Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Perum Perindo Ekspor Ikan ke Vietnam

MediaBUMN

Published

on

Perum Perindo

Perum Perindo (Perusahaan Umum Perikanan Indonesia) terus melakukan peningkatan ekspor ikan dalam rangka mendorong kinerja. Vietnam menjadi salah satu negara yang dibidik perusahaan pelat merah ini.

Perum Perindo mencatat nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$ 65,142. Adalah ikan berjenis kerapu yang dikirim menjadi 2 tahapan. Adapun tahap pertama sebanyak 8000 kg, kemudian tahap berikutnya 16 ton dengan kontainer 40 feet.

Menurut Direktur Operasional Perum Perindo, Farida Mokodompit, kegiatan perdagangan tersebut menjadi komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan ekspor.

“Ini juga bentuk dari dukungan kami terhadap Nelayan Indonesia dengan menjual hasil Perikanan Indonesia ke berbagai negara,” ujarnya.

Farida menegaskan jika ikan yang diekspor Perum perindo memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Artinya ikan-ikan yang ekspor telah memenuhi standard keamanan pangan yang efektif.

“ Kegiatan ekspor ikan juga merupakan upaya kontribusi perusahaan sebagai penyumbang Devisa dari sektor perikanan sejalan dengan program pemerintah,” pungkasnya.

Kegiatan ekspor dilakukan dari Kantor Cabang Brondong  melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Estimasi tiba di Ho chi min Vietnam diperkirakan pada 10 Oktober 2019.

Perum Perindo merupakan BUMN bidang Perikanan yang telah 29 tahun beroperasi dengan fokus 3 lini usaha diantaranya Kepelabuhan, Budidaya, Perdagangan.

Kinerja perusahaan juga terus mengalami peningkatan pendapatan hingga capaian angka 1 triliun di tahun 2018, dan sebagian besar ditopang dari perdagangan ikan hasil pembelian dari nelayan seluruh wilayah tanah air. []

Agrobisnis & Pangan

Sertifikat SMAP Diraih Pupuk Sriwidjaja

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Sertifikat SMAP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sertifikat SMAP atau Sistem Manajemen Anti Penyuapan resmi diraih PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dengan nomor SNI ISO 37001:2016.

Sertifikasi SMAP ini ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Nord Indonesia pada 15 Juli 2020 lalu.

Raihan sertifikat SMAP oleh PT Pusri ini menambah sertifikat dari dua anak usaha Pupuk Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu meraih prestasi serupa.

Wijaya Laksana selaku Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) mengatakan, pada 16 Juni lalu PT Pupuk Kaltim mendapat sertifikat SMAP dari British Standards Institution, kemudian PT Petrokimia Gresik pada 1 Juli dari PT Amerika Sistem Registrasi Internasional Indonesia.

“Saat ini Pupuk Indonesia juga sedang menjalankan proses sertifikasi serupa pada tiga anak perusahaan yang lain. Kami targetkan pada Agustus mendatang prosesnya sudah selesai. Ketiga perusahaan itu yakni PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Rekayasa Industri,” ujar Wijaya, Senin (27/7/2020)

Wijaya menegaskan, selaku induk usaha, PT Pupuk Indonesia secara aktif mengawal setiap tahapan proses sertifikasi di anak perusahaan, dan sejauh ini progresnya berjalan lancar.

Terlebih PT Pupuk Indonesia merupakan salah satu BUMN dengan komitmen terdepan dalam meraih sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Dimana Perseroan juga telah berhasil mendapatkan mendapatkan Sertifikat SMAP pada 28 Oktober 2019 dari Lembaga Sertifikasi ASRICERT Indonesia.

Raihan prestasi juga sesuai arahan dari Menteri BUMN dalam Surat Nomor S-17/S.MBU/02/2020 per tanggal 17 Februari 2020 untuk menekan tindakan korupsi di lingkungan BUMN.

“Kementerian BUMN terus mendorong seluruh perusahaan milik negara meningkatkan penerapan tata kelola, serta menjunjung budaya anti korupsi melalui sertifikasi. Jadi target sertifikasi anti penyuapan ini memang sejalan dengan arahan pemerintah,” ungkapnya.

Wijaya berharap, dengan perolehan sertifikat SMAP ini, akan meningkatkan kinerja Pupuk Indonesia Group untuk mencegah potensi-potensi korupsi yang dapat merugikan perusahaan.

Untuk menekan hal tersebut, perusahaan pelat merah ini terus berupaya mengembangkan bisnis dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

“Selain sertifikasi anti penyuapan, kami juga telah menerapkan sejumlah program yang terintegrasi, baik dalam hal pengelolaan risiko dan kepatuhan. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan aktivitas bisnis sesuai prinsip-prinsip GCG secara konsisten,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Pabrik Pakan Ikan dan Udang Pertama BUMN

EKO PRASETYO

Published

on

Pabrik pakan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pabrik pakan BUMN pertama senilai Rp165 miliar yang berlokasi di Sukamandi, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat resmi beroperasi, Jumat (24/7/2020).

Pabrik pakan milik Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) akan memproduksi pakan khusus ikan dan udang.

Dengan beroperasinya pabrik ini, menjadi pabrik pertama milik negara (BUMN), karena selama ini bisnis pakan ternak didominasi oleh perusahaan swasta.

Peresmian pabrik ini dikunjungi oleh Wakil Menteri I Kementerian BUMN Budi Gunadi Sadikin didampingi Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto, Kepala Pabrik Pakan Perum Perindo Agung Setiarto dan Direktur Operasional Raenhat Tiranto Hutabarat.

Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Toppbroto mengatakan pabrik pakan BUMN ini menggunakan mesin berteknologi terbaru dan bahan baku pakan yang bermutu.

“Maka kami siap memproduksi pakan ikan dan udang yang bersaing dengan produk lain. Kami targetkan bisa memproduksi 6.300 ton pakan per bulan,” ujar Fatah, usai peresmian pabrik melalui keterangan tertulisnya.

Adapun fasilitas produksi di pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektar yaitu palet mills kapasitas 6 MT/jam, ekstruder kapasitas 6 MT/jam, laboratorium mikroskop stereo dan berbagai fasilitas lainnya.

Sementara bahan baku pakan yang digunakan adalah bahan berkualitas mulai dari vitamin, mineral, tepung terigu, tepung ikan, tepung industri, gaplek, Squid liver powder, squid liver oil, minyak sawit, dan minyak ikan.

Adapun merek pakan yang diproduksi diberi nama Muara Udang untuk pakan udang dan Muara Ikan untuk pakan ikan.

Perusahaan pelat merah ini menargetkan kapasitas produksi bisa mencapai 72.000 ton per tahun, dengan masing-masing pakan ikan dan udang sebanyak 36.000 ton per tahun.
“Seluruh proses produksi dilakukan secara otomatis. Kami optimistis kedua merk pakan ini dapat bersaing di pasaran,” ujarnya.

Untuk pasar penjualan pakan ikan yakni ternak lele, ikan mas dan ikan patin/bandeng.

Sementara pemasaran pakan udang diutamakan dalam 3 wilayah yaitu di Jakarta 80 ton/bulan, Banten 489 ton/bulan dan Jawa Barat 1.019 ton/bulan.

Sinergi BUMN Bangun Pabrik Pakan

Pabrik pakan Perindo ini dibangun juga untuk membantu petambak dan petani ikan, karena pakan menguasai 80 persen dari biaya budidaya ikan maupun udang

Dalam produksi pakan ini, Perum Perindo menggandeng PT Sang Hyang Seri (Persero) untuk bahan baku jagung.

Untuk pembangunan konstruksi pabrik pakan, Perum Perindo menggandeng PT Hutama Karya (Persero).

Perum Perindo juga membangun sinergi dengan BUMN lain dalam mengoperasikan pabrik pakan.

“Potensi bisnis pakan ikan dan udang ini sangat besar jika, dilihat dari konsumsi pakan udang 350 ribu ton per tahun, dan pakan ikan 1,35 juta ton per tahun,” ujarnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Kantor Perwakilan PPI Resmi Dibuka di Singapura

EKO PRASETYO

Published

on

Kantor perwakilan PPI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kantor perwakilan PPI atau PT Perusahaan Perdagangan Indonesia PPI (Persero) resmi dibuka di negara Singapura. Peresmian kantor perwakilan PPI ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPI dengan Legacy Singapura Holdings PTE LTD, pada 23 Juli 2020.

Kedua perusahaan ini sepakat mendirikan Representative Office (RO) atau Kantor Perwakilan PPI di negara tersebut untuk perluasan penetrasi pasar ekspor dan ekspansi bisnis.

Direktur Utama PPI, Fasika Khaerul Zaman mengatakan, pihaknya kerja sama ini juga dilakukan untuk menjalin kerja sama dalam menciptakan sinergi sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki masing-masing perusahan.

Tentunya dengan tetap memperhatikan dan menjunjung tinggi prinsip kelayakan, saling menguntungkan, dan untuk kepentingan umum.

“Kantor cabang PPI di Singapura ini akan menjadi hub trading ke Jepang, Malaysia, dan Tiongkok, serta ke negara-negara Asia dan sekitarnya, terutama untuk produk pangan atau hortikultura,” ujar Fasika, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2020).

Melalui kerja sama ini, PPI akan terus memantau peluang ekspor untuk terus memasarkan produk dan komoditi yang punya nilai jual tinggi.

“Melalui MoU ini, kami akan berupaya menggenjot kembali peluang bisnis di masa new normal dan terus berekspansi ke negara-negara lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, cangkang sawit atau palm kernel shells dan berbagai jenis produk hortikultura akan menjadi komoditas utama yang akan dipasarkan dan produk-produk lainnya yang bernilai jual di Singapura.

MoU ini menjadi salah satu langkah pengembangan dan penetrasi PPI di luar negeri, setelah sebelumnya telah dibuka kantor cabang PPI (RO) di tiga negara yaitu Tiongkok, Mesir, dan Taiwan.

Selanjutnya PPI akan menambah RO di Dubai (Uni Emirat Arab) untuk terus mempertahankan eksistensi dan memperluas pasar internasional.

Untuk diketahui, saat ini PPI terus berupaya meningkatkan target ekspor dengan menggandeng para pelaku UMKM.

Upaya itu dilakukan dengan mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui saluran distribusi BUMNShop yang tersebar di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa.

Menurut Fasika, program program kemitraan dengan UMKM, petani, nelayan, ini merupakan bagian dari pola sumber suplai dalam percepatan ekspor PPI.

“Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta seluruh perusahaan pelat merah untuk mengalokasikan belanja modal untuk program dukungan UMKM. Program kemitraan dengan petani, nelayan, dan UMKM, adalah strategi PPI dalam menyerap produk UMKM, terutama untuk pasar ekspor,” katanya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!