Perum Jasa Tirta II Kerahkan Alat Berat Bersihkan Kali Bahagia

oleh
Perum Jasa Tirta II

Perum Jasa Tirta II melakukan pembersihan pada aliran Kali Bahagia atau disebut juga Kali Busa di Kabupaten Bekasi. Aliran air dari kali tersebut masuk ke dalam Daerah Aliran Sungai Jatiluhur yang melalui sungai Citarum. Kondisinya terbilang sangat memprihatinkan, sebab tertutup oleh ratusan ton sampah plastik.

Guna membersihkan Kali, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Perum Jasa Tirta II mengerahkan 300 petugas gabungan. Serta satu unit alat berat dan sebanyak 23 truk sampah supaya proses pembersihan dan pengangkutan sampah cepat diselesaikan. Sekitar 200 ton sampah akan dibersihkan secara berkala setiap hari.

Akan tetapi Kali yang terletak di Kecamatan Babelan itu sulit dibersihkan dengan efektif. Sebab akses alat berat terhalang oleh 204 bangunan liar di bantaran kali, bangunan liar itu sudah berdiri sejak awal tahun 2000. Di atas lahan yang dikelola oleh Kementerian PUPR atau Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan melalui Perum Jasa Tirta II.

Alat berat baru bisa memasuki daerah Kali setelah dilakukan pembongkaran pagar pembatas yang masih ada sedikit lahan kosong. Namun hanya bisa di titik itu saja, tidak dapat bergerak ke mana-mana sebab titik sekitarnya penuh dengan bangunan.

Dari bagian ujung Kali, sampah didorong ke aliran titik alat berat untuk kemudian diangkut ke dalam truk sampah. Lalu, dibawa ke TPA atau Tempat Pembuangan Akhir Burangkeng.

Di Kali Bahagia, bangunan liar dijadikan sebagai kontrakan, yang dimiliki oleh warga Kecamatan Bahagia. Secara tidak resmi berdiri hanya berbekal surat pemanfaatan lahan sementara yang diterbitkan oleh Otoritas Jatiluhur yang sekarang merupakan Perum Jasa Tirta II. Seharusnya tidak ada masalah, sebab penghuni maupun pemilik kontrakan sudah diberi informasi mengenai kemungkinan penggusuran.

Fembri Setiawan selaku General Manajer Wilayah I Perum Jasa Tirta II menuturkan bahwa, pihaknya sendiri mengakui adanya bangunan liar tersebut. Tetapi hingga hari ini bangunan masih tetap berdiri kokoh, bahkan terjadi perputaran uang dengan transaksi sewa-menyewa sebagai kontrakan.

Perum Jasa Tirta II telah mengirimkan surat teguran bagi para penggarap lahan di bantaran Kali Bahagia. Namun tidak memiliki kewenangan membongkar bangunan liar karena harus diinisiasi oleh pemda, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dengan melalui Satpol PP sebagai aparatnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *