Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Pertamina RU III Ajak Masyarakat Kreasikan Limbah Non B3: Pemanfaatan Berbasis Pelestarian Lingkungan

MediaBUMN

Published

on

Limbah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah Non B3) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan berupa sisa, skrap, atau reja yang tidak termasuk dalam klasifikasi/kategori limbah bahan berbahaya dan beracun. Limbah Non B3 yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal justru dilihat oleh Pertamina Refinery Unit III Plaju sebagai potensi yang memberikan kebermanfaatan.

Sebagai bentuk sinergi antara kilang dengan masyarakat mitra binaan (Ring I), Pertamina Refinery Unit III Plaju mengeluarkan limbah non B3 untuk dikreasikan di Kampung Kreasi, Kelurahan Talangbubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Beberapa jenis limbah non B3 yang dapat dikreasikan berupa kayu palet bekas, jerigen bekas hand soap atau hand sanitizer, dan karung produk Polytam reject.

Limbah non B3 tersebut dikreasikan menjadi beberapa produk turunan yang bermanfaat dan bernilai jual, antara lain:

1. Kayu palet bekas dimanfaatkan untuk media penanaman – rak tanaman urban farming dan media budidaya, khususnya untuk pembesaran burayak ikan cupang.

2. Jerigen bekas hand soap atau hand sanitizer dimanfaatkan untuk pot tanaman, tempat sabun untuk wastafel portabel, tempat breeding ikan cupang, dan tempat tissue.

3. Karung Polypropylene (Polytam) reject yang dipadukan dengan kain Jumputan Palembang untuk goody bag dan pouch bernilai jual sekaligus dapat menambah penghasilan ibu rumah tangga yang memiliki skill menjahit.

Limbah

“Kami sangat terbantu dengan limbah non B3 dari kilang ini. Palet kemaren dimanfaatkan ibu-ibu untuk rak tanaman, baru dapat 5 rak. Selain itu juga, palet sama jerigen dijadikan kawan-kawan untuk budidaya ikan hias, Mbak. Yang buatnya para pemuda, suami, dan kakeknya. Hari ini ibu-ibu buat pot bunga dari kain handuk bekas dan semen. Alhamdulillah, bermanfaat dan semoga menjadi ladang amal untuk Pertamina juga”, ungkap Choirul Bahri di sela-sela penataan rak tanaman dari kayu palet bekas.

Tidak hanya itu, pemanfaatan limbah non B3 ini juga turut menjadi bagian dari penghilang stress di masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah karena ada kayu palet dari kilang terus dibuat sama bapak-bapak jadi rak tanaman, ibu-ibu punya kegiatan, Mbak. Kami tanam bunga, sayur, cabai begitu di depan pekarangan sempit depan rumah. Lumayan, bikin gak stress mikir Covid terus. Belum lagi karungnya, bisa jadi goody bag juga, menghasilkan uang tambahan”, tambah Etawati, salah satu ibu rumah tangga yang memperoleh manfaat dari pemanfaatan limbah non B3 ini. s

Pemanfaatan limbah non B3 di Kampung Kreasi pun juga berdampak jangka panjang untuk pelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan usaha baru.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Siti Rachmi Indahsari, mengungkapkan bahwa ini merupakan bentuk kontribusi Pertamina agar saling menguntungkan dengan masyarakat, disisi lain limbah dapat mempunyai nilai tambah dan masyarakat dapat penghasilan tambahan.

“Dengan adanya program ini, masyarakat telah memperoleh tambahan pendapatan dan mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Kita juga cukup berkontribusi untuk pelestarian lingkungan yang jadi isu global saat ini. Bagi kami, senyum masyarakat adalah kebahagiaan kami di usia Pertamina yang hampir menginjak 63 tahun ini, Pertamina dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mari kito bergandeng erat lawan pandemi, Pertamina sinergi, berkreasi bersama membangun negeri”, pungkasnya.

Energi & Tambang

Percepat Penormalan Gardu Induk terdampak Banjir di Kalsel, PLN Kerahkan Personil dan Armada Tambahan

MediaBUMN

Published

on

Gardu Induk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PLN percepat penormalan Gardu Induk terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan mengerahkan personil dan armada tambahan. Dikarenakan hujan deras yang melanda Kota Banjarmasin dan sekitarnya kemarin, Jumat (15/1) menyebabkan debit air di Kota Banjarmasin semakin bertambah. Hal tersebut mengakibatkan air meluap sampai ke Gardu Induk (GI) Ulin 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) yang berlokasi di Jl. A.Yani KM 4,5 Banjarmasin dan menyebabkan aliran listrik tidak dapat disalurkan ke sebagian wilayah di Kota Banjarmasin.

Sampai dengan hari ini, Sabtu (16/1) debit air di lokasi GI Ulin masih tinggi dan menggenangi sebagian besar peralatan GI. Adapun upaya PLN mencegah debit air semakin tinggi, PLN sudah membuat bendungan di sekitar lokasi GI dan menyiapkan unit penyedot untuk menyedot air yang sudah masuk ke dalam GI.

“Dari kemarin sampai saat ini, kami non-stop berupaya agar air tidak masuk lagi ke GI dan yang sudah ada di dalam GI kami sedot menggunakan mobil pemadam kebakaran. Supaya GI Ulin dapat kembali beroperasi secepatnya,” ungkap Suhadi, Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng

Suhadi menambahkan sebagai upaya percepatan penormalan GI Ulin, pihaknya sudah menerjunkan personel dan armada tambahan untuk mengurangi debit air.

“Kami sudah menambah Personel dan 6 mobil pemadam kebakaran untuk berjibaku mengurangi debit air yang masih ada di dalam GI, kami harus cepat karena hujan sudah berhenti, harapannya debit air pun segera menurun agar tidak masuk ke GI kembali, upaya lain yang kami lakukan salah satunya mengalihkan distribusi aliran listrik lewat penyulang atau jalur lain, sehingga mengurangi daerah terdampak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suhadi menjelaskan beiringan dengan upaya mengurangi debit air pada GI Ulin, pihaknya juga sedang melakukan persiapan pengoperasian GI dengan memastikan penyulang dan jaringan distribusi listrik dalam kondisi siap dialiri listrik.

“Pasti, jika sudah siap kami pastikan suplai listrik akan segera tersalurkan ke seluruh Pelanggan yang terdampak,” ujarnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

PLN Pasang Telepon Satelit untuk Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca Gempa Sulbar

MediaBUMN

Published

on

gempa

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PLN terus melakukan upaya pemulihan listrik terdampak bencana pasca gempa susulan dengan magnitudo 6,2 skala richter (SR) yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15/01) dinihari. Hingga Sabtu (16/1) pagi, PLN berhasil menyalakan kembali 528 buah gardu atau 58 persen dari total 872 gardu terdampak. Kini sekitar 54,5 ribu pelanggan dapat kembali menikmati listrik.

“PLN terus melakukan penormalan kembali agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan listrik pasca gempa. Kami menyadari listrik menjadi kebutuhan utama di tengah kondisi seperti ini,” ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid.

Saat ini, PLN masih berupaya memulihkan kelistrikan yang padam antara lain di Kecamatan Talapang, Talapang Barat, Simkep sebagian Mamuju, sebagian Kecamatan Malunda dan Ulumanda. Besarnya magnitudo gempa mengakibatkan beberapa tiang dan gardu listrik roboh dan beberapa infrastruktur lain terganggu.

“Alhamdulillah bantuan personil dari unit PLN di berbagai daerah lain telah tiba dan siap membantu pemulihan listrik, semoga bisa lebih cepat kita pulihkan agar masyarakat dapat segera menikmati listrik,” tambah Hafid.

Secara bertahap PLN telah berhasil memenuhi kebutuhan pasokan listrik di beberapa lokasi vital diantaranya Posko-posko pengungsian, Markas Kepolisian Daerah Sulbar, Posko Komando Distrik Militer Bandara Tampa Padang, Telkom, serta sebagian Penerangan Jalan Umum Kota Mamuju.

Tak hanya memulihkan kelistrikan, PLN juga memasang VSAT atau stasiun penerima sinyal dari satelit di Rumah jabatan Gubernur Sulbar. Alat ini akan digunakan untuk membantu komunikasi dan koordinasi pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat, termasuk presiden.

“Pemasangan VSAT ini sebagai bentuk keseriusan PLN untuk memfasilitasi kelancaran komunikasi, agar koordinasi yang dilakukan bisa berjalan baik, demi pemulihan pasca gempa” tutup Hafid. []

Continue Reading

Energi & Tambang

PLN Fokus Amankan Warga dan Percepat Suplai Listrik di Wilayah Terdampak Banjir

MediaBUMN

Published

on

banjir

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PLN mengambil tindakan cepat mengamankan keselamatan masyarakat yang terdampak banjir di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya dengan melakukan pemutusan aliran listrik sementara, upaya ini dilakukan guna menjaga keselamatan warga, akibat air genangan yang masih tinggi.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan debit air di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang saat ini terkena musibah banjir, adapun antisipasi awal yang dilakukan PLN adalah memutus sementara aliran listrik Pelanggan di daerah terdampak.

“Kami sudah kerahkan seluruh tim untuk melakukan pemantauan debit air di wilayah terdampak banjir, dikarenakan debit air semakin tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, langkah awal yang harus kami lakukan adalah memutus sementara aliran listrik ke Pelanggan yang terdampak,” jelas Sudirman.

Sudirman mengatakan sampai dengan siang ini total sebanyak 879 Gardu Distribusi yang harus dipadamkan, dengan total pelanggan terdampak mencapai 50.645 pelanggan. Sebagai upaya untuk minimalisasi padam listrik di daerah yang tidak terdampak banjir, Sebagai upaya untuk minimalisir padam listrik di daerah yang tidak terdampak banjir, pihaknya saat ini sudah menerjunkan sebanyak 245 personel langsung ke lapangan untuk melakukan lokalisir jaringan, sehingga listrik ke daerah yang tidak terdampak banjir dapat tersalurkan.

“Dari total 879 unit Gardu Distribusi yang terpaksa harus kami padamkan akibat banjir, 113 diantaranya sudah kami alirkan listrik kembali. Kami pastikan akan terus melakukan pemantauan debit air dan segera mengambil langkah cepat melakukan pernomalan suplai ke pelanggan,” ungkap Sudirman.

Untuk diketahui, akibat hujan deras yang hampir mengguyur wilayah Kalimantan Selatan tiga hari bertutur-turut, sejak Rabu (13/1) yang lalu, mengakibatkan debit air semakin tinggi. PLN berkomitmen akan terus melakukan pemantauan di lapangan, jika debit air menurun, pihaknya akan segera menyalurkan listrik kepada pelanggan.

“Petugas kami akan terus melakukan patroli pemantauan situasi dan kondisi debit air di titik lokasi terdampak banjir, jika air mulai surut kami akan berupaya secepat mungkin menyalurkan kembali aliran listrik ke Pelanggan. Selanjutnya jika masyarakat melihat debit air semakin tinggi dan aliran listrik tetap menyala, bantu kami untuk melapor ke PLN melalui layanan Contact Center PLN 123 atau Aplikasi New PLN Mobile,” pungkas Sudirman. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!