Pertamina Akan Ganti BBM Standar Euro 2 ke Euro 5

oleh
BBM standar Euro 2

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tahun 2026 PT Pertamina (Persero) berencana mengganti Bahan Bakar Minyak / BBM standar Euro 2 dengan standar Euro 5.

Hal tersebut diungkapkan Ignatius Tallulembang selaku Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina di Gedung Pertamina, Jakarta, baru baru ini.

Disampaikan Ignatius, rencana pertamina mengganti BBM standar Euro ke standar Euro 5 akan dilakukan setelah proyek enam kilang yang saat ini tengah digarap sudah bisa digunakan.

Terlebih saat ini pihaknya pun tengah melakukan peremajaan dan pengembangan, serta pembangunan kilang baru untuk bisa meningkatkan ketahanan energi.

“Proyek kilang tersebut sedang berjalan melalui program New Grash Root Refinery (NGR) dan New Grash Root Refinery (NGR),” terang Ignatius.

Bahkan melalui proyek tersebut, pertamina berencana akan meningkatkan kapasitas produksi BBM.

Jadi nantinya kata dia, BBM yang ada saat ini sekitar 650.000 barel per hari akan meningkat dan menjadi sekitar 1,7 juta barel per hari.

Pergantian BBM Standar Euro Dengan Teknologi Terbaru

Bahkan kata Ignatius proyek yang dikerjakan saat ini tak tanggung-tanggung, rencananya pertamina akan ganti BBM standar euro 2 ke euro 5 dengan menggunakan teknologi baru.

Jadi nantinya, BBM yang akan dihasilkan dari kilang yang sedang dibangun ini akan meningkatkan kualitas dari yang ada saat ini.

Ketika disinggung berapa lama waktu pengerjaan proyeknya, disampaikan Igantius, pengerjaan proyek akan memakan waktu sekitar 6 sampai 7 tahun.

Sehingga kata dia, pada tahun 2026 pertamina sudah tidak lagi memproduksi BBM dengan standar Euro 2.

“Jadi nanti setelah dipastikan kilang bisa jalan semua, tidak ada lagi Euro 2, karena di tahun 2026 nantinya kita sudah punya Euro 5. Jadi nanti yang terakhir (beroperasi) Dumai, maka dari itu untuk pembangunan kilang selalu kami prioritaskan,” terangnya.

Diketahui untuk informasi tambahan, proyek Kilang Balikpapan milik Pertamina saat ini telah memasuki tahap konstruksi.

Bahkan Pertamina juga saat ini dipastikan telah menandatangani kontrak rekayasa atas pengadaan dan konstruksi (engineering procurement and construction/EPC) dengan SK Engineering & Construction Co. Ltd., PT Rekayasa Industri, Hyundai Engineering Co. Ltd., dan PT PP (Persero) Tbk.

Sementara untuk Kilang Cilacap, Pertamina sampai saat ini masih terus melakukan negosiasi dengan Saudi Aramco yang menjadi mitra terkait valuasi aset yang dibutuhkan dalam pembentukan perusahaan patungan.

Selain itu, dalam data yang dimiliki Pertamina, Kilang Balikpapan fase I dan Balongan fase I pada 2023 dijadwalkan mulai beroperasi.

Sehingga pada saat itu, kapasitas kilang perseroan akan naik dari 1 juta barel per hari menjadi 1,1 juta barel per hari.

Untuk Kilang Cilacap target mulai diperasikan di tahun 2025, dan yang terakhir untuk proyek Pertamina RDMP Balikpapan fase 2, RDMP Balongan fase 2, dan kilang petrokimia Balongan ditargetkan 2026 selesai. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *