Connect with us
PERTAMINA

Ekonomi Review

Sentuh Angka 5,1 Persen, Perekonomian Indonesia Tumbuh Berkualitas

MediaBUMN

Published

on

Perekonomian Indonesia pada 2017 tumbuh berkualitas. Terlebih, hal ini terjadi saat perekonomian global mengalami perlambatan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, pertumbuhan ekonomi dikatakan berkualitas apabila disertai beberapa indikator sosial.

“Paling tidak tingkat kemiskinan turun, tingkat pengangguran turun, gini ratio turun,” ungkap Darmin.

Baca Juga : 56% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Disumbang oleh Sektor Konsumsi

Dalam dua tahun terakhir, imbuhnya, perekonomian Indonesia mampu tumbuh pada kisaran angka 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi ini terhitung cukup tinggi bila dibandingkan negara-negara besar di dunia seperti China dan India.

Lebih lanjut ia juga menekankan bahwa pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga sleama tiga tahun belakangan. Ini tercermin dari tingkat inflasi yang terjaga di kisaran 3-3,5 persen.

“Hal tersebut tidak pernah terjadi secara konsekutif atau berturut-turut, bahkan di masa pemerintahan Orde Baru sekalipun. Pada waktu pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, lebih tinggi dari sekarang 7-8 persen, pasti tingkat inflasinya double digit,” ujarnya

Baca Juga : Ekonomi Digital Indonesia Akan Tumbuh Mencapai Rp1.700 Triliun di Tahun 2020

Pemerintah memproyeksikan laju inflasi tahun ini mencapai 3,1 persen. Nilai ini lebih rendah dibandingkan target pemerintah dalam APBN-P 2017 4,3 persen. “Inflasi tahun ini berkisar 3,1 persen. Hingga November, inflasi ada di angka 2,87 persen. Sehingga akhir tahun tidak akan meleset banyak dari 3,1 persen”, tutur Darmin.

TAHUN POLITIK
Jika berbicara mengenai kesejahteraan, pemerintah mengandalkan 3 (tiga) area besar. Area tersebut adalah pembangunan infrastruktur, kebijakan sektoral, dan perbaikan iklim usaha. Hasilnya, ekonomi republik ini tumbuh relatif baik. Kurva tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan gini ratio pun melandai.

“Artinya, dalam bahasa ekonomi pembangunan, kualitas perekonomian kita membaik seiring proyeksi ekonomi global,” ujar Darmin.

Laman: 1 2

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi Review

Kredit Perbankan Masih akan Tumbuh Meski Ekonomi Melambat

MediaBUMN

Published

on

Kredit perbankan

Kredit perbankan dinilai masih akan terus tumbuh hingga tahun 2020. Menurut Bank Indonesia (BI) kredit perbankan masih akan tumbuh double digit.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjarnako, meskipun dihadapi perlambatan ekonomi global ia optimis kredit akan tetap tumbuh positif sampai akhir tahun 2019 dan berlanjut hingga tahun 2020.

Lebih lanjut ia mengatakan jika kredit perbankan pertumbuhannya sampai akhir tahun 2019 diprediksi masih berada pada kisaran 10-12 persen (year on year).

“Untuk tahun depan kami prediksi pertumbuhannya sekitar 11-13 persen,” ujar Onny.

Lebih lanjut ia menyebut jika konsumsi Indonesia bisa terus tumbuh karena ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Seperti diketahui bahwa kuatnya konsumsi rumah tangga tersebut yang pada akhirnya membebaskan Indonesia dari krisis tahun 2008-2009.

Selain itu, imbuh Onny, konsumsi rumah tangga tetap mengalami pertumbuhan yang stabil. Karena hal ini didukung oleh penyaluran berbagai bantuan sosial pemerintah meskipun konsumsi swasta tumbuh terbatas.

“Konsumsi kita sangat baik nemaun tidak kuat karena pertumbuhan ekonomi kita didorong pengeluaran konsumsi rumah tangga yang masih bagus,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perlambatan ekonomi global dapat berdampak buruk bagi Indonesia. Oleh karena itu BI saat ini tengah mengantisipasi perlambatan ekonomi global.

Caranya yakni memberikan stimulus dengan melonggarkan kebijakan moneter, seperti penurunan suku bunga yang diikuti perbankan dan pelonggaran Rasio Loan to Value atau Financing to Value.

Menurutnya kebijakan yang digodok BI dan pemerintah diyakini dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi RI sehingga berada di bawah titik tengah kisaran 5,0 persen hingga 5,4 persen ada 2019 dan meningkat menuju titik tengah kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen di tahun 2020. []

Continue Reading

Ekonomi Review

Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar Ke Lima, Sri Mulyani: Ini Syaratnya!

MediaBUMN

Published

on

Indonesia

Indonesia menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 5 di dunia, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Mantan Direktur Bank Dunia ini menyebut ada enam syarat yang harus dipenuhi dimana enam syarat tersebut menjadi fondasi kokoh bagi untuk ekonomi Indonesia ke depan.

“Ada enam syarat yang harus dipenuhi Indonesia jika ingin menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar. Enam syarat ini menjadi fondasi yang sangat penting,” ujar wanita kelahiran Bandar Lampung tersebut.

Yang pertama, sebutnya, adalah infrastruktur. Sektor ini akan berkontribusi besar dalam mendukung mobilitas serta mendorong pembangunan Indonesia. Infrastruktur memiliki dampak luar biasa bagi perekonomian.

Kemudian yang kedua menurutnya adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan, riset, kesehatan, serta tentunya perlindungan sosial.

“SDM tentunya juga harus menciptakan birokrasi yang efisien profesional berintegritas dan efisien,” ungkap Sri Mulyani.

Syarat ketiga yaitu teknologi, dimana kemajuan sektor ini dapat mengembangkan industri dalam negeri.

Selanjutnya syarat keempat yaitu adanya perbaikan kualitas pelayanan dan efisiensi proses bisnis. Syarat kelima adalah perbaikan pengelolaan tata ruang wilayah.

“Syarat terakhir yaitu mampu menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap sehat.

Ekonomi Indonesia Juga Tergantung Kondisi Global

Namun demikian, Menkeu menyatakan ekonomi global tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri. Oleh karena itu, Menteri terbaik di dunia ini menegaskan jika dirinya tidak bisa menjamin 100 persen bahwa enam syarat ini akan membawa Indonesia betul-betul menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima pada 2045 mendatang.

“Tentunya keenam syarat itu bukan jaminan karena kita juga dihadapkan oleh berbagai kemungkinan dinamika fluktuasi atau bahkan krisis yang mungkin terjadi dalam skala global,” ujarnya.

Namun, apabila kondisi perekonomian global kondusif, maka pendapatan per kapita nasional diproyeksikan berada pada posisi US$23.199 pada 2045 dengan usia produktif sebesar 47 persen.

“Selain itu jumlah masyarakat yang berada di kelas menengah ke atas kami perkirakan akan mencapai sebesar 70 persen dari total penduduk 319 juta jiwa,” tutup Menkeu. []

Continue Reading

Ekonomi Review

Nilai Tukar Rupiah Optimis Masih Stabil

MediaBUMN

Published

on

Nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah sampai dengan minggu keempat Agustus 2019 pergerakannya dinilai stabil oleh Bank Indonesia (BI). Hal ini menyusul kondisi pasar global yang penuh ketidakpastian dampak perang dagang serta kondisi geopolitik luar negeri.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat ditemui di Bank Indonesia mengatakan bahwa meskipun nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat masih melemah namun dinilai tetap stabil.

“Ketegangan hubungan dagang antara China dan Amerika ditambah risiko geopolitik dari Inggris terkait Brexit berdampak besar terhadap nilai tukar rupiah. Mespi tercatat melemah tapi tetap stabil,” ujarnya (30/8).

Adapun sampai perdagangan Jumat sore, nilai tukar rupiah melemah 9 poin atau 0,06 persen di pasar spot menjadi Rp14.264 per dollar AS nya. Catatan tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan harga pada penutupan Selasa lalu (27/8) yang berada pada posisi Rp14.255 per dollar AS nya.

Meski demikian, BI, imbuh Perry, menilai pergerakan tersebut masih relatf stabil.

“Adanya fluktuasi dalam jangka pendek itu hal biasa. Tetapi yang terpenting adalah mekanisme pasar tetap berlangsung demikian juga supply dan demand sehingga tetap mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” jelas Perry.

Ke depannya dengan kondisi tersebut, BI akan senantiasa teruis berada di pasar serta Melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk terus memastikan bahwa stabilitas nilai tukar r tetap terjaga.

“Bukan itu saja, tapi kita juga tetap akan terus menjaga imbal hasil aset keuangan domestik,” tutupnya. [] -cristian-

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM