Connect with us
PERTAMINA

Perbankan

Penyaluran KUR Bank Mandiri Hampir Rp17 Triliun, Sektor Pertanian Paling Tinggi

Published

on

Penyaluran KUR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang tahun 2022 terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sudah mencapai Rp16,85 triliun per bulan Mei lalu.

Jika dibandingkan dengan penyaluran KUR Bank Mandiri di periode yang sama tahun lalu, terjadi peningkatan sebesar 7,5 persen.

Atas capaian ini, Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha optimis pertumbuhan ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Ia menjelaskan, penyaluran KUR Bank Mandiri merupakan salah satu upaya perusahaan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di sektor UMKM.

Rudi menyebut, dana KUR yang nilainya hampir 17 triliun itu tersalur kepada 156 ribu debitur UMKM di berbagai daerah.

“Ada pertumbuhan yang cukup besar hingga Mei lalu, dimana nilai KUR yang kita salurkan mencapai Rp16,85 triliun, sementara pada Mei 2021 sebesar Rp15,67 triliun. Kita harapkan peningkatan ini terus memacu bangkitnya usaha kecil dan menengah,” jelasnya Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, penyaluran KUR Bank Mandiri yang terus meelsat menjadi bukti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kini sudah berada di zona positif.

Hal ini juga terungkap dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu angka pertumbuhan ekonomi di 3a bulan pertama 2022 mencapai 5 persen secara tahunan (yoy).

Adapun sektor dengan serapan KUR terbesar di periode ini masih didominasi sektor pertanian sebesar Rp 4,94 triliun atau 29,34 persen.

Di posisi kedua ada sektor Jasa Produksi yang menyerap dana KUR Mandiri hingga Rp3,31 triliun atau 19,68 persen.

“Untuk rincian per wilayah, wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang masuk Region XI menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu 21 persen secara tahunan. Jumlah penerimanya mencapai 5.576 debitur dengan serapan dana KUR Rp744,5 miliar,” jelasnya.

Rudi menambahkan, penyaluran KUR Bank Mandiri ini yang naik pesat selaras dengan komitmen Pemerintah yang ga meningkatkan dana alokasi KUR.

Sementara untuk subsidi bunga 3 persen juga tetap berlanjut hingga bulan Desember mendatang sehingga dapat meringankan cicilan debitur.

Adapun bank pelat merah ini tahun lalu mendapat plafon KUR sebesar Rp35 triliun, dan tahun ini meningkat menjadi Rp40 triliun.

Pihak perusahaan memastikan bahwa kredit dengan bunga rendah ini akan tetap difokuskan untuk sektor produktif unggulan di tiap wilayah.

“Dengan perekonomian masyarakat yang semakin bertumbuh kami harapkan KUR ini terus memberikan dampak positif pada berbagai sektor usaha unggulan,” tandasnya. []

Perbankan

Digital Talent BRI Torehkan Prestasi di Ajang UN World Innovation Day Hack 2022

Published

on

World Innovation Day Hack

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pengembangan talenta para pekerjanya, termasuk digital talent yang semakin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan era digitalisasi. Optimalisasi dari upaya tersebut dibuktikan lewat keberhasilan para Insan BRILiaN atau sebutan bagi karyawan perseroan dalam meraih prestasi.

Yang terbaru, dua Insan BRILiaN telah mengharumkan nama bangsa, yakni Nur Arifin Akbar dan Nitia Rahmi. Keduanya meraih Silver Medal Finalist di UN World Innovation Day Hack 2022 sebagai Team Blockchain Center of Excellence (CoE) yang berkompetisi menciptakan ide berbasis blockchain.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha mengatakan pencapaian ini menjadi pembuktian bahwa perseroan selalu berkomitmen mendukung kinerja serta pengembangan diri para Insan BRILiaN, termasuk untuk digital talent yang semakin dibutuhkan untuk menghadapi era perkembangan teknologi seperti saat ini.

Tak hanya berupaya memperkuat layanan jasa keuangan secara digital, dengan berkarir dan menjalani profesi di bidang digital dan teknologi informasi di BRI, para pekerja juga mendapat value lainnya melalui peluang dalam meningkatkan kapasitas diri.

