Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Pertamina ajak Jurnalis Kenali Konservasi Yaki di PPS Tasikoki

MediaBUMN

Published

on

PPS Tasikoki

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) Pertamina tidak hanya sebatas bantuan kepedulian sosial kepada masyarakat, lebih dari itu sebagai wujud pelestarian alam, Pertamina memiliki program konservasi keanekaragaman hayati (Kehati). Sulawesi mungkin selama ini terkenal dengan anoa, babirusa, kuskus atau musang Sulawesi, tapi belum banyak yang tahu bahwa primata endemik ada juga di Sulawesi Utara bernama Yaki (Macaca nigra).

Pertamina bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan Yayasan Masarang memiliki kegiatan konservasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Minahasa Utara, Sulawesi Utara untuk mengkonservasi Yaki dari hasil sitaan masyarakat dan perdagangan satwa liar.

Dalam memperkenalkan program tersebut kepada masyarakat luas, Pertamina pada Selasa (24/11) mengajak rombongan media Sulawesi Utara yang berjumlah 16 (enam belas) media untuk berkeliling dan mengenal lebih dalam mengenai konservasi di PSS Tasikoki khususnya monyet Yaki yang dihadiri oleh VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dan Sales Area Manager Sulawesi Utara & Gorontalo Pertamina, Fachrizal Imaduddin.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Masarang, Hasudungan Pakpahan menjelaskan setiap satwa yang dikonservasi di PPS Tasikoki akan melewati beberapa fase seperti karantina untuk cek kesehatan terlebih dahulu, isolasi bersama dengan hewan sejenis lalu disiapkan kandang sosialisasi yang bertujuan untuk melihat bagaimana pola perilaku mereka apabila berada di alam liar.

“Sebelum dilepasliarkan, kita tentunya mempertimbangkan banyak aspek seperti pola perilaku satwanya, letak geografis lokasi pelepasliarannya serta keamanannya bagi penduduk sekitar,”terangnya.

PPS Tasikoki

Hasudungan pun mengungkapkan kerjasama yang terjalin selama ini cukup baik. Pertamina bersama Yayasan Masarang pun memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Tasikoki Conservation Camp dan Pendidikan Konservasi serta sosialisasi ke sekolah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam melindungi satwa langka.

Sementara itu, Arya dalam kunjungannya meninjau program CSR ini mengatakan program konservasi Yaki ini sudah bekerjasama dengan Yayasan Masarang sejak tahun 2017. Yaki ini merupakan satwa endemik yang terancam punah karena kerusakan hutan dan maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar untuk dikonsumsi dan dipelihara.

“Demi melestarikan satwa Indonesia, bentuk dukungan yang diberikan Pertamina diantaranya untuk program konservasi Yaki ini seperti pembibitan pohon pakan alami yaki, dukungan medical check up untuk animal keeper untuk meminimalisir resiko zoonosis serta pembuatan kandang habituasi untuk Pelepasliaran Yaki di Gunung Ambang,”terangnya.

Tak hanya di Sulawesi Utara, Arya mengatakan bahwa terdapat 55 (lima puluh lima) program Konservasi Kehati di wilayah operasi Pertamina di Indonesia, baik itu program konservasi flora maupun fauna. “Diharapkan melalui program konservasi yang dilakukan Pertamina ini dapat membantu memulihkan populasi Yaki di alam yang terancam punah serta mengedukasi masyarakat untuk dapat sadar akan pentingnya menjaga kelestarian satwa di alam sehingga dapat memitigasi konflik antara manusia dan yaki yang membuat kelestarian mereka terancam. Karena apabila satwa ini lestari lingkungan pun turut lestari,”pungkasnya. []

Energi & Tambang

Kehadiran Mobil Listrik Bakal Ganggu Bisnis Pertamina?

CHRIESTIAN

Published

on

Kehadiran mobil listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kehadiran mobil listrik di Indonesia menjadi harapan besar bagi pemerintah saat ini yang tengah gencar menarik investasi ke dalam negeri.

Kehadiran mobil listrik menjadi solusi atas mulai menurunnya cadangan bahan bakar berbasis fosil, selain kehadiran mobil listrik yang sangat ramah dengan lingkungan.

Jika, masyarakat Indonesia sudah banyak beralih kepada kendaraan berbasis listrik, bagaimana nasib Pertamina yang selama ini berbisnis bahan bakar minyak?

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jika 20 tahun mendatang 80 persen mayarakat Indonesia dipastikan beralih ke mobil listrik.

Untuk menambah daya kendaraan, masyarkat tentunya lebih memilih pengisian (charging) di rumah masing-masing, sehingga perlahan SPBU pun akan ditinggalkan.

“Tentu ke depan sangat berdampak terhadap bisnisnya Pertamina. 20 tahun ke depan diproyeksikan masyarakat Indonesia sebanyak 80 persen sudah beralih ke mobil listrik. Nanti orang banyak isi daya di rumah dan mulai meninggalkan pom bensin,” jelas Erick yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Masyarakat ekonomi Syariah.

Oleh karena itu, lanjut Erick, pemerintah akan merancang strategi ke depan agar bisnis Pertamina tidak terganggu dikemudian hari.

“Tentu kehadiran mobil listrik dimana nantinya banyak masyarkat yang meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak adalah sebuah keniscayaan. Namun kita akan terus memikirkan bagaimana ke depan agar bisnis Pertamina bisa berkontribusi di dalamnya dan tetap tumbuh,” tutup Erick. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pertamina Lubricants Peduli Sigap Ganti Oli Gratis dan Bantuan Bencana Gempa Majene – Mamuju, Sulawesi Barat

MediaBUMN

Published

on

Lubricants

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional melalui program Pertamina Lubricants Peduli turut berpartisipasi dalam menyalurkan berbagai bantuan untuk warga yang terdampak bencana gempa serta memberikan dukungan kepada para relawan di Kabupaten Majene dan Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (20/1).

Tim Pertamina Lubricants Peduli menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, vitamin, perlengkapan sanitasi wanita dan bayi, perlengkapan mandi, air mineral, dan masker medis. Bantuan diserahkan langsung oleh Sales Region Manager VII PT Pertamina Lubricants Anang Yoyong Prayogo di Kantor Pertamina MOR VII untuk langsung dapat dikirimkan Posko Umum Pertamina di Majene. Sedangkan bantuan lainnya juga diserahkan melalui Posko Umum Pertamina di Mamuju.

Selain memberikan bantuan kebutuhan sehari-sehari, tim Pertamina Lubricants Peduli juga menjalankan program “Ganti Oli Gratis” untuk kendaraan warga dan masyarakat terdampak sekaligus juga untuk para relawan yang membantu di posko setempat. Penggantian oli secara gratis ini akan dilakukan selama dua hari mulai 20 hingga 21 Januari 2020 bertempat di SPBU Simbuang Mamuju.

Public Relations Manager PT Pertamina Lubricants Intania Prionggo menyampaikan duka dan doa untuk seluruh warga terdampak akan bencana gempa ini.

“Bantuan ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami terhadap musibah ini yang tentunya meninggalkan luka yang dalam, menguras tenaga, dan merugikan moril dan materil bagi semua. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan semoga pemulihan pasca gempa ini diberikan kemudahan dan kelancaran.”

Intania juga mengungkapkan bahwa program penggantian oli gratis merupakan upaya PT Pertamina Lubricants untuk terus memberikan semangat, motivasi dan kemudahan bagi warga dan para relawan untuk dapat tetap beraktivitas dengan optimal. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Percepat Penormalan Gardu Induk terdampak Banjir di Kalsel, PLN Kerahkan Personil dan Armada Tambahan

MediaBUMN

Published

on

Gardu Induk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PLN percepat penormalan Gardu Induk terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan mengerahkan personil dan armada tambahan. Dikarenakan hujan deras yang melanda Kota Banjarmasin dan sekitarnya kemarin, Jumat (15/1) menyebabkan debit air di Kota Banjarmasin semakin bertambah. Hal tersebut mengakibatkan air meluap sampai ke Gardu Induk (GI) Ulin 2 x 60 Mega Volt Ampere (MVA) yang berlokasi di Jl. A.Yani KM 4,5 Banjarmasin dan menyebabkan aliran listrik tidak dapat disalurkan ke sebagian wilayah di Kota Banjarmasin.

Sampai dengan hari ini, Sabtu (16/1) debit air di lokasi GI Ulin masih tinggi dan menggenangi sebagian besar peralatan GI. Adapun upaya PLN mencegah debit air semakin tinggi, PLN sudah membuat bendungan di sekitar lokasi GI dan menyiapkan unit penyedot untuk menyedot air yang sudah masuk ke dalam GI.

“Dari kemarin sampai saat ini, kami non-stop berupaya agar air tidak masuk lagi ke GI dan yang sudah ada di dalam GI kami sedot menggunakan mobil pemadam kebakaran. Supaya GI Ulin dapat kembali beroperasi secepatnya,” ungkap Suhadi, Manager Komunikasi PLN UIW Kalselteng

Suhadi menambahkan sebagai upaya percepatan penormalan GI Ulin, pihaknya sudah menerjunkan personel dan armada tambahan untuk mengurangi debit air.

“Kami sudah menambah Personel dan 6 mobil pemadam kebakaran untuk berjibaku mengurangi debit air yang masih ada di dalam GI, kami harus cepat karena hujan sudah berhenti, harapannya debit air pun segera menurun agar tidak masuk ke GI kembali, upaya lain yang kami lakukan salah satunya mengalihkan distribusi aliran listrik lewat penyulang atau jalur lain, sehingga mengurangi daerah terdampak,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suhadi menjelaskan beiringan dengan upaya mengurangi debit air pada GI Ulin, pihaknya juga sedang melakukan persiapan pengoperasian GI dengan memastikan penyulang dan jaringan distribusi listrik dalam kondisi siap dialiri listrik.

“Pasti, jika sudah siap kami pastikan suplai listrik akan segera tersalurkan ke seluruh Pelanggan yang terdampak,” ujarnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!