Perum Bulog Siap Amankan Stok Beras

oleh
Perum Bulog

Perum Bulog sampai akhir tahun ini ditugaskan untuk bisa mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP). Setidaknya, cadangan beras tersebut ada di level 1 juta-1,5 juta ton. Pertanyaannya, apakah perusahaan ini sanggup menanggung mandat itu?

Untuk mewujudkan hal ini, Perum Bulog tentunya harus bekerja ekstra keras untuk memaksimalkan serapan beras dari produksi lokal di semester II/2019 ini.

Perum Bulog Punya Kesempatan

Pengamat pangan dari Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Husein Sawit mengatakan paparannya tentang hal tersebut. Menurutnya, Perum Bulog saat ini mempunyai jalur penyaluran untuk berasnya yang terbuka lebar. Hal ini terjadi setelah pemerintah memperbolehkan perusahaannya untuk menyalurkan 100 persen berasnya sebagai program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Untuk hal itu, perusahaan ini diberi jatah 750.000 ton beras yang disalurkan.

Namun, di sisi lain Bulog juga diberi wewenang untuk melakukan operasi pasar dalam jumlah yang cukup besar. Jumlah itu sampai 1,48 juta ton pada tahun ini. Karena itulah, Bulog sebenarnya tidak perlu khawatir tentang stok CBP yang mencapai 2,4 juta ton di tahun ini akan sulit tersalurkan.

Yang harus dicatat adalah, bisa atau tidakkah Perum Bulog melakukan penyerapan yang maksimal dalam kondisi alam di semester II/2019. Diperkirakan, pada tahun ini akan mengalami musim kemarau kering sehingga panen petani bisa jadi terganggu dan harga gabah akan naik tajam.

Akibat dari kenaikan harga gabah itu, nantinya akan membuat keleluasaan penyerapan oleh Bulog juga terganggu. Apalagi untuk harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) masih belum direvisi.

Jika dilihat dari Instruksi Presiden No.5/2015, maka pemerintah menetapkan HPP GKP untuk tingkat petani menjadi Rp3.700 per kilonya. Sedangkan untuk penggilingan, menjadi Rp4.600 per kilogram. Sedangkan untuk puncak panen raya di tahun ini, yakni pada bulan April dan Mei, harga GKP sudah mengalami kenaikan. Yakni mencapai Rp4.357/kg dan Rp4.356/kg untuk masing-masing periode.

Karena itulah, dengan target Perum Bulog tersebut, Husein menghimbau agar pemerintah juga turut meringankan beban Bulog. Pemerintah diharapkan bisa merevisi kebijakan tersebut untuk membantu petani di musim kemarau nanti, tandasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *