Perum PNRI Terbitkan Inovasi iShalat

oleh
Perum PNRI

Perum PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia) menggandeng ME Creative untuk membuat inovasi buku 3D yang berbasis Augmented Reality atau AR. Buku 3D ini akan fokus pada pengenalan ibadah wajib yakni shalat, mulai dari wudhu sampai pada rukun dan gerakan-gerakannya. Sasaran buku ini adalah kaum millennial.

Tak hanya itu, kerja sama ini bahkan turut mendapat dukungan dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI. Acara launching buku 3D yang diberi nama iShalat ini dilakukan di kantor pusat MUI, Jl. Proklamasi Jakarta Pusat.

Inovasi Sinergis Antara Perum PNRI dan MUI

Acara launching iShalat ini dihadiri oleh Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH. Masduki Baidlowi. Tak ketinggalan pula LPBKI MUI, Prof. Dr. H. Endang Soetari Ad, M. Si, serta Direktur Utama ME Creative, Hilmy Zulhelmy. Kegiatan tersebut berlangsung lancar di Aula Buya Hamka MUI.

Buku 3D iShalat sendiri adalah inovasi literasi yang ditujukan pada para millennial supaya lebih tertarik untuk membacanya. Seiring kemajuan teknologi yang begitu pesat, maka buku-buku digital dengan tema ibadah seperti ini memang harus digencarkan untuk mendorong anak muda mempelajarinya. Di dalam iShalat, akan diterangkan mulai dari cara mengambil wudhu, doa, gerakan-gerakan sampai bacaan shalat.

Direktur Utama Perum PNRI, Djakfarudin Junus juga memaparkan pendapatnya tentang buku 3D tersebut. Menurutnya, iShalat adalah produk yang sangat menarik yang berbasis digital, juga merupakan sebuah penemuan baru. Djakfarudin juga mengucapkan terima kasihnya, karena buku tersebut telah mendapat tashih dari MUI, melalui LPBKI.

Perum PNRI memang sengaja menggandeng ME Creative yang sudah dikenal baik kualitasnya dalam industri kreatif. Produk iShalat ini tidak hanya efektif untuk anak-anak saja, namun juga mudah dipelajari oleh semua umur. Hal tersebut membuat PNRI siap mensupport pencetakan dan pendistribusian iShalat ini ke seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut akan memanfaatkan cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pentashihan iShalat oleh LPBKI MUI ini diharapkan akan menjadi pembuka bagi inovasi sinergis antara Perum PNRI dan MUI. Utamanya, dalam mengusung misi dakwah dengan memanfaatkan teknologi di era digital ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *