Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Penutupan BUMN, Erick Thohir: “Kami Sudah Tutup 70 BUMN!”

Published

on

Penutupan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penutupan BUMN yang tidak produktif alias ‘sakit’ menjadi salah satu prioritas dari Kementerian BUMN semenjak dipimpin oleh Erick Thohir.

Hal itu terbukti dari banyaknya BUMN sakit yang disuntik mati alias ditutup atau dimerger dengan perusahaan lainnya.

Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan jumlah perusahaan pelat merah yang ditutup sejauh ini sudah mencapai 70 BUMN.

Erick menegaskan, penutupan BUMN ini dilakukan hanya bagi perusahaan yang sudah lama tidak operasional dan secara keuangan dalam keadaan ‘sakit’.

Menurutnya, perusahaan milik negara yang sudah tidak bisa berkompetisi hanya akan menjadi pemborosan terhadap keuangan Negara.

Sebab BUMN yang dimaksud tidak akan mampu meningkatkan pendapatan dari sektor bisnisnya, terlebih untuk memberi pemasukan bagi APBN.

“Penutupan BUMN yang kami lakukan bagi perusahaan yang sudah tidak berjalan sejak tahun 2008 lalu, jadi memang harus ditutup. BUMN yang lama tidak beroperasi jelas akan mengakibatkan pemborosan,” papar Erick, dalam Orasi Ilmiah di Universitas Brawijaya, Sabtu (27/11/2021).

Tak berhenti sampai disini, Erick menyatakan bahwa penutupan BUMN sakit masih akan terus dilakukan pemerintah bagi BUMN yang tidak beroperasi, dan sudah sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Meski banyak BUMN yang ditutup, ia memastikan pihaknya tidak akan mengurangi jumlah tenaga kerja di BUMN.

“Langkah ini akan terus kita lakukan sebagai langkah efisiensi dan tentunya berdasarkan berbagai pertimbangan,” kata dia.

Tak hanya penutupan BUMN, efisiensi juga harus dilakukan di masing-masing perusahaan pelat merah guna meningkatkan kinerjanya.

Erick mencontohkan saat ini berbagai bank BUMN sudah melakukan penutupan kantor cabang di berbagai daerah karena sektor keuangan sudah banyak beralih ke layanan digital.

“Meski bank itu menutup kantor cabangnya tapi kan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Jadi pekerjaannya bisa ditambahkan, misalnya keluar untuk menaikkan kinerja sales nasabah,” jelas Erick.

Pemerintah Dorong Penutupan BUMN Sakit

Sebelumnya, Erick Thohir sudah menyampaikan rencana penutupan 7 perusahaan milik negara yang berasal dari beragam industri, mulai dari penerbangan hingga konstruksi.

Ia menyatakan pemerintah perlu memberikan kepastian bagi BUMN yang tak beroperasi apakah masih perlu dilanjut atau disetop secara total.

Menurutnya, jika BUMN tersebut dibiarkan dalam kondisi ‘hidup segan mati tak mau’ justru merupakan hal zalim karena tidak memberikan kepastian.

Adapun perusahaan yang masuk daftar pembubaran itu yakni PT Industri Gelas, Maskapai Merpati Nusantara Airlines, PT PANN, PT Istaka Karya, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces dan PT Industri Sandang Nusantara. []

HIGHLIGHT BUMN

Pengusaha Startup, Erick Thohir ajak Kolaborasi Nih!

Published

on

Pengusaha startup

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pengusaha startup atau rintisan kini semakin banyak yang bermunculan dan didominasi oleh kalangan anak-anak muda.

Para pengusaha startup ini membuka berbagai jenis usaha di berbagai sektor, baik penyediaan barang, jasa, kuliner, transportasi dan sebagainya.

Melihat perkembangan usaha rintisan ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan menggandeng para pelaku startup untuk berkolaborasi.

Erick bahkan telah merancang agenda bertajuk BUMN Day yang ditargetkan akan digelar bulan mendatang sebagai ajang kerjasama perusahaan pelat merah dengan para pelaku usaha rintisan.

Erick menyatakan, Kementerian BUMN akan mencoba membangun sinergitas dan kolaborasi dengan pengusaha startup agar ekosistem yang ada di BUMN dapat menghasilkan sesuatu yang baru.

