Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Perum PPD Luncurkan Trayek JA & JR Connexion Dari Summarecon Serpong

MediaBUMN

Published

on

Perum PPD

Perum PPD kembali melakukan pengembangan bisnisnya melalui pembukaan trayek-trayek baru. Setelah sukses dengan trayek sebelumnya, Perum PPD baru-baru ini meluncurkan trayek baru layanan Bus Jabodetabek Airport Connexion atau yang dikenal dengan sebutan JA Connexion dan Bus Jabodetabek Residence Connexion atau JR Connexion dari Scientia Square Park Summarecon Serpong, Tangerang (12/6).

Adapun peresmian rute tersebut dilakukan secara flag off yang dilakukan oleh Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa serta Kepala BPTJ Bambang Prihartono bersama Bupati Tangerang Ahmad Zaky Iskandar beserta jajarannya.

Kepada awak media, Putu Pande Yasa menerangkan jika pihaknya senantiasa terus memberikan dan meningkatkan layanan kepada masyarakat. Dengan adanya rute ini, imbuhnya, diharapkan akan semakin meningkatkan animo masyarakat menggunakan transportasi Bus.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk saat ini Perum PPD memberlakukan tarif selama sebulan ke depan. Adapun untuk layanan Bus JA Connexion menuju Bandara Soekarno-Hatta adalah sebesar Rp15 ribu per orang. Sementara untuk layanan Bus JR Connexion menuju Lebak Bulus Jakarta Selatan adalah sebesar Rp10 ribu per orang.

“Bus tersebut akan melakukan pemberangkatan setiap 30 menit. Untuk tahap awal kami siapkan 10 unit bus dengan kelas premium,” ujar Putu.

Untuk rute yang dilalui bus JA Connexion dan JR Connexion dari Scientia Square Park Summarecon Serpong akan melintasi beberapa halte antara lain untuk rute Ja Connexion yaitu Halte Scientia Square Park, Halte Summarecon Mall Serpong, Terminal 1,2,3 Bandara Soetta. Sementara untuk rute JR Connexion adalah Halte Scientia Square Park, Summarecon Mall Serpong, Halte Summarecon Serpong dan Halte MRT Lebak Bulus.

“Tarif promo untuk layanan JA Connexion adalah Rp10 ribu dan layanan JR Connexion Rp10 ribu,” tambah Putu.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Ahmad Zaky sangat berharap dengan kehadiran Perum PPD yang melayani rute langsung dari pemukiman di Sumarecon Serpong dapat semakin meningkatkan pelayanan untuk masyarakat.

“Kami juga berharap dengan adanya layanan JA Connexion dan JR Conexion juga dapat mengurangi beban jalan khususnya kemacetan,” tutupnya. []

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Sekarat Bakal dilepas ke Swasta?

Alfian Setya Saputra

Published

on

BUMN sekarat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ramai menjadi perbincangan soal BUMN sekarat yang terus menggerogoti uang negara menjadi salah satu tugas berat bagi Kementerian BUMN.

Adapun Kementerian yang digawangi Erick Thohir tersebut telah memiliki solusi menangani persoalan BUMN sekarat tersebut. Salah satu opsinya adalah melepas perusahaan pelat merah berkategori dead-weight alias sekarat itu ke pihak swasta.

Dimana opsi tersebut menjadi opsi kedua setelah sebelumnya Kementerian BUMN menyebut BUMN sekarat akan dilakukan likuidasi (tutup) atau digabung (merger). Menurut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menuturkan, semua opsi yang ada untuk persoalan BUMN sekarat tersebut masih dalam kajian.

“Berbagai opsi yang ada masih terus dikaji kemnudian masih terus dikonsolidasikan jadi satu, bisa didivestasikan kalau sudah mungkin lebih cocok dijalankan oleh pihak lain di luar BUMN, atau bisa diholdingkan jadi anak perusahaan yang lain. Pengkajian tersebut yang masih terus dilakukan,” ujar mantan bos PT Inalum tersebut (25/2).

Menurutnya hal terpenting yaitu adanya langkah konkret yang akan dilakukan kepada perusahaan pelat merah berstatus sekarat tersebut.

“Struktur bisnisnya yang terpenting harus jelas dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa untuk dapat mengeksekusi BUMN sekarat tersebut, Kementerian BUMN tengah menunggu adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang berisi pengalihan kewenangan divestasi, merger, dan lainnya kepada Kementerian BUMN.

“Pak Erick tengah memprosesnya agar nantinya kewenangan dalam melakukan divestasi serta merger bisa dilakukan oleh pak Erick sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” tutup Budi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

130 Bos BUMN Belum Setor Rencana Bisnis ke Erick Thohir?

MediaBUMN

Published

on

rencana bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – sebanyak 130 pimpinan di perusahaan pelat merah dinilai masih banyak yang belum menyetorkan rencana bisnis 5 tahun ke depan. Artinya dari sejumlah 140 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada baru 10 yang sudah melapor soal rencana kerja perusahaaan.

Kepada media, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan baru ada beberapa perusahaan yang melaporkan rencana bisnis yang berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Masa minta rencana bisnis (bisnis plan) saja tidak bisa? Yang rajin itu dari BUMN perbankan, PLN bahkan Pertamina juga sudah setor,” ujar Erick.

Adapun rencana bisnis perusahaan merupakan dokumen berkala yang menjadi pedoman terkait rencana manajemen untuk menjalankan bisnis pada periode tertentu. Rencana bisnis disediakan oleh kepala perusahaan sebagai penjabaran strategi dalam mencapai tujuan.Selain itu, rencana bisnis juga dibuat dengan tujuan untuk menggaet investasi dari pihak luar.

Dalam kesempatan tersebut, bos Mahaka Media ini juga menyebut akan meleburkan perusahaan pelat merah yang kinerjanya terus merugi dalam satu subholding. Untuk memudahkan kerja sang Menteri, rencananya Kementerian BUMN akan membentuk sebanyak 15 subholding, dimana masing-masing Wakil Menteri BUMN akan bertanggung jawab memegang sekitar 7 subholding.

“Nantinya kami ingin setiap wakil menteri memegang setidaknya ada 7 subholding atau lebih. Tapi belum final, masih dalam pemetaan,” tambah Erick.

Adapun sebelumnya, Menteri Erick telah menyampaikan rencana merger BUMN lainnya yang terus merugi antara lain PT PANN Multi Finance (Persero). []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

5 Anak Usaha Garuda Indonesia Bakal Dibubarkan Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Anak usaha Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Anak usaha Garuda Indonesia akan segera dibubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran banyka merugikan. Aksi bersih-bersih BUMN terus dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir.

Setelah mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia sebelumnya (Ari Askhara) lantaran penggelapan Motor Harley Davidson, bos Mahaka Grup ini kemudian berencana menutup 5 anak Usaha garuda Indonesia.

Sebelumnya Erick telah menyinggung banyakanya perusahaan BUMN yang membuat anak perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit. Garuda Indonesia adalah salah satunya. Maskapai pelat merah ini tercatat memiliki 7 anak perusahaan salah satu yang mengundang perhatian dan gelak tawa adalah nama anak usaha di bidang logistik yang bernama PT Garuda Tauberes Indonesia.

PT Garuda Tauberes Indonesia tercatat sebagai salah satu anak usaha yang akan ditutup sang Menteri. Erick mengaku tengah meminta restu dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Saya sedang usul ke Pak Jokowi dan Bu Menkeu untuk mandate tambahan agar kami bisa melakukan merger dan likuidasi. Ada beberapa perusahaan sebagai contoh di Garuda ada 5 anak usaha yang sudah siap dilikuidasi,” papar Erick kepada MEDIABUMN usai rapat di Gedung DPR RI (20/2).

Lebih lanjut Erick mengaku telah mendapatkan persetujuan dari petinggi emiten perusahaan berkode saham GIAA tersebut agar menutup 5 dari 7 anak usaha yang ada.

“Penutupan tersebut lantaran 5 perusahaan itu tidak menguntungkan. Karena pembahasan rapat komisaris dan direksi mengusulakan segera ditutup karena tidak bermanfaat bagi perusahaan induk,” terang Erick.

Meski kurangnya evaluasi atas pembentukan lima anak usaha ini di masa lalu, namun Erick Thohir tidak lantas menyalahkan pendahulunya (Menteri BUMN 2014-2019, Rini Soemarno)

“Bukan persoalan benar atau salah, bisa saja pada masa lalu direction dan kebijakannya belum optimal. Nah, sekarang sudah waktunya diperbaiki,” tutup Erick. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM