Connect with us
PERTAMINA

BUMD / BPD Review

Perluas Bisnis bank bjb Buka Kantor Cabang Pembantu di Kep. Riau

MediaBUMN

Published

on

Kantor Cabang bank bjb

PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk bank bjb kembali membuka kantor cabang pembantu baru. Kali ini, Kantor Cabang bank bjb hadir di Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Bank bjb terus melakukan ekspansi bisnisnya di tengah persaingan perbankan yang semakin kompetitif. Hal ini didukung dari pencapaian bisnis bank bjb yang menunjukan kinerja baik. Per-Triwulan II 2018 bank bjb berhasil mencatatkan pertumbuhan positif, laba bersih berhasil dibukukan sebesar 903 milyar Rupiah atau tumbuh sebesar 9,2% year on year. Total Aset bank bjb tercatat sebesar 113,4 triliun Rupiah atau tumbuh sebesar 4,5% year on year.

Bank bjb juga berhasil menyalurkan kredit dengan total kredit sebesar 72,3 triliun Rupiah. Baiknya kinerja bank bjb pada periode itu, membuat sejumlah investor menaruh kepercayaan besar kepada bank dengan kode emiten BJBR itu. Kepercayaan investor terhadap kinerja baik bank bjb memang bukan isapan jempol. Buktinya, perkembangan perusahaan ditunjukkan dengan peningkatan pelayanan, dengan adanya ekspansi bisnis yaitu membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tanjung Pinang di Kepulauan Riau (15/8).

KCP Tanjung Pinang beralamat di Komplek Bintan Centre Square Blok A1-A2, Jl. D.I. Panjaitan Km. 9, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau yang diresmikan pada Rabu 15 Agustus 2018, oleh Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan, Direktur Operasional bank bjb Fermiyanti serta jajaran manajemen bank bjb. Turut hadir pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Tanjung Pinang (Walikota/Pj. Walikota), Sekdako, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Gubernur), Sekdako, Pemerintah Kabupaten Bintan (Bupati), Sekdako dan tamu undangan lainnya.

Ahmad Irfan menyebutkan “Pembukaan KCP Tanjung Pinang ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah secara maksimal serta meningkatkan peran bank bjb menggerakkan perekonomian daerah. Pembukaan KCP Tanjung Pinang berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kini, KCP Tanjung Pinang berada di bawah tanggung jawab Kantor Wilayah II dan Kantor Cabang Batam yang memiliki beberapa jaringan kantor di bawah kelolaannya. Adapun jaringan kantor tersebut adalah KCP Tanjung Pinang Kota Tanjung Pinang, Kantor Kas Tiban Kota Batam, dan Kantor Payment Point di Mall Pelayanan Publik Kota Batam. “

Lebih lanjut Irfan mengatakan, “bank bjb telah berdiri di Batam sejak tahun 2010 dan Tanjung Pinang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau dengan wilayah kerja yang luas, maka sebagai langkah bank bjb untuk lebih memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan di wilayah Kepulauan Riau, bank bjb memperluas jaringan kantor dengan membuka Kantor Cabang Pembantu Tanjung Pinang. Semoga dengan dibukanya Kantor Cabang Pembantu Tanjung Pinang ini, bank bjb dapat memberikan kenyamanan bagi para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan serta pelayanan bagi nasabah dapat menjadi lebih baik lagi. Sehingga bank bjb Kantor Cabang Pembantu Tanjung Pinang dapat membawa manfaat bagi banyak orang khususnya masyarakat di daerah Kepulauan Riau.”

Diketahui, sampai dengan Triwulan II 2018 jumlah jaringan kantor bank bjb yang beroperasi tercatat mencapai 2.425 jaringan kantor. Ekspansi bisnis bank bjb terus melesat setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010 lalu. bank bjb terus merambah wilayah lain di luar kawasan tradisional, yaitu Jawa Barat dan Banten. Dimulai dengan ekspansi bisnis ke wilayah Jakarta Raya (DKI Jakarta), selanjutnya ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Sumatera yang diikuti dengan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. []

BUMD / BPD Review

Penyaluran Kredit Konstruksi Bank Jatim Makin Kencang

MediaBUMN

Published

on

Penyaluran kredit konstruksi

Penyaluran kredit konstruksi perbankan memiliki catatan yang cukup positif pada triwulan III tahun 2019. Masifnya proyek infrastruktur menjadi faktor utama tumbuhnya penyaluran kredit perbankan tidak terkecuali Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank Jatim contohnya, yang berhasil melesatkan penyaluran kredit konstruksi sampai dengan periode September 2019 ini tumbuh 56 persen secara year on year.

Pertumbuhan kredit konstruksi Bank Jatim tersebut terutama ditopang kredit dalam bentuk investasi yang berhasil tumbuh 110,36 persen. Sementara untuk kredit konstruksi dalam bentuk modal kerja hanya mengalami pertumbuhan sebesar 18,56 persen.

Menurut Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha, Pertumbuhan dalam penyaluran kredit konstruksi Bank Jatim ditopang oleh beberapa pencairan kredit investasi sindikasi pembangunan jalan tol yang nominalnya cukup signifikan.

Lebih lanjut Ferdian enggan merinci berapa porsi kredit konstruksi terhadap total portofolio kredit Bank Jatim. Per triwulan III tahun 2019 sendiri Bank jatim secara keseluruhan berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 14,07 persen (yoy) menjadi Rp37,73 triliun.

“Kami sangat optimis sampai dengan akhir tahun penyaluran kredit konstruksi akan tumbuh mencapai 14,04 persen. Untuk mengejar target tersebut kami akan memaksimalkan pencairan fasilitas kredit konstruksi termasuk di dalamnya kredit sindikasi,” terang Ferdian.

Per Agustus 2019 sendiri, penyaluran kredit konstruksi berdasarkan analisis uang beredar pada Bank Indonesia (BI) tercatat sebesar Rp364,3 triliun. Catatan tersebut mengalami kenaikan sebesar 25,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya sebesar Rp289,6 triliun. []

Continue Reading

BUMD / BPD Review

Aset Bank Daerah Masih Melaju Kencang

MediaBUMN

Published

on

Aset bank

Aset bank daerah (Bank Pembangunan Daerah / BPD) diproyeksikan akan terus meningkat seiring sejumlah strategi yang dibangun di sisa bulan tahun 2019 ini.

Berdasarkan catatan OJK aset bank daerah per Agustus tahun 2019 mencapai Rp699,43 triliun dengan pertumbuhan sebesar 11,4 persen secara year on year (yoy).

BPD Jabar Banten atau bank bjb misalnya hingga periode sama tahun ini telah membukukan pertumbuhan aset mencapai 7,2 persen (yoy) atau menjadi Rp112,21 triliun. Hingga akhir tahun pun bank bjb membidik perolehan aset mencapai Rp120 triliun.

Menurut Corporate Seretary bank bjb Muhammad Asadi Budiman, untuk meraih target aset bank, pihkanya akan terus menjaga likuiditas khususnya dalam menjaga dan meningkatkan portofolio dana.

“Pun untuk menjaga rasio rentabilitas, bank bjb juga akan meningkatkan penyaluran kredit,” ujarnya.

Per Agustus 2019, lanjutnya, pertumbuhan kredit bank bjb telah tumbuh 9,0 persen secara year on year menjadi Rp80 triliun. Ia sangat optimistis torehan tersebut masih meningkat hingga akhir tahun.

“Profil kredit bank bjb masih didominasi kredit consumer, sehingga relatif tidak ada pengaruh dengan terjadinya ekonomi global yang melambat,” pungkasnya.

Aset Bank Daerah on Track

Sementara aset bank daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel mencatat pertumbuhan aset masih on track dimana pertumbuhan aset masih sesuai dengan target yang dibidik.

“Kami melakukan terapkan strategi seperti biasa saja, karena secara intinya kinerja aset bank sumsel babel masih on track,” jelas Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Argo Pawiro .

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sampai dengan periode September 2019, Bank Sumsel Babel telah meraih pertumbuhan aset bank hingga mencapai 23,4 persen (yoy) dengan nilai Rp26,17 triliun.

Nilai tersebut, imbuhnya, telah mencapai 97,7 persen (yoy) dari yang ditargetkan Bank Sumsel Babel senilai Rp26,73 triliun.

Bank Sumsel Babel sangat optimistis akan target tersebut, pasalnya hingga September 2019 saja penyaluran kredit sudah melampaui target. Nilainya mencapai Rp16,12 triliun dengan pertumbuhan 17,5 persen (yoy).

“Hingga September tahun 2019 penyaluran kredit Bank Sumsel Babel sudah melampaui target atau mencapai 102,6 persen dari target yaitu sebesar Rp15,71 triliun,” ujarnya.

Sementara itu pertumbuhan aset bank daerah juga berhasil dicatat oleh PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara atau Bank Sumut.

Menurut Corporate Secretary Bank Sumut Syahdan Siregar, Bank Sumut aset Bank Sumut sampai dengan periode September 2019 mencapai Rp34,7 triliun atau tumbuh sebesar 23 persen (yoy).

“Kami terus mengoptimalkan nilai aset dengan menerapkan strategi dalam mendorong pertumbuhan bisnis seperti mengatrol kredit,” tutup Syahdan. []

Continue Reading

BUMD / BPD Review

Optmalisasi Peran BUMDes Bersama bank bjb di Seluruh Desa di Jawa Barat

MediaBUMN

Published

on

Inklusi keuangan

Inklusi keuangan telah menjadi perhatian global. Beberapa negara telah berupaya untuk dapat melaksanakan inklusi keuangan sebagai bagian dari program atau kebijakan nasionalnya. Dari data yang disajikan World Bank melalui Global Financial Inclusion and Consumer Protection Survey 2017 tercatat lebih dari 40 negara yang telah menerapkan strategi nasional dalam rangka mendorong peningkatan indeks inklusi keuangan, termasuk Indonesia.

Dengan lebih terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah maka diharapkan kita dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata, partisipatif dan inklusif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan. Program perluasan akses keuangan perlu dilakukan pada tingkat nasional sampai dengan tingkat daerah sesuai dengan Nawacita Presiden RI untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) diharapkan sejalan dengan program pemerintah daerah dan dapat mendorong perekonomian daerah, serta memberikan dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

bank bjb sebagai anggota TPAKD memiliki peran sebagain koordinator kelompok kerja optimalisasi akses keuangan, dimana bank bjb telah berperan serta aktif dalam mendukung program- program TPAKD yang selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Visi Misi bank bjb.

Dalam rangka pelaksanaan TPAKD Award periode program tahun 2019, Senin dan Selasa 5-6 Agustus 2019 dilakukan sosialisasi “Optimalisasi Peran BUMDes di Desa Arjasari dan Cibuluh” yang bertempat di Gedung Pakuan di hadiri oleh Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Edi Nasution Yudi (Asda), Sarjito (Deputi Komisionaries OJK Bidang EPK), Yuddy Renaldi (Direktur Utama Bank bjb), dan tamu undangan lainnya. Kunjungan ke 2 Desa yang terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat yaitu Desa Arjasari di Kabupaten Bandung dan Desa Cibuluh di Kabupaten Subang. Sebagai salah satu finalis TPAKD Award, Provinsi Jawa Barat memiliki program kerja unggulan yaitu Optimalisasi BUMDes. Proses penilaian BUMDes yang mewakili Provinsi Jawa Barat dilakukan oleh tim TPAKD bersama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten terkait. Tim penilai melakukan penilaian kepada desa-desa yang ada di 5 Kabupaten tersebut (Kabupaten Purwakarta , Kabupaten Subang , Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat) dan dimana telah dilakukan beauty contest dan terpilih 5 BUMDes (1 BUMDes dari masing-masing Kabupaten). Seiring dengan perkembangan optimalisasi BUMDes tersebut , terdapat 2 Desa dari 2 Kabupaten yang lebih unggul dibandingkan BUMDes yg lain , maka atas dasar itulah 2 Desa tersebut terpilih menjadi BUMDes yang diikutsertakan program TPAKD award 2018.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!