Connect with us
PERTAMINA

Industri

Permintaan Baja Nasional Turun Hingga 50 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Permintaan baja

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Permintaan baja di dalam negeri mengalami penuruan drastis alias anjlok hingga 50 persen di awal tahun 2020. Anjloknya permintaan baja nasional ini akibat terpukul pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Silmy Karim, mengatakan permintaan baja di tanah air masih terpuruk. Meski demikian, ia masih optimistis jika kondisi akan segera membaik setelah Covid-19.

“Permintaan baja nasional anjlok 40 sampai 50 persen. Pandemi virus corona telah membuat operasional dan produksi di sektor besi dan baja mengalami penurunan signifikan,” kata Silmy Rabu, 20 Mei 2020.

Ketua Asosiasi Besi dan Baja Nasional (IISIA) ini juga menatakan ada masalah lain di sector produksi baja, yaitu peningkatan importasi besi dan baja di tanah air. Sehingga sangat dibutuhkan peran pemerintah dalam komitmen peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Menanggapi ini, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sebenarnya sudah mengeluarkan sejumlah insentif untuk melindungi BUMN yang terdampak Covid-19, seperti Krakatau Steel. Ia juga mengakui Krakatau Steel menjadi satu dari sekian banyak BUMN yang terdampak.

Kementerian BUMN pun mendorong PT Krakatau Steel Tbk untuk mencari peluang bisnis baru di tengah menurunnya permintaan baja nasional. Menurut Budi Gunadi Sadikin, dampak Covid-19 membuat kondisi pasar global menjadi tidak pasti. Namun di waktu yang bersamaan bisa memberikan peluang pasar jika pelaku industri jeli dalam melihat peluang.

“Karena itu kami sudah meminta Krakatau Steel dan perusahaan baja yang lainnya, termasuk swasta untuk mencari pasar baru. Misalnya saat ini di tengah Covid-19 kebutuhan jarum suntik meningkat. Bahannya kan dari baja, coba komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan” kata dia.

Menurut Budi, konsumsi jarum suntik Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 400 juta. Walau produksi alat kesehatan bukan pasar baja yang besar, tapi Budi ingin pengusaha melihat peluang seperti itu. Namun dengan skema negara maju, kebutuhan tersebut bisa mencapai 10-12 perkapita, jika hal ini terjadi di Indonesia maka tingkat permintaan akan mencapai 2,5 miliar jarum suntik dari baja.

“Setiap ada krisis satu sisi ada bencana, tapi ada kesempatan. Khusus baja coba cari dengan cermat, ada tidak opportunity baja bisa masuk yang siap dimanfaatkan,” jelas dia.

Kementerian BUMN juga mencatat permintaan baja yang menurun drastic tidak hanya terjadi di dalam negeri saja, tapi di seluruh negara di dunia. Maka perusahaan BUMN harus bisa menciptakan kesempatan bagi bisnisnya dengan melihat peluang ke depan. []

Perbankan

Praktik Usaha Berorientasi Profit, People, Planet bawa bank bjb Raih Penghargaan

MediaBUMN

Published

on

Penghargaan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Setiap unit usaha niscaya selalu memiliki orientasi profit dalam praktik bisnis yang dijalankan. Namun akan jauh lebih baik jika setiap langkah usaha juga turut memperhatikan aspek people dan planet. Profit, people, dan planet adalah tiga serangkai triple bottom line yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain. bank bjb menjadi salah satu perbankan yang amat konsisten memperhatikan triple bottom line ini agar manfaat usaha perusahaan dapat dirasakan secara holistik dan berkesinambungan.

Keuntungan bisnis alias profit sudah pasti menjadi prioritas perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi performa bank bjb dalam mencetak laba. Sementara keberpihakan pada aspek people dapat dilihat dari berbagai upaya pelayanan human to human kepada nasabah, maupun partisipasi aktif dalam komunitas secara luas lewat berbagi program pembiayaan serta program sosial. Seiring dengan itu, bank bjb konsisten menjaga kelestarian ekosistem planet dengan tidak melakukan atau membantu praktik usaha yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, sambil turut serta melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan progresif yang memiliki semangat mendorong pertumbuhan berkesinambungan.

Peran ini ditunjang pula oleh program tanggung jawab sosial bank bjb yang didesain agar dapat memberikan manfaat holistik kepada komunitas, di mana bank bjb tak hanya memberikan sumbangsih material, namun juga dalam bentuk pendampingan-pendampingan serta edukasi agar tujuan bantuan untuk mentransformasi penerima manfaat dapat diimplementasikan secara menyeluruh.

Keterlibatan bank bjb ini terus berlangsung di masa pandemi. Peran bank bjb yang sangat proaktif dalam mensukseskan program percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga dapat dibaca dalam kerangka implementasi triple bottom line di mana manfaat program ini menyentuh tiga dimensi sekaligus yakni manfaat bagi profit, people, dan planet.

Persistensi bank bjb dalam menerapkan konsep triple bottom line ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, tak terkecuali dari para profesional dan pakar yang memiliki kapabilitas dan reputasi mumpuni. Napas profit, people, dan planet ini menjadi poin penilaian utama yang membuat bank bjb diganjar penghargaan oleh Warta Ekonomi.

bank bjb dipercaya mendapatkan penghargaan penghargaan Indonesia CSRxPKBL Award 2020 “Prosperity, Humanity, and Sustainability”. Penghargaan ini diserahkan secara virtual kepada perusahaan melalui seremoni awarding yang diselenggarakan pada Rabu (23/9/2020).

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan apresiasi ini merupakan buah dari ikhtiar tanpa lelah perusahaan untuk senantiasa berpegang teguh pada komitmen untuk selalu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan dalam setiap langkah usaha bank bjb.

“Kami selalu memegang teguh prinsip kebermanfaatan dalam setiap gerak langkah yang dipijak. Kami meyakini, semakin besar dan luas manfaat yang diberikan, hal tersebut akan menghasilkan citra positif yang pada gilirannya akan menghadirkan kemaslahatan bagi bank bjb,” kata Widi.

Indonesia CSRxPKBL Award 2020 adalah penghargaan setinggi-tingginya dari Warta Ekonomi bagi perusahaan swasta dan perusahaan BUMN yang telah berhasil melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan sangat baik. Indonesia CSRxPKBL Award 2020 mengambil tema Prosperity, Humanity, and Sustainability dengan harapan bahwa perusahaan swasta dan BUMN yang ada dapat terus meningkatkan pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendorong adanya kegiatan bisnis berkelanjutan dengan berdasarkan asas kemakmuran, kemanusiaan, dan keberlanjutan bagi semua. []

Continue Reading

Perbankan

bank bjb Gandeng Bank Mantap, Sinergi Dorong Laju Perekonomian

MediaBUMN

Published

on

laju perekonomian

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penetrasi usaha pembiayaan perbankan untuk mendorong laju perekonomian semakin gencar dilakukan bank bjb. Salah satu langkah tersebut tercermin melalui kerja sama penyaluran Kredit Term Loan Facility senilai Rp500 miliar dengan jangka waktu 18 bulan antara bank bjb dengan Bank Mantap.

Perjanjian kredit ini ditandatangani oleh Pemimpin Divisi International Banking bjb Chairany Rahmatiah dan Senior Executive President Finance, Retail, & Digital Banking Bank Mantap Fajar Ari Setiawan. Hadir dan menyaksikan langsung penandatanganan ini Direktur IT, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier, Pemimpin Divisi Treasury bank bjb Hana Dartiwan, dan Pemimpin Divisi Treasury Bank Mantap Mugihadi Usman di Menara bank bjb, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020).

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan penyaluran pembiayaan ini merupakan bentuk langkah proaktif bank bjb dalam memperkuat jalinan sinergi dan kolaborasi untuk kepentingan bersama. Fasilitas kredit ini akan mendorong Bank Mantap dalam melakukan ekspansi usaha yang pada gilirannya juga akan mendorong pergerakan ekonomi secara lebih luas.

laju perekonomian

“Kerja sama ini menunjukkan sinergi yang baik di industri perbankan nasional dalam menghadapi krisis yang diakibatkan pandemi COVID-19, sekaligus menunjukkan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak untuk berperan aktif dalam pemulihan ekonomi nasional,” kata Widi.

Dana dari Term Loan Facility ini akan digunakan oleh Bank Mantap untuk melakukan ekspansi bisnis terutama penyaluran kredit. Penyaluran kredit yang lebih ekspansif diharapkan mampu menumbuhkan kembali gairah ekonomi sehingga dampak yang optimal dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Selain melalui Term Loan Facility yang diberikan, bank bjb dan Bank Mantap sudah menjalin kerja sama yang cukup baik di bidang treasury melalui produk money market, fixed income dan lain-lain. Kerja sama ini diyakini tak hanya memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, namun juga berperan dalam mendorong laju perekonomian nasional.