“Ini merupakan salah satu hasil dari transformasi culture dan digital BRI. Kami terus mendorong keinginan Insan BRILiaN untuk berprestasi, khususnya bagi generasi muda agar achievement oriented, hard-working dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” kata Arga.

Selama ini, BRI terus mendukung pengembangan minat dan bakat para Insan BRILian. Mereka didorong untuk memaksimalkan potensi sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan baik di dalam maupun di luar ranah kerja. Hal ini juga menjadi kunci untuk meningkatkan competitiveness perseroan di level global.

Adapun dalam meraih prestasi tersebut, Nur Arifin Akbar dan Nitia Rahmi dimentori oleh Ketua Tim Riset Keilmuan BRI Institute Agus Trihandoyo. Tim tersebut mengangkat ide lend a book, publish, read, share and earn.

Dalam penjelasannya, Arifin mengungkapkan inovasi yang diciptakan bersama Nitia mengacu pada tren blockchain. Bagi para penjual, mereka dapat mentransfer kepemilikan semua aset digital yang terkait dengan blockchain tersebut, termasuk buku elektronik.

Misalnya penulis, kata Arifin, mereka dapat membuat kontrak saat menetapkan blockchain di mana terdapat hak atas penjualan blockchain. “Blockchain dapat digunakan untuk membuat e-book yang benar-benar unik. Dalam contoh ini jika penulis menggunakan blockchain untuk menjual e-book mereka, dan pembaca menjual kembali blockchain tersebut, e-book tersebut akan menjadi milik pembeli,” ujarnya.

Sebagai informasi, ajang tersebut diadakan setiap tahun pada 21 April untuk merayakan Hari Kreativitas dan Inovasi Dunia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UN World Innovation Day Hack 2022 menginiasi gagasan dan inovasi yang menjadi potensi ekonomi suatu negara. Kompetisi hackathon sendiri menjadi ajang kolaborasi yang mendorong publik untuk menggunakan keterampilan secara kreatif di bidang kesehatan dan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, pekerjaan yang layak, dan pendidikan berkualitas. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh UNESCO, UNEP, dan Hackmakers dan diikuti oleh sekitar 80 negara dengan total 3.500 peserta.[]

Continue Reading

Perbankan

Berhasil Lampaui Target, Penjualan SBR011 di BRI Sentuh Rp1,5 Triliun

Published

on

BRI, SBR011, SUN, Investasi, Ritel, Kemenkeu, Investor, Investasi BRI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Investor ritel menaruh minat yang tinggi terhadap instrumen investasi Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR011. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan hasil penjualan SBR011 mencapai Rp13,91 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu Lembaga keuangan yang ditunjuk sebagai mitra distribusi turut mencatatkan penjualan SBR011 yang mengesankan. Penjualan SBR011 yang ditawarkan pemerintah sejak 25 Mei-16 Juni 2022 di BRI menyentuh angka Rp1,5 triliun. Capaian itu melampaui target yang diberikan Kemenkeu kepada BRI.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan tingginya antusiasme investor terhadap instrumen investasi dari pemerintah merupakan sinyal yang positif. Hal itu dinilainya sebagai tanda tingginya dukungan masyarakat dalam mendukung pembangunan negara.

“Terlihat adanya antusiasme luar biasa dari investor yang mana hal ini sangat positif, karena Penjualan SBR011 merupakan bagian dari kontribusi seluruh masyarakat dalam membantu dan mendorong pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dari target Kemenkeu yang diberikan ke BRI, penjualan SBR yang dilakukan oleh BRI berhasil mencapai angka mendekati Rp 1,5 Triliun dan pastinya lebih dari target yang ditetapkan,” ungkap Handayani.

SBR011 sendiri merupakan satu-satunya Surat Utang Negara (SUN) non-tradable yang dijamin negara dengan nominal pembelian mulai dari Rp1 juta. SBR011 menawarkan kupon (imbal hasil) mengambang dengan kupon minimal sebesar 5,50%.

SBR011 memiliki tenor selama dua tahun dengan tanggal jatuh tempo 10 Juni 2024. Kendati demikian, pemerintah menyediakan fasilitas early redemption.

Lebih lanjut, Handayani menyampaikan produk investasi yang diterbitkan pemerintah ini sukses memikat banyak investor baru. Jumlah investor baru SBR011 di BRI meningkat sebesar 68% dari 2600 keseluruhan jumlah investor yang melakukan pembelian SBR011 dibandingkan dengan pada saat penawaran produk SBR010 yang terbit tahun lalu.

“BRI tahun ini dalam melaksanakan penawaran SBR011 berhasil memperoleh penjualan hingga hampir mencapai Rp 1.5 Triliun dan jika dibandingkan dengan penjualan SBR010, peningkatan penjualan bertumbuh hingga mencapai 41%,” jelasnya. []

Continue Reading

Perbankan

Majukan Industri Otomotif Nasional, BRI Group Jalin Kerja Sama dengan Start Up Broom

Published

on

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI selalu berupaya memajukan UMKM, termasuk industri otomotif nasional. Seperti diketahui

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI selalu berupaya memajukan UMKM, termasuk industri otomotif nasional. Seperti diketahui, industri ini memiliki potensi untuk tumbuh lebih baik serta menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut dibuktikan melalui kerja sama antara BRI Group dengan Broom, startup ekosistem otomotif di Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama oleh BRI Group terdiri dari Bank BRI, BRI Finance, BRINS, dan BRILife dengan Broom pada 9 Mei 2022.

Adapun penandatangan kerja sama dilakukan oleh Division Head of Small & Medium Business Development Arie Sus Miyanti, CEO BRI Finance Azizatun Azhimah, CEO BRINS M. Fankar Umran, serta CEO BRILife Iwan Pasila dengan CEO Broom Pandu Adi Laras.

Ruang lingkup kerja sama meliputi layanan showroom mobil bekas, dealer motor baru dan bekas, jaringan bengkel, jaringan agen otomotif, serta jaringan rental otomotif. Kolaborasi BRI Grup dengan Broom ini pun menjadi bukti implementasi visi dan misi perseroan untuk memperkuat industri otomotif di Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Kecil & Menengah BRI Amam Sukriyanto mengatakan, BRI akan terus menjangkau para pelaku usaha otomotif secara lebih luas sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan didukung digitalisasi yang kuat dan kolaborasi bersama Broom, perseroan optimistis dapat memberdayakan lebih banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air,” ujarnya.

Sebagai BUMN yang fokus di UMKM, BRI siap untuk terus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sacara berkelanjutan melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM untuk naik kelas.

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, industri otomotif nasional kembali menunjukkan geliat pertumbuhan. Selain itu, industri ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi, yakni sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang mata rantai industri otomotif.

Sementara itu, Pungky Wibawa selaku Co-Founder Broom juga mengatakan, kerja sama dengan BRI Group ini akan membawa dampak besar bagi perusahaannya dalam memperluas layanan kepada showroom mobil.

“Ini menjadi kekuatan baru untuk memperluas lini usaha pada jaringan bengkel dan dealer motor di Indonesia,” ungkapnya. Hal ini didukung dengan luasnya jaringan BRI Grup di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Sebagai informasi, Broom merupakan perusahaan start-up atau rintisan yang berfokus dalam pengembangan ekosistem otomotif di Indonesia dengan berbagai fitur dan layanan, seperti digitalisasi proses bisnis, lokapasar (marketplace), penawaran mobil daring, pembelian unit, hingga layanan untuk menambah penghasilan showroom mobil bekas.

Saat ini, Broom telah memiliki lebih dari 2.000 showroom mobil bekas yang teregistrasi di Jabodetabek. Broom berfokus menciptakan solusi menyeluruh end-to-end untuk menyelesaikan permasalahan industri bisnis otomotif di Indonesia dalam koridor digital, selaras dengan misi BRI sebagai institusi perbankan yang memberikan pelayanan kepada usaha segmen mikro, kecil dan menengah. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!