Perum Bulog Terapkan Teknologi Cocoon Beras Awet Berbulan-bulan

oleh
Perum Bulog

Perum Bulog Subdivre Surakarta Jawa Tengah terapkan teknologi dengan sebutan “cocoon”. Yakni pengemasan dengan bahan serupa plastik yang akan melindungi beras sehingga kualitasnya tetap terjaga sampai waktu tertentu.

Tri Wahyudi selaku Direktur Operasional dan pelayanan publik turut menjelaskan. Jika Perum Bulog Subdivre Surakarta membuka pelindung (sungkup) terhadap beras sejumlah 180 ton tahun lalu. Serta terbukti jika penyimpanan dengan metode cocoon ini mampu pertahankan mutu beras.

Hebatnya lagi kualitas beras tetap sama seperti pada saat pertama kali disimpan. Baik dari sisi warna serta baunya. Metode ini merupakan cara menyimpan beras ataupun biji-bijian. Yakni dengan menjaga kadar karbondioksida pada kondisi tertentu serta meminimalkan oksigen. Dengan teknik ini maka tidak ada kesempatan bagi hama untuk merusak mutu beras.

Metode Cocoon ini sangat ramah lingkungan Karena dinilai akan menggeser perawatan yang sebelumnya menggunakan obat kimiawi. Pada penyimpanan konvensional seringkali menggunakan “spraying”. Juga Fumigasi dengan bahan kimia, sementara dengan cocoon tak memerlukan itu semua. Apalagi Bulog bisa menekan dan menghemat pengeluaran mengenai biaya perawatan ini secara nyata.

Perum Bulog Wujudkan Penjagaan Stok Beras

Dengan metode Cocoon ini, ditengarai hama-hama yang sering muncul di bulan kedua hingga ketiga akan mati dan tidak berkembang biak. Hama-hama ini akan terlihat di sudut sungkup, dan relatif sedikit jumlahnya. Di sisi lain, kemasan karung pembungkusnya masih terlihat baik serta rapi seperti saat pertama kali dikemas ke dalam Cocoon.

Perum Bulog semakin yakin jika keberhasilan uji coba inovasi ini akan mampu membantu pihaknya. Khususnya guna menjaga stok beras dengan lebih baik dan terjaga kualitasnya. Uji coba ini sementara baru dilaksanakan di Surabaya, Surakarta, Cirebon, dan Makassar.

Ke depannya, metode ini akan dijadikan bagian dari pelayanan Perum Bulog. Dalam kaitanya dengan penjalanan penugasan pemerintah guna menjaga stok pangan. Dengan harapan junlah serta kualitas produk tetap aman dan berada pada standart, dalam jangka waktu yang lebih panjang. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *