proyek Waskita Karya Terbaru, Menang Tender Infrastruktur di Afrika

Published

on

Proyek Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek Waskita Karya terus dikembangkan hingga memenangi tender pengerjaan infrastruktur di luar negeri.

Di tahun ini, proyek Waskita Karya yang terbaru adalah pengerjaan jalan raya sepanjang seribu Kilometer di Sudan Selatan, Afrika.

Nilai kontrak proyek Waskita Karya ini diperkirakan mencapai Rp25 Triliun dan ditarget mulai digarap pada bulan Juni mendatang.

Direktur Operasi III Waskita Karya, Gunadi mengatakan capaian ini adalah hasil dari upaya perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya hingga mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Gunadi, masuknya Waskita Karya ke benua Afrika untuk mengurangi dominasi China dalam pengerjaan proyek di wilayah tersebut.

“Jika proyek ini sudah resmi berjalan, itu menjadi bukti bahwa Waskita terus berupaya meningkatkan perannya di kancah internasional. Untuk pembangunan jalan sepanjang seribu Km ini nilainya mencapai Rp21 triliun hingga Rp25 triliun,” jelas Gunadi di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Untuk memulai pengerjaan jalan di Sudan Selatan, perwakilan negara tersebut akan datang ke Indonesia di akhir bulan ini untuk tahap finalisasi proyek.

Adapun pendanaan proyek jalan ini berasal dari Pemerintah Sudan Selatan yang didapat dari penjualan minyak mentah kepada PT Pertamina (Persero).

“Dana transaksi penjualan minyak itu memang untuk proyek jalan yang kemudian disimpan ke escrow account yang dibayarkan ke Waskita. Jadi kita dapatnya dari Pertamina, bulan ini akan dirampungkan skemanya agar bulan Juni bisa dimulai,” jelasnya.

Dengan masuknya BUMN Karya ini dalam penggarapan proyek di luar negeri menambah daftar keberhasilan WSKT bersaing di kancahfea internasional.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa hasil karya yang dihasilkan BUMN Indonesia punya kualitas yang tak perlu diragukan lagi.

Sebelumnya, emiten berkode WSKT ini sudah mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur di Timur Tengah sejak tahun 2006 lalu, di antara lain pembangunan jalan di Bandara Jeddah dan Masjidil Haram di Arab Saudi.

Waskita juga mulai menggarap proyek jalan di Timor Leste di tahun ini dengan nilai proyek mencapai Rp500 miliar.

Sementara untuk proyek Waskita Karya di dalam negeri, selain fokus mengerjakan jalan tol, juga saat ini sedang menggarap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Mega proyek IKN akan dikerjakan secara gotong royong bersama BUMN karya lainnya dan juga perusahaan swasta yang kompeten. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Utang BUMN Karya Menumpuk, Begini Penjelasan Erick Thohir!

Published

on

Utang BUMN Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta –  Utang BUMN Karya yang saat ini masih menumpuk hingga triliunan Rupiah seringkali dianggap sebagai hal negatif dari kinerja BUMN.

Utang BUMN Karya yang terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya dan PT PP saat ini memang jumlahnya sangat besar karena mencapai ratusan triliun.

Lantas apa tanggapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait besarnya nominal utang BUMN Karya?

Erick mengatakan, utang BUMN karya yang saat ini mencapai Rp218,61 triliun tidak terlepas dari banyaknya pengerjaan infrastruktur yang sedang digarap.

Dalam proses pembangunan tentu membutuhkan dana yang sangat besar, dan hasil pembangunan infrastruktur itu tentu tidak bisa langsung menghasilkan cuan buat bayar utang.

Salah satu proyek strategis nasional yang paling banyak digarap BUMN Karya adalah jalan tol yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Meski belum bisa balik modal, menurut Erick hasil pembangunan tol ini sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Seperti pada masa angkutan Lebaran (arus mudik dan balik) beberapa pekan lalu yang sudah semakin lancar berkat adanya jalan tol.

“Jadi untuk tahun pertama dan kedua, pemasukan uangnya memang belum baik. Tapi menfaatnya sudah terbukti, seperti kemarin bareng semuanya naik mobil karena pada saat Covid pada nggak bisa terbang,” kata Erick saat pembekalan Rekrutmen Bersama BUMN 2022 di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

Terkait utang tersebut, Erick mengakui ada pemikiran-pemikiran yang memang tidak setuju dengan pembangunan infrastruktur yang sedang digarap secara besar-besaran.

Namun untuk jangka panjang, ia memastikan pembangunan ini akan memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi kemajuan negara.

“Maka yang perlu dicatata bahwa infrastruktur ini baru akan memberikan kontribusi untuk pendapatan BUMN setelah beberapa tahun, karena ini targetnya memang untuk jangka panjang,” tandasnya.

CAPAI Rp218,61 TRILIUN

Untuk diketahui, pada tahun 2021 lalu tercatat besaran utang dari keempat BUMN Karya sudah mencapai Rp218,61 triliun dengan rincian 144,99 triliun di antaranya merupakan utang jangka pendek.

Dalam pembekalan ini, mantan Presiden Klub Inter Milan itu juga mengingatkan kepada para peserta seleksi BUMN bahwa ada risiko menjadi pegawai BUMN.

Pasalnya pegawai BUMN harus siap diperiksa penegak hukum dan saat ini sudah banyak petinggi di BUMN yang terjerat kasus korupsi dan menjadi tersangka.

Untuk itu, Erick mengingatkan agar para jajarannya termasuk calon pegawai BUMN agar nantinya bisa menjalankan usaha secara transparan dan tercatat.

Jangan sampai ada unsur koruptif yang dibawa saat lolos jadi pegawai BUMN sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!