“BUMN Day ini kita harapkan sekitar enam bulan lagi sudah bisa digelar sebagai ajang kerjsama BUMN dengan anak-anak muda yang telah merintis usahanya,” kata Erick dalam diskusi daring Indonesia Digital Tribe 101, Senin (17/1/2022).

Menurut mantan presiden Klub Inter Milan ini, agenda BUMN Day tidak sama dengan program Merah Putih Fund.

Dijelaskannya, Program Merah Putih Fund adalah langkah investasi BUMN di berbagai usaha rintisan yang pendirinya adalah orang Indonesia, beroperasi di Indonesia.

Selain itu, startup yang bisa mendapat investasi BUMN harus berkomitmen untuk membesarkan usahanya dengan melakukan go public di Indonesia.

“Saat ini usaha rintisan semakin berkembang dan ini menjadi momentum untuk mengambil peluang bagi kemajuan Bangsa Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya Erick menyatakan, ekosistem startup di Indonesia akan terus berkembang jika pemerintah bisa membuka peluang yang lebih besar.

“Pembangunan ekosistem bagi pengusaha startup di Indonesia terus berkembang. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah selalu hadirdalam mendorong anak-anak muda mengambil peluang itu,” kata dia.

Erick menjelaskan, salah satu contoh nyata dukungan pemerintah bagi startup yaitu melalui Program Merah Putih Fund.

Program yang diinisiasi Kementerian BUMN ini yaitu memberikan pendanaan kepada startup lokal yang punya potensi agar berkembang menjadi starup up berkelas ‘unicorn’.

Di program ini juga dijalankan kolaborasi bisnis untuk menghasilkan sinergi di berbagai sektor industri sehingga hasil yang didapat semakin optimal. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Holding BUMN Pariwisata Ditarget Naikkan Aset Hingga Rp260 Triliun

Published

on

Holding BUMN Pariwisata

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang telah resmi dibentuk oleh pemerintah diharapkan dapat menunjukkan kinerja terbaiknya di sektor wisata.

Bahkan Holding ini ditargetkan mampu menaikkan asetnya hingga mencapai Rp260 triliun pada tahun 2024 nanti.

Target ini disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir karena melihat potensi pendapatan yang akan meningkat seiring kondisi pandemi yang makin reda.

“Kita harapkan Holding ini mampu mencapai aset senilai Rp260 triliun dengan mengoptimalkan potensi pendapatan yang akan meningkat. Kita optimis Holding BUMN Pariwisata bisa mencapai target itu,” ungkap Erick dalam peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, Kamis (13/1/2022).

Erick menjelaskan, holding pariwisata ini sengaja dibentuk karena pemerintah ingin fokus membangun pariwisata domestik yang potensinya masih sangat besar.

Namun kendala dari wisata domestik selama ini adalah kurangnya integrasi dari berbagai aspek, seperti transportasi, akomodasi, hingga fasilitas dan layanan di suatu objek wisata.

Maka dengan hadirnya Holding BUMN Pariwisata, menjadi langkah konkret dari pemerintah dalam mengintegrasikan seluruh BUMN yang berkaitan dengan sektor ini.

“Jadi dengan tergabung di satu holding, semua perusahaan ini tidak lagi jalan masing-masing, tapi sudah terkonsolidasi dalam satu mega ekosistem,” jelasnya.

Namun Erick Thohir juga mengungkapkan tantangan masih harus dihadapi, salah satunya jumlah kunjungan turis mancanegara yang merosot tajam selama pandemi.
Penurunannya jika dibandingkan sebelum pandemi covid-19 mencapai 75 persen, yaitu di tahun 2019 masih mencapai 16 juta orang, kini hanya sekitar 4 juta orang.

Sementara untuk kunjungan wisatawan lokal hanya sekitar 30 persen, dengan jumlah kunjungan sebanyak 330 juta.

Dengan kondisi ini, ia berharap seluruh perusahaan yang tergabung di Holding BUMN Pariwisata dapat bekerjasama untuk menghidupkan lagi sektor pariwisata, dan Pemerintah akan selalu siap memberikan support.

Perbaikan Tata Kelola

Untuk diketahui, Holding Pariwisata diisi oleh BUMN sektor penerbangan yakni PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, sektor perhotelan; PT Hotel Indonesia Natour PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan PT Sarinah.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia ditunjuk sebagai induk holding, sementara PT Garuda Indonesia sampai saat ini belum bergabung lantaran masih berjuang menyelesaikan krisis keuangannya.

Sebelumnya Menteri BUMN juga telah menetapkan Dony Oskaria sebagai Dirut PT Aviasi sejak akhir tahun 2021 lalu.

Sementara Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa kunci kemajuan perusahaan adalah memperbaiki tata kelola.

Maka Jokowi mengingatkan, jangan sampai masalah-masalah yang terjadi sebelumnya masih menjadi kendala setelah Holding ini diresmikan.

Jokowi mengaku yakin akan terjadi kemajuan dalam Holding ini karena potensi pariwisata di Indonesia masih terbuka lebar pascapandemi, terutama di pasar domestik.

“Pariwisata inni masih sangat besar potensinya terutama wisata domestik. Perjalanannya saja bisa lebih dari 330 juta, ini sangat besar nilainya maka jangan sampai diambil negara lain,” ungkap Jokowi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Bisnis Hotel Bakal Dibangun di Rest Area Tol Milik PT Jasa Marga

Published

on

Bisnis hotel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis hotel bakal dikembangkan oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk di sejumlah rest area yang dimiliki oleh BUMN tersebut.

Pengembangan bisnis baru ini akan digarap oleh anak usaha PT Jasa Marga, PT Jasamarga Related Business dengan menggandeng Omega Hotel Management (OHM).

Peluang bisnis hotel di rest area ini menurut pihak Jasa Marga cukup menjanjikan karena dapat dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang berupa sentra bisnis local.

Selain itu, rest area juga dapat berkembang karena terhubung dengan area logistik, kawasan industri, hingga destinasi penunjang wisata yang butuh fasilitas inap.

Direktur Utama JMRB Cahyo Satrio Prakoso mengatakan pengembangan bisnis ini juga mendapat dukungan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan mengeluarkan Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2021 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Jalan Tol.

Maka BUMN berkode JMSR ini pun telah menandatangani nota kesepahaman bersama OHM yang merupakan bagian dari Alfaland Group di Jakarta pada Senin (10/1/2022).

“Kami berupaya memacu pengembangan hotel di rest area dengan menggandeng OHM untuk bekerjasama. Kami yakin dengan adanya Peraturan Menteri PUPR, kualitas pelayanan Jasa Marga bagi para pengguna jalan tol akan semakin meningkat,” kata Cahyo dalam keterangan resmi, Rabu (12/1/2022).

Menurut Cahyo, fungsi rest area tidak sebatas tempat beristirahat, tapi dapat dikembangkan dengan menambah fasilitas penunjang, salah satunya penginapan.

Namun saat ini potensi bisnis hotel di rest area memang masih dikaji lebih dalam oleh kedua belah pihak, yaitu identifikasi awal untuk ruas jalan tol yang cocok dengan fasilitas inap.

“Jadi kita targetkan tentunya para pengguna jalan dengan perjalanan jarak jauh, tentunya butuh beristirahat demi keamanan dan keselamatan perjalanan mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan, selama ini para pengguna tol perjalanan jarak jauh dari Merak, Jakarta hingga Surabaya atau sebaliknya harus keluar tol dulu baru bisa dapat penginapan.
Dengan tersedianya hotel terdekat di rest area tol Jawa, maka para pengguna jalan akan lebih dimudahkan untuk beristirahat tanpa harus keluar tol.

“Selain itu, dari seluruh ruas jalan Tol Trans Jawa, 85 persen rest areanya kita yang kelola, sehingga peluang bisnis hotel ini semakin terbuka. Jadi kerjasama dengan pihak lain berupa mitra dan rekan strategis juga bisa terus berkembang,” bebernya.

Dorong Pariwisata

Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, pihaknya tetap membutuhkan mitra strategis untuk saling memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki dari masing-masing pihak agar bisnis ini dapat meningkat.

Sementara Direktur Operasional PT OHM, Aswin D Sukrisna mengatakan, pihaknya bersama Jasa Marga ingin mengembangkan usaha perhotelan agar bisa memajukan industri pariwisata.

Salah satunya dengan menghadirkan akomodasi pengguna jalan tol yang bisa didapatkan secara mudah di seluruh rest area di Pulau Jawa.

“Kami berterimakasih atas tercapainya kerja sama ini, kami yakin dengan hadirnya hotel di rest area tol nantinya semakin menambah daya tarik bagi yang melakukan perjalanan darat. Tentunya akan terjamin kenyamanan, dan keamanan bagi para business and leisure travelers,” ungkapnya. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!