Kerja sama pembiayaan antar institusi ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh bank bjb sepanjang tahun 2020. Sebelumnya, penyaluran pembiayaan untuk penguatan lembaga usaha juga sudah dilakukan di berbagai sektor produktif. bank bjb juga akan terus berperan aktif di industri perbankan dengan membuka peluang kerjasama pemberian _Term Loan Facility bagi perbankan lainnya. []

Continue Reading

Perbankan

Bank BUMN Syariah Dapat Penempatan Dana Dari Pemerintah

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bank BUMN Syariah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank BUMN Syariah akan mendapatkan dana dari Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Penempatan dana ini akan dilakukan di di tiga Bank BUMN Syariah yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah untuk mendorong penyaluran dana bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kebijakan ini sebelumnya sudah dilakukan pemerintah di empat bank BUMN dan belasan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sejak Juli 2020 lalu.

Namun untuk penempatan dana di Bank BUMN Syariah, Menteri Keuangan Sri Mulyani belum menyebutkan detail besaran dana yang disiapkan.

“Sebelumnya kita sudah diberikan ke Himbara, kemudian BPD. Sekarang kita akan mencakup bank lain termasuk Bank BUMN Syariah,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Kinerja APBN, Selasa (22/9/2020).

Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Andin Hadiyanto menambahkan, selain tiga bank BUMN syariah, pihaknya juga sudah menggaet beberapa Bank Pembangunan Daerah lain, yaitu BPD Jambi, BPD Sumut, BPD Sulsel, dan BPD Kalbar.

Beberapa bank ini juga sudah menyampaikan bahwa mereka berminat untuk ikut dalam program penempatan dana pemerintah.

“Tapi kami masih menunggu hasil uji kelayakan sejumlah BPD ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kita masih minta konfirmasi OJK mengenai kesehatan banknya,” kata Andin.

Selain menambah cakupan bank, Kemenkeu juga berencana memperpanjang penempatan dana pemerintah di Himpunan Bank Negara (Himbara).

Diketahui program ini sudah selesai pada 25 September, atau tiga bulan sejak pemerintah menitipkan dana sebesar Rp30 triliun ke beberapa Bank BUMN.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Tentang Program Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan penambahan waktu itu, Bank Himbara punya waktu hingga 25 Desember 2020 untuk mengembalikan pinjaman beserta dengan bunganya.

“Perpanjangan waktu program penempatan dana di bank BUMN akan dilakukan setelah melihat kinerja yang positif. Kami sudah melakukan evaluasi dan hasilnya bagus. Terutama untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga maupun meningkatkan produksi,”

Berdasarkan data Kemenkeu pada (15/9/2020), total penyaluran kredit melalui empat bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, sudah mencapai Rp109,2 triliun.

Jumlah itu melampaui target dari pemerintah, yakni Rp 90 triliun, atau tiga kali lipat dari dana yang ditempatkan pemerintah di Bank Himbara Rp30 triliun.

OJK Beri Dukungan Bank BUMN Syariah

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut perkembangan industri perbankan syariah saat ini terus mengalami pertumbuhan yang pesat.

Hal ini tampak dari jumlah lembaga keuangan syariah yang terus bertambah.

Menurut data OJK RI, di sektor perbankan saat ini sudah terdapat 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 Bank Perkreditan Rakyat Syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, nilai aset keuangan syariah di Tanah Air juga terus tumbuh.

Dimana pada bulan Juli 2020, nilai aset keuangan syariah sudah mencapai Rp1.639,08 triliun, naik sebesar 20,61 persen secara tahunan dengan market share 9,68 persen.

Menurut Wimboh, hal itu menunjukkan keuangan syariah memiliki daya tahan yang tinggi untuk terus bertahan dan bertumbuh di masa pandemi.

“Hal itu menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam proses pemulihan ekonomi nasional pascapandemi,” jelasnya.

Untuk itu OJK mempunyai empat area pengembangan syariah yang akan difokuskan oleh regulator, yaitu sinergi dan integrasi ekonomi dan keuangan syariah, penguatan kapasitas industri keuangan syariah, membangun permintaan terhadap keuangan syariah dan mendorong adaptasi digital untuk mendongkrak pasar keuangan syariah. